Kebijakan Pengembangan Industri TPT Perlu Diganti
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-2.12)   |   COMPOSITE 6140.17 (-31)   |   DBX 1202.23 (-7.34)   |   I-GRADE 182.055 (-0.59)   |   IDX30 520.23 (-3.14)   |   IDX80 139.249 (-0.62)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.63)   |   IDXESGL 143.85 (-0.25)   |   IDXG30 142.18 (0.09)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-3.03)   |   IDXQ30 148.957 (-0.6)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-0.91)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.6)   |   IDXV30 138.219 (-0.5)   |   INFOBANK15 1055.23 (-7.44)   |   Investor33 446.478 (-2.09)   |   ISSI 180.128 (-0.71)   |   JII 636.549 (-4.61)   |   JII70 222.134 (-1.32)   |   KOMPAS100 1238.45 (-7.28)   |   LQ45 966.883 (-3.74)   |   MBX 1689.51 (-8.25)   |   MNC36 329.297 (-2.07)   |   PEFINDO25 325.3 (-0.25)   |   SMInfra18 310.992 (2.08)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-2.14)   |  

Kebijakan Pengembangan Industri TPT Perlu Diganti

Kamis, 26 November 2020 | 21:04 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / HK

Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dinilai perlu mengganti kebijakan dalam pengembangan industri tekstil dan produk tekstil (TPT), dari pendekatan pasokan (supply) menjadi kebutuhan (demand). Sebab, selama ini, banyak insentif TPT tidak tepat sasaran.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menerangkan, selama ini, pemerintah banyak melihat pada sisi supply. Padahal, yang penting adalah melihat kebutuhan. Selama ini, banyak roadmap yang dibuat para menteri perindustrian untuk pengembangan TPT, tetapi terus diganti, karena tidak sesuai harapan.

“Jadi, menurut saya, mindset yang harus diubah pertama adalah lihat pasarnya dahulu seperti apa. Ketika kita sudah tahu pasarnya, pengusaha akan mengikuti dan baru kebijakan pemerintah akan menyesuaikan dengan kebutuhan pengusaha,” ujar Aviliani dalam webinar simposium Towards Responsible Supply Chain, Kamis (26/11/2020).

Dia menuturkan, ada dua pasar, yaitu domestik dan ekspor yang dapat dioptimalkan untuk menyerap produk TPT dalam negeri. Saat ini, terjadi peningkatkan kelas menengah yang luar biasa di dalam negeri. Bahkan, pada 2030, jumlah kelas menengah akan mencapai 140 juta orang. Kelas menengah itu kebanyakan diisi oleh anak-anak milenial yang menjadikan pakaian dan pariwisata sebagai kebutuhan pokok, bukan lagi sekunder. Hal ini tentunya menjadi peluang yang sangat besar untuk pelaku TPT dalam negeri.

“Makanya, sekarang harus menjadi pertimbangan, apakah isentif yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan pasar atau tidak? Lalu, apakah 2022 subtitusi impor sudah siap atau belum? Kalau belum siap, berarti nanti pabrik-pabrik tidak bisa berproduksi. Jadi, di sini menurut saya ada baiknya melihat dari sisi pasar,” ujar Aviliani.

Selanjutnya untuk pasar ekspor, sekarang juga sudah berubah. Dahulu pasar ekspor yang menguntungkan itu dari negara maju, namun sekarang itu kecenderunganya justru negara berkembang.

Setelah pasar, dia menegaskan, pemerintah perlu memperhatikan rantai pasokan yang ada di dalam negeri. Aviliani menerangkan, saat ini, angka incremental capital output ratio (ICOR) Indonesia sangat tinggi, menandakan produktivitas rendah sekali. Sebab, banyak pengusaha yang cenderung nyaman berada di hilir yang nilai tambahnya rendah.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mendorong, para pelaku industri TPT nasional, baik skala besar, menengah, dan kecil untuk mengutamakan penggunaan bahan baku rayon dan poliester, ketimbang katun yang selama ini diperoleh dari impor.

Dari sisi kualitas, dia menuturkan, rayon memiliki keunggulan, dibanding katun, di antaranya bahan lebih lembut tidak mudah kusut dan warna lebih baik. Adapun kelebihan poliester adalah tahan lama, tahan jamur dan bakteri, serta perawatannya lebih mudah.

Dia mengatakan, industri TPT hulu dalam negeri memiliki kapasitas produksi serat rayon dan poliester yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hingga Agustus 2020, kapasitas industri rayon nasional mencapai 800 ribu ton per tahun, sedangkan poliester diproyeksikan mencapai 1 juta ton per tahun pada 2022.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Volume Pengiriman Ikan dan Tanaman Hias Melonjak saat Pandemi

Volume pengiriman ikan dan tanaman hias meningkat lebih dari 100 persen selama masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 26 November 2020

Pabrik Sarihusada Yogya Raih Penghargaan Opexcon Empat Tahun Beruntun

Sarihusada Generasi Mahardhika kembali menyabet penghargaan tertinggi, Gold Winner Kategori Manufaktur di Indonesia Operational Excellence Conference and Award.

EKONOMI | 26 November 2020

Kemperin Segera Terapkan SNI Wajib Produk Baja

Penerapan SNI Wajib bertujuan melindungi produk dan industri baja dalam negeri.

EKONOMI | 26 November 2020

Sunrise Steel Tambah Kapasitas Pabrik Baja Ringan

Penambahan kapasitas produksi menempatkan Sunrise Steel sebagai produsen baja lapis alumunium seng terbesar di Indonesia

EKONOMI | 26 November 2020

Krisis Bisa Lahirkan Perusahan Digital Hebat

Krisis finansial melahirkan perusahaan digital raksasa seperti Tokopedia, Gojek, Airbnb, dan Dropbox, dan lainnya.

EKONOMI | 26 November 2020

BPJT Optimistis Tol Trans Sumatera Tersambung Tahun 2024

Tugas Hutama Karya menyambungkan Tol Trans Sumatera dari ujumg Selatan hingga Utara cukuplah berat.

EKONOMI | 26 November 2020

Pandemi Covid-19, Penjual di Tokopedia Justru Naik Jadi 10 Juta

Penjual di Tokopedia yang telah mencapai hampir 10 juta penjual, naik dari 6,5 juta pada tahun lalu.

EKONOMI | 26 November 2020

Xendit Jembatani Pertumbuhan Ekonomi Digital di Indonesia

Untuk strategi kedepan, Xendit tidak hanya menyediakan platform pembayaran, tetapi juga membantu pemberian pinjaman untuk modal kerja, hingga layanan SaaS.

EKONOMI | 26 November 2020

Kepercayaan Nasabah Terhadap Perbankan Perlu Terus Dikawal

Regulasi perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan saat ini sudah sangat jelas.

EKONOMI | 26 November 2020

Indonesia Punya Modal Kuat Jadi Pemain Utama Ekonomi Digital

Valuasi ekonomi digital Indonesia diprediksi akan mencapai US$ 133 miliar pada tahun 2025.

EKONOMI | 26 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS