2021, Industri Properti Diproyeksi Tumbuh 20%-30%
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (1.69)   |   COMPOSITE 6251.05 (45.58)   |   DBX 1329.86 (13.9)   |   I-GRADE 180.794 (0.74)   |   IDX30 506.396 (2.29)   |   IDX80 136.709 (0.83)   |   IDXBUMN20 403.084 (3.64)   |   IDXESGL 140.339 (0.51)   |   IDXG30 143.133 (0.8)   |   IDXHIDIV20 446.039 (2.41)   |   IDXQ30 145.232 (0.5)   |   IDXSMC-COM 293.729 (3.47)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.27)   |   IDXV30 135.556 (1.72)   |   INFOBANK15 1043.56 (0.9)   |   Investor33 435.417 (1.35)   |   ISSI 183.035 (1.89)   |   JII 629.726 (7.08)   |   JII70 221.943 (2.65)   |   KOMPAS100 1220.71 (7.29)   |   LQ45 950.717 (4.52)   |   MBX 1696.63 (11.06)   |   MNC36 322.327 (1.27)   |   PEFINDO25 325.87 (1.81)   |   SMInfra18 306.901 (3.33)   |   SRI-KEHATI 370.644 (0.9)   |  

Economic Outlook 2021

2021, Industri Properti Diproyeksi Tumbuh 20%-30%

Rabu, 25 November 2020 | 15:36 WIB
Oleh : Lona Olavia, Imam Muzakir / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Industri properti mulai berada pada tahap pemulihan, terlihat dari kinerja yang mulai membaik pada kuartal III 2020, kendati pandemi Covid-19 belum usai. Bahkan pada 2021, industri properti diperkirakan tumbuh 20% sampai 30%.

Pernyataan tersebut, disampaikan CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), John Riady, dalam Economic Outlook 2021: Membangkitkan Industri Properti yang diselenggarakan Berita Satu Media Holdings (BSMH) bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk secara daring di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Menurut John, industri properti selama delapan tahun terakhir ini alami perlambatan, sejak terjadinya booming properti pada tahun 2012 lalu. Namun, belakangan ini, para pengembang mulai melihat adanya pergerakan yang lebih kuat dan positif untuk menggebrak kembali penjualan properti.

Hal tersebut, antara lain nampak dari total marketing sales PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sebesar Rp 1,2 triliun atau tumbuh 304% secara year on year (yoy).

John mengungkapkan, kebangkitan industri properti di masa pandemi didukung oleh tiga faktor. Pertama, adanya Undang-Undang Cipta Kerja.

Kedua, demografi bangsa Indonesia, yang mana sama dengan negara berkembang lainnya jika PDB per kapita mencapai US$ 2.500-3.500, maka inilah saatnya masyarakat untuk dapat membeli rumah. Apalagi, tingkat kepemilikan rumah di Jakarta baru 48%, jauh di belakang negara lainnya seperti Tiongkok, Malaysia, bahkan India.

“10 tahun kedepan ini akan jadi tren besar. Kita akan lihat satu wave peningkatan pemilikan rumah yang sangat besar. Ini tren besar yang akan jadi pendorong di dalam cycle properti 8-10 tahun ini,” ungkap John.

Ketiga, dukungan bank terkait KPR dan KPA yang sangat baik, di mana jumlah mortgage dibandingkan PDB Indonesia hanya sekitar 5% atau masih sangat rendah dan ini potensi yang baik untuk pertumbuhan perbankan dan sektor properti.

"Ketiga faktor tersebut akan menjadi pendorong yang sangat baik untuk industri properti 8-10 tahun ke depan,” ujar John.

Atas dasar tersebut, John memprediksi industri properti di tahun depan bisa tumbuh 20%-30%. “Jika vaksinnya lancar dan terjadi di awal tahun, pertumbuhannya lebih ke 30% kalau tertunda sedikit jadi kurang dibawah 30% lebih mendekati 20%. Tapi, apapun itu, kami optimistis tahun depan akan jadi tahun yang baik dan sektor properti akan jadi salah satu sektor pendorong perekonomian bangsa kita,” ujar John.

Terkait dengan minat pembeli, lanjut John, secara harga ada perubahan sejak 3-5 tahun terakhir. Properti di harga Rp 1 miliar mulai lebih diminati dibandingkan properti dengan harga Rp 3-5 miliar per unit.

“Sekarang ini pasarnya berbeda karena 70% pembeli rumah perdana dan 80% gunakan KPR KPA,” kata John.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Menguat Ditopang Sentimen Vaksin dan Politik AS

Indeks Stoxx600 datar, DAX Jerman naik 0,9%, FTSE Inggris naik 0,09%, CAC Prancis naik 0,27%, FTSE MIB Italia naik 0,04%.

EKONOMI | 25 November 2020

Bursa Asia Ditutup Beragam

Nikkei 225 Tokyo naik 0,5%, indeks komposit Shanghai turun 1,19%, Hang Seng Hong Kong naik 0,19%, ASX 200 Australia naik 0,59%, Kospi turun 0,62%.

EKONOMI | 25 November 2020

BRI Ventures Raih Rp 150 Miliar untuk Dana Ventura Sembrani Nusantara

Investasi yang diperoleh berasal dari beberapa investor, termasuk Grab Holdings Inc, Celebes Capital, Investree, Fazz Financial Group dan Pandu Patria Sjahrir.

EKONOMI | 25 November 2020

Penjualan Properti di Atas Rp 500 Juta Meningkat

Pada kuartal III-2020, penjualan properti dengan harga di bawah Rp 500 juta mengalami penurunan, sementara di atas Rp 500 juta meningkat.

EKONOMI | 25 November 2020

IHSG Berbalik Melemah pada Penutupan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,38% ke kisaran 5.679,25 pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (25/11/2020).

EKONOMI | 25 November 2020

Permintaan Sarung Tangan Tinggi, Mark Bidik Kenaikan Laba 66% di 2021

Dalam 10 tahun terakhir, tren permintaan sarung tangan konsisten bertumbuh 10%-12% per tahun.

EKONOMI | 25 November 2020

Topang Perekonomian, OCBC NISP Berdayakan Pengusaha Perempuan

Mayoritas usaha mikro kecil menengah (UMKM) dijalankan perempuan.

EKONOMI | 25 November 2020

Wapres: Sempurnakan Aspek Keamanan dalam Tekfin

"Pelaku fintech juga harus memperkuat tata kelola penyelenggaraan layanan. Aspek keamanan teknologi perlu terus disempurnakan," kata Wapres.

EKONOMI | 25 November 2020

Wapres Sampaikan Apresiasi kepada Pelaku Industri Tekfin

Ma'ruf Amin mengapresiasi model bisnis baru digital lending atau pinjaman online yang mampu menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan dana.

EKONOMI | 25 November 2020

Kempupera Teken Kontrak Paket Pekerjaan Tol Serang-Panimbang Seksi 3

Pemerintah tidak memiliki agenda khusus melakukan groundbreaking sebagai tanda dimulainya pembangunan jalan tol tersebut.

EKONOMI | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS