Transformasi Bangka Belitung, dari Tambang Timah ke Pariwisata
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

Transformasi Bangka Belitung, dari Tambang Timah ke Pariwisata

Kamis, 26 November 2020 | 16:54 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dan indah untuk dikembangkan sebagai tujuan pariwisata. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung juga telah mentransformasikan sektor tambang timah ke pariwisata, guna mempercepat pembangunan dan perekonomian masyarakat di pulau tersebut.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengungkapkan, meskipun Kepulauan Banga Belitung tidak masuk dalam 5 Daerah Prioritas Pariwisata 2021, kebijakan transformasi dari tambang timah ke pariwisata akan terus dilanjutkan.

“Kami sudah bisa membaca, Bangka Belitung ini tidak terlepas dari pengembangan pariwisata. Kenapa? Karena sumber daya alam kita ini sangat luar biasa. Ditambah lagi dengan budayanya yang sebetulnya bisa bersaing dengan daerah lain, sehingga ini harus dioptimalkan,” kata Erzaldi Rosman dalam acara Economic Outlook 2021 sesi "Outlook Pariwisata 2021" yang terselenggara atas kerja sama BeritaSatu Media Holdings dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Hotel Tentrem, Kamis (26/11/2020).

Erzaldi menegaskan, melalui transformasi ini, bukan berarti penambangan timah di Bangka Belitung akan ditinggalkan. Justru yang akan dikedepankan adalah penambangan timah menggunakan teknologi yang lebih modern dan ramah lingkungan.

“Penambangan ini tetap dilakukan, hanya saja kita harus mulai melakukan penambangan dengan teknologi-teknologi yang lebih ramah lingkungan, tidak seperti sekarang ini yang sudah sangat ketinggalan. 50 tahun belakangan ini sama sekali tidak ada perkembangan teknologi di sektor pertambangan,” kata Erzaldi.

Beberapa wilayah di Kepulauan Bangka Belitung saat ini juga sudah mulai mengembangkan pariwisata sebagai sektor unggulan. Hasilnya, beberapa indikator ekonomi terlihat naik karena dukungan sektor pariwisata.

Untuk mengoptimalkan potensi ini, Erzaldi mengatakan beberapa kebijakan juga sudah dibuat. Antara lain mengembangkan beberapa lembaga pendidikan pariwisata, dan juga memperbanyak sekolah kejuruan pariwisata dengan bobot praktik belajar sebesar 50 persen.

Namun, diakui Erzaldi, tantangan untuk menjadikan Kepulauan Bangka Belitung sebagai tujuan utama wisata memang cukup banyak. Selain mengubah budaya masyarakat yang tadinya menambang timah ke arah pariwisata, Bangka Belitung juga memiliki banyak pulau yang jumlahnya sekitar 950 pulau untuk dikembangkan. Namun menurut Erzaldi, tantangan itu harus dikelola sebagai opportunity.

“Bayangkan, ada 950 pulau di Bangka Belitung, yang ditempati baru 50 pulau. 450 pulau baru dinamai, dan baru dua pulau dikembangkan untuk pariwisata, yaitu pulau besarnya Belitung dan pulau besar Bangka. Di antara Bangka dan Belitung ini, banyak pulau-pulau lainnya. Dalam strategi transformasi tadi, kami mengembangkan konektivitas antar pulau. Ketika pulau yang masih natural ini kita kembangkan konektivitasnya, di situ ada peluang,” kata Erzaldi.

Melalui proyek jembatan Bahtera Sriwijaya yang menjadi penghubung Sumsel-Babel, Erzaldi menilai dampaknya juga akan semakin besar untuk mendorong sektor pariwisata. Apalagi letak Belitung Belitung sangat strategis, sekitar 250 mil dari Singapura dan 250 mil dari Jakarta.

“Singapura kita anggap sebagai hub, Bangka Belitung pun bisa menjadi hub. Lautnya terbuka membentang menghadap Laut Cina Selatan. Jadi tidak berlebihan jika Bangka Belitung dengan kapasitas 950 pulau dan penduduk 1,5 juta jiwa, ini sangat berpeluang sekali untuk dijadikan lokasi hub. Tidak saja lokasi hub distribusi barang, tetapi juga hub turis. Kapal pesiar besar yang dari Singapura tidak menutup kemungkinan menjadikan Bangka Belitung sebagai magnet karena keindahan alamnya dan letaknya,” kata Erzaldi.

Pada 2017, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung juga sudah mengajukan lokasi kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata yang baru di Bangka Belitung, tepatnya di pulau Bangka. Dengan adanya kawasan ekonomi khusus pariwisata yang baru, harapannya waktu tinggal para wisatawan di kepulauan Bangka Belitung menjadi lebih lama.

"Kalau mereka hanya mengeksplorasi Belitung, paling hanya 3 hari hingga 4 hari selesai. Agar waktu tinggalnya lebih lama, makanya kita rencanakan pengembangan kawasan ekonomi khusus pariwisata yang ada di Pulau Bangka. Sehingga kalau kawasan ekonomi khusus ini ada di Bangka dan juga di Belitung, kedua pulau ini akan berinteraksi dan saling terkoneksi melewati pulau-pulau lainnya,” kata Erzaldi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Program Kita Muda Kreatif Dukung Terciptanya Ratusan Wirausaha Muda Lokal

Program Kita Muda Kreatif ini menyasar 400 wirausaha muda yang berada kawasan di kawasan situs warisan dunia atau destinasi wisata terkenal/

EKONOMI | 26 November 2020

Dukung Kebangkitan Pariwisata, Garuda Siap Buka Rute Internasional

Ada beberapa kota di dunia yang tengah dikaji Garuda untuk terbang langsung, seperti Paris, New Delhi, dan Istanbul.

EKONOMI | 26 November 2020

Astra Infra Tuntaskan Akuisisi Saham Jakarta Marga Jaya

Jalan Tol JORR I W2N yang dikelola MLJ memiliki panjang 7,67 kilometer (km) dan telah beroperasi mulai 2014.

EKONOMI | 26 November 2020

Kemnaker Diminta Tinjau Ulang MoU dengan Malaysia

Kepala BP2MI kutuh penyiksaan PMI di Malaysia.

EKONOMI | 26 November 2020

Intiland Bidik Pasar Hunian Tapak di Bawah Rp 1 Miliar

Intiland meluncurkan konsep pengembangan baru di kawasan perumahan Talaga Bestari, Tangerang.

EKONOMI | 26 November 2020

Wapres Sebut UMKM Pendorong Utama Pemulihan Ekonomi Nasional

Sektor UMKM memberikan kontribusi 97 persen penyerapan tenaga kerja dan 60 persen terhadap PDB. nasional,

EKONOMI | 26 November 2020

Kempupera Terapkan Sistem E-FLPP 2.0 di 2021

Sistem e-FLPP merupakan fasilitas layanan penyaluran FLPP kepada bank pelaksana secara elektronik.

EKONOMI | 26 November 2020

Tingkat Kepercayaan Pengguna Pesawat Berangsur Pulih

Liburan akhir tahun, penerbangan Garuda Indonesia sudah dipesan 75.000 calon penumpang.

EKONOMI | 26 November 2020

Bank DKI Gandeng Petrokimia Gresik Kembangkan Layanan Digital

Kerja sama Bank DKI dengan Petrokimia Gresik bertujuan meningkatkan sinergisitas dan kolaborasi dalam layanan digital.

EKONOMI | 26 November 2020

Budaya Akhlak ala Erick Thohir Jadi Fondasi Kokoh Transformasi BUMN

Erick Thohir mencanangkan budaya AKHLAK yang merupakan akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif pada perusahaan BUMN.

EKONOMI | 26 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS