Logo BeritaSatu

Kemperin Segera Terapkan SNI Wajib Produk Baja

Kamis, 26 November 2020 | 19:45 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Mojokerto, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) akan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib secara bertahap untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan industri baja dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Kemperin, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, penerapan SNI Wajib bagi produk yang belum menerapkan merupakan salah satu kebijakan yang sedang disiapkan untuk melindungi produk dan industri baja dalam negeri.

"Kami sedang menyiapkan larangan-larangan terbatas untuk melindungi industri baja dalam negeri yang pendekatannya melalui komoditi by komoditi. SNI Wajib ini adalah salah satunya,” kata Achmad pada peresmian lini produksi ke-2 bahan baja ringan PT Sunrise Steel di Mojokerto, Rabu (25/11/2020).

Achmad menyebutkan, pihaknya akan mewajibkan SNI Wajib yang selama ini belum menerapkannya sekitar 25 persen hingga 40 persen secara bertahap. Sekitar 50 persen yang sudah menerapkan SNI pun masiih tercampur dan saat ini ada 113 termasuk produk baja yang menerapkan SNI Wajib. "Secara bertahap kita akan terapkan SNI Wajib ini,” ungkapnya.

Sementatara, Presdir PT Sunrise Steel Henry Setiawan mengatakan, sebagai produsen material bahan baja ringan, baja lapis aluminium seng (BjLAS) pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mengeluarkan regulasi penggunaan produksi dalam negeri. Hal itu ia yakini akan memberi peluang besar industri baja lokal untuk berupaya menuju swasembada baja.

“Kita juga sangat berharap Kementerian Perindustrian juga menerapkan SNI Wajib untuk produk profil baja ringan, mengingat produk ini adalah produk struktural yang sangat vital bagi keselamatan pengguna atau masyarakat,” kata Henry.

Dengan adanya SNI Wajib profil baja ringan, maka ekosistem usaha akan lebih kondusif dan akan terjadi persaingan usaha yang sehat antar produsen. "Kualitas produk juga lebih terjamin, sehingga konsumen tidak dirugikan serta keselamatan jiwa konsumen lebih terjaga,” imbuh Henry.

Achmad lebih jauh menjelaskan, pihaknya juga sedang berupaya untuk melakukan pembatasan importasi baja melalui TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) untuk melindungi produk baja dalam negeri. "Jadi, nantinya produk anak bangsa yang mencapai TKDN 40 persen diwajibkan dibeli oleh pemerintah mapun BUMN. Ini semangat di Perperes nomor 29 tahun 2016 dan insentif ini mendorong tumbuhnya pasar dalam negeri,” katanya.

Selain itu, beberapa kebijakan lain yang juga disiapkan adalah safeguard dan anti dumping untuk melindungi produk dalam negeri. "Ini sebagai jamiman dari pemerintah, bahwa produk dalam negeri akan menjadi penguasa pasar daam negeri dan membuat industri dalam negeri akan lebih baik. Kita juga menyiapkan tax holiday 20 persen bagi yang mengurus izin,” tandasnya.

Dikatakan, Kemperin akan terus mendorong pertumbuhan industri baja untuk mengurangi impor baja yang belakangan mulai menunjukkan tren penurunan setelah melalui berbagai regulasi pemerintah. Misalnya, pada kuartal III/2020 impor turun 50 persen dibandingkan periode sama 2019. “Tahun 2020, subtitusi impor baja diharapkan bisa mencapai 35 persen,” terang Achmad.

Ia juga menyatakan, industri baja dalam negeri mengalami pertumbuhan saat industri lain umumnya mengalami penurunan. Pada kuartal III/2020 tumbuh 5, 6 persen, lebih tinggi dari kuartal II/2020 yang tumbuh 2,3 persen. Utilitas pabrik yang sempat turun sekitar 30 persen hingga 40 persen pada saat awal pandemi pada Maret 2020 lalu dari sebelumnya 70 persen kini juga mulai bergerak naik hingga 56 persen.

"Bahkan, ada yang utilitasnya sudah mencapai 90 persen seperti Sunrise Steel, meskipun pemasaran masih terbelanggu. Peningkatan utilitas ini tentu membuka investasi baru di industri baja ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ilmate Kemperin, Taufiek Bawazier mengatakan sebagai yang cukup strategis, potret industri baja dari hulu sampai hilir sekarang masih banyak impor yang harus disubtitusi. Kebutuhan baja nasional mencapai 20 juta per tahun dan produk dalam negeri baru bisa memenuhi kebutuhan 60 juta ton.

"Baja ini 53 persen digunakan untuk proyek infrastruktur, bangunan dan kostruksi, 16 persen untuk industri mesin, 13 persen industri otomatif, 10 persen untuk penggunaan baja dan sebagainya dan 3 persen untuk elektronik. Kita akan dorong terus pertumbuhan industri logam ini, karena kalau kita melihat struktur impor logam kita lebiih dari 35 persen dari total $120 miliar per tahun,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Harga Minyak Menguat karena Badai Ian Batasi Pasokan

Harga minyak naik dari level terendah 9 bulan sehari sebelumnya, didukung pembatasan pasokan di Teluk Meksiko.

EKONOMI | 28 September 2022

HashMicro Dukung Pemerintah Percepat Transformasi Digital

HashMicro perusahaan penyediaan software perencanaan sumber daya perusahaan bersama pemerintah membangun ekosistem digital Indonesia yang kuat.

EKONOMI | 28 September 2022

NPL KUR Diproyeksi Tidak Lebih 1,5% pada Akhir 2022

Kemenko Perekonomian mencatat kredit bermasalah (NPL) gross kredit usaha mikro (KUR) sampai medio September 2022 terjaga di level 1,03%.

EKONOMI | 28 September 2022

Bursa AS Berguguran, Imbal Hasil ke Level Tertinggi 1 Dekade

Bursa AS Wall Street ditutup di zona merah setelah imbal hasil obligasi atau Treasury tenor 10 tahun terus naik ke level tertinggi.

EKONOMI | 28 September 2022

Bursa Eropa Bervariasi Sikapi Pasar Obligasi Inggris

Bursa Eropa ditutup bervariasi karena kenaikan harga komoditas dan ketidakpastian pasar obligasi Inggris.

EKONOMI | 28 September 2022

Prudential Syariah Luncurkan Kanal Sharia Knowledge Centre

Prudential Syariah meluncurkan Sharia Knowledge Centre (SKC) sebagai inisiatif perseroan untuk membantu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.

EKONOMI | 27 September 2022

OJK Tegaskan Batas Maksimal Bunga Fintech 0,4% Per Hari

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan, tingkat bunga pinjaman fintech lending sebesar 0,4% per hari digunakan untuk pinjaman konsumtif dengan tenor pendek.

EKONOMI | 27 September 2022

Bank Ganesha Gandeng Rupiah Cepat Salurkan Kredit Rp 100 Miliar

Bank Ganesha menggandeng PT Kredit Utama Fintech Indonesia dengan produk peer to peer lending pada aplikasi Rupiah Cepat.

EKONOMI | 27 September 2022

Luncurkan Versi Pro, Saham Rakyat Targetkan 1 Juta Investor di 2023

Aplikasi Saham Rakyat sudah diunduh oleh total lebih dari 100.000 pengguna di Play Store dan App Store.

EKONOMI | 27 September 2022

Kaesang Pangarep: 70% Uang Saya Diinvestasikan di Saham

Kaesang Pangarep rupaya lebih mempercayakan uang yang dimilikinya untuk diinvestasikan di saham ketimbang ditabung. 

EKONOMI | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Minyak Menguat karena Badai Ian Batasi Pasokan

Harga Minyak Menguat karena Badai Ian Batasi Pasokan

EKONOMI | 20 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings