BBM Oktan Rendah Berpotensi Ganggu Kesehatan
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

BBM Oktan Rendah Berpotensi Ganggu Kesehatan

Kamis, 26 November 2020 | 10:28 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com -Koordinator Indonesia Energy Watch (IEW) Adnan Rarasina mengatakan, selain dapat mengganggu lingkungan, bahan bakar minyak (BBM) research octane number (RON) Rendah seperti premium membuat pembakaran di dalam mesin kendaraan menjadi tidak sempurna, sehingga berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Ini terjadi karena terbakarnya BBM di dalam ruang bakar hanya karena tekanan mesin, bukan karena percikan api dari busi. Akibatnya, selain menjadikan mesin mengelitik juga membuat banyak BBM terbuang dan menjadi emisi hidrokarbon, karbon monoksida (CO), dan nitrogen dioksida melalui knalpot. "Bahaya BBM beroktan rendah akan mencemari lingkungan, yang pada ujungnya berdampak pada kesehatan manusia," ungkap Adnan di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Adnan menilai di jalanan padat kendaraan, berisiko menyebabkan gangguan pernafasan. Karena itu, langkah pemerintah bersama PT Pertamina mendorong penggunaan bahan bakar RON tinggi, seperti Pertamax, sangat bagus untuk menekan dampak buruk polusi. Penggunaan BBM RON tinggi berisiko rendah pada kesehatan manusia. "Jadi, sangat tepat kebijakan untuk terus edukasi publik untuk tidak lagi menggunakan premium," pungkasnya.

Sementara, pengamat otomotif Jusri Pulubuhu menambahkan, jika terus diedukasi, maka secara perlahan dampak buruk BBM oktan rendah akan disadari masyarakat. Begitu juga secara perlahan publik akan menyadari dampak positif menggunakan BBM RON tinggi. Untuk itu, pemerintah disarankan mulai sepenuhnya menyalurkan BBM RON tinggi. Pemerintah sebenarnya hanya perlu melakukan stop produk BBM oktan dan cetane rendah.

Menurut Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), premium bisa memicu penyakit mematikan seperti kanker. Konsumsi BBM oktan rendah bisa memicu berbagai penyakit, termasuk kanker.

Berdasar riset KPPB bersama Universitas Indonesia (UI), rata-rata air seni masyarakat Jakarta mengandung polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) 2.200 mg kreatinin. Angka tersebut sangat tinggi karena standar World Health Organization (WHO) hanya memperbolehkan 500 mg kreatinin. Selain itu, di dalam urine juga ditemukan benzene yang juga sangat tinggi, yaitu 8,9 mg. Angka tersebut jauh di atas standar WHO, yaitu maksimal hanya boleh 0,3 mg kreatinin. Dari temuan KPPB, PAH dan benzene pada urine masyarakat Jakarta tersebut berasal dari pencemaran hidrokarbon kendaraan bermotor. Jadi sangat wajar jika angka penderita kanker di Jakarta tinggi dan terus meningkat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pola Perkuat Posisi di Pasar E-Commerce

Pola dikenal sebagai pemasok kemasan makanan dan minuman sekali pakai untuk berbagai gerai besar di tanah air.

EKONOMI | 26 November 2020

Emas Antam Dibanderol Rp 953.000 Per Gram

Harga emas per 25 gram Rp 44,795 juta.

EKONOMI | 26 November 2020

Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Menguat di Awal Perdagangan

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.121-Rp 14.125 per dolar AS.

EKONOMI | 26 November 2020

Awali Sesi, IHSG Dilanda Aksi Beli

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 10,8 poin (0,18%) menjadi 5.691.

EKONOMI | 26 November 2020

13 Perusahaan Raih Penghargaan INDI 4.0 Tahun 2020 dari Kemperin

Terdapat 7 sektor prioritas Making Indonesia 4.0 yaitu makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronika, kimia, farmasi dan alat Kesehatan.

EKONOMI | 26 November 2020

Bursa Asia Turun Imbas Risalah Petemuan the Fed

Di Jepang indeks Nikkei 225 merosot 0,1% di awal perdagangan, sementara indeks Topix merosot 0,27%.

EKONOMI | 26 November 2020

Infrastruktur Pengembalian Dana Taperum Pensiunan PNS Tengah Disiapkan

Untuk PNS aktif, dana eks-Bapertarum-PNS akan dikelola sebagai saldo awal peserta Tapera.

EKONOMI | 26 November 2020

KKP Keluarkan Surat Edaran Pascapenangkpan Edhy Prabowo

Seluruh pegawai di lingkungan KKP tetap menjaga soliditas internal KKP.

EKONOMI | 26 November 2020

Harga Emas Naik Saat Data Pengangguran Hentikan Penguatan Wall Street

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, naik tipis US$ 0,9 atau 0,05% menjadi US$ 1.805,50 per ounce.

EKONOMI | 26 November 2020

IHSG Akan Konsolidasi, Cermati Jajaran Saham Ini

IHSG akan berada di support di level 5.666 sampai 5.563 dan resisten di level 5.700 sampai 5.770.

EKONOMI | 26 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS