PHRI Minta PSBB Transisi di Jakarta dan Daerah Lainnya Dicabut
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0)   |   COMPOSITE 6251.05 (0)   |   DBX 1329.86 (0)   |   I-GRADE 180.794 (0)   |   IDX30 506.396 (0)   |   IDX80 136.709 (0)   |   IDXBUMN20 403.084 (0)   |   IDXESGL 140.339 (0)   |   IDXG30 143.133 (0)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0)   |   IDXQ30 145.232 (0)   |   IDXSMC-COM 293.729 (0)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (0)   |   IDXV30 135.556 (0)   |   INFOBANK15 1043.56 (0)   |   Investor33 435.417 (0)   |   ISSI 183.035 (0)   |   JII 629.726 (0)   |   JII70 221.943 (0)   |   KOMPAS100 1220.71 (0)   |   LQ45 950.717 (0)   |   MBX 1696.63 (0)   |   MNC36 322.327 (0)   |   PEFINDO25 325.87 (0)   |   SMInfra18 306.901 (0)   |   SRI-KEHATI 370.644 (0)   |  

PHRI Minta PSBB Transisi di Jakarta dan Daerah Lainnya Dicabut

Kamis, 26 November 2020 | 12:07 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani meminta agar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta dan kota lainnya dicabut. Sebab pelaksanaan PSBB di lapangan tidak dilakukan dengan disiplin. Pelanggaran masif tidak ditindak tegas.

“Kemarin kami mengimbau ke Gubernur DKI Jakarta karena ada klaster Petamburan, kami menyampaikan sudahlah kalau pemerintah tidak konsisten lebih baik setop saja PSBB-nya,” ucap Hariyadi dalam Economic Outlook 2021: Outlook Pariwisata 2021 yang diselenggarakan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Hotel Tentrem secara daring di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Meski meminta PSBB transisi dicabut, Hariyadi menegaskan, para pengusaha perhotelan, pariwisata, dan restoran akan tetap ketat menerapkan protokol kesehatan dalam kondisi normal. “Hentikan PSBB transisi, tapi tetap menegakkan protokol kesehatan yang ketat supaya pariwisata dan ekonomi bisa bergerak,” tegasnya.

Indonesia, sarannya, bisa meniru Turki dan Thailand yang bisa mengangkat pariwisatanya tanpa mengesampingkan protokol pencegahan Covid-19. “Itu contoh negara yang menarik untuk dikaji ulang. Kami sarankan untuk turis asing, Bali bisa dibuka duluan, kota lain juga bisa dibuka asal disiplin. Yang bikin konyol adalah pemda tidak konsisten, jadi penerapannya salah target. Harusnya sudah bisa dilepas, tapi masyarakat yang rawan, tidak diedukasi, tidak dikontrol,” pungkas Hariyadi.

Bali menurutnya, bisa lebih dulu dibuka bagi turis mancanegara, karena tingkat kedisiplinan masyarakatnya tinggi. Selain itu, tanggung jawab Pemda Bali bagus mengingat akibat pandemi ekonomi Bali merosot hingga 12%. Fasilitas kesehatan termasuk jumlah tenaga medisnya juga mendukung, konektivitasnya tinggi, dan fasilitas destinasi baik hotel dan restoran juga sangat memadai. “Jadi, Bali menurut pandangan kami memenuhi baik dari safety dan komersialnya,” kata dia.

Selain Bali, Hariyadi juga menilai kota lain punya potensi untuk maju dan menjadi magnet wisatawan asing adalah Bangka Belitung. “(Wisatawan) Bangka Belitung berkurang karena pandemi, tapi nanti kalau dipromosikan dengan baik, terus ada pesawat yang langsung ke sana, dan didukung oleh atraksi yang menarik, maka bisa dapat wisatawan yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Selama PSBB diterapkan, tingkat okupansi hotel anjlok hingga ke kisaran 25%-30%. Bahkan pada April-Mei 2020 ada laporan bahwa sebanyak 2.000 hotel dan 8.000 restoran tutup. Adapun, untuk membuat permintaan wisata, setidaknya ada enam hal yang harus dilakukan. Salah satunya menggelar program bundling antara tiket pesawat dan hotel. PHRI, sebutnya bersama Indonesia National Air Carriers Association (INACA) telah menandatangani kerja sama penyediaan paket perjalanan wisata yang terjangkau dan aman bagi wisatawan domestik sebagai salah satu upaya untuk memulihkan sektor pariwisata di Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19. Pada tahap awal kerja sama akan dilakukan dengan maskapai penerbangan AirAsia Indonesia.

Sementara soal jatah cuti bersama Desember 2020 atau libur akhir tahun yang dikurangi pemerintah, menurut Hariyadi, itu tidak akan terlalu signifikan pengaruhnya. “Itu akan lebih pengaruh ke ASN, tapi kalau swasta liburnya kan optional, jadi secara keseluruhan pengaruhnya tidak terlalu besar,” pungkas Hariyadi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini di Teritori Positif

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong naik 2,9 (0,01%) mencapai 26.672.

EKONOMI | 26 November 2020

Sesi I, IHSG Bertambah 0,69% ke level 5.718

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 169.100 miliar saham senilai Rp 7,141 triliun.

EKONOMI | 26 November 2020

UMKM Industri Plastik Semakin Mudah Mengakses Bahan Baku

Saat ini sudah ada empat perusahaan suplier plastik yang menjadi mitra Tokoplas dengan 950 konsumen.

EKONOMI | 26 November 2020

BBM Oktan Rendah Berpotensi Ganggu Kesehatan

Bahaya BBM beroktan rendah akan mencemari lingkungan, yang pada ujungnya berdampak pada kesehatan manusia.

EKONOMI | 26 November 2020

Pola Perkuat Posisi di Pasar E-Commerce

Pola dikenal sebagai pemasok kemasan makanan dan minuman sekali pakai untuk berbagai gerai besar di tanah air.

EKONOMI | 26 November 2020

Emas Antam Dibanderol Rp 953.000 Per Gram

Harga emas per 25 gram Rp 44,795 juta.

EKONOMI | 26 November 2020

Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Menguat di Awal Perdagangan

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.121-Rp 14.125 per dolar AS.

EKONOMI | 26 November 2020

Awali Sesi, IHSG Dilanda Aksi Beli

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 10,8 poin (0,18%) menjadi 5.691.

EKONOMI | 26 November 2020

13 Perusahaan Raih Penghargaan INDI 4.0 Tahun 2020 dari Kemperin

Terdapat 7 sektor prioritas Making Indonesia 4.0 yaitu makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronika, kimia, farmasi dan alat Kesehatan.

EKONOMI | 26 November 2020

Bursa Asia Turun Imbas Risalah Petemuan the Fed

Di Jepang indeks Nikkei 225 merosot 0,1% di awal perdagangan, sementara indeks Topix merosot 0,27%.

EKONOMI | 26 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS