Atasi Kekurangan Kontainer Global, Ini Usulan INSA

Atasi Kekurangan Kontainer Global, Ini Usulan INSA

Kamis, 26 November 2020 | 21:42 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesian National Shipowners Association (INSA) menyatakan saat ini terjadi kekurangan kontainer global. Karena itu, perlu dicarikan solusi terbaik untuk menangani kondisi kekurangan kontainer global tersebut.

Ketua Umum DPP INSA, Carmelita Hartoto menjelaskan, para eksportir, termasuk di Indonesia, mengalami kesulitan mendapatkan kontainer untuk mengirimkan barangnya ke luar negeri.

"Kekurangan kontainer global ini bermula dari menyebarnya pandemi Covid-19 dari Tiongkok ke seluruh penjuru dunia yang menyebabkan banyak negara melakukan lockdown dan terjadi penurunan jumlah kargo muatan kapal kontainer," kata Carmelita dalam keterangan resmi, Kamis (26/11/2020).

Sebagai tindakan logis, tambah Carmelita, untuk mempertahankan operasional, maka para operator pelayaran kontainer dunia menyusutkan jumlah operasional kapal kontainer untuk memangkas beban biaya perusahaan.

Namun, Tiongkok terlebih dahulu mengatasi pandemi dan lebih dahulu melakukan aktivitas ekonominya serta kargo sudah mulai tumbuh kembali. Tetapi kontainer belum tersedia karena berkurangnya tenaga kerja dari negara-negara yang melakukan lockdown, seperti Amerika

"Akibatnya terjadi kekurangan kontainer. Kondisi ini juga mengakibatkan terkereknya freight atau ongkos angkut pelayaran global menjadi lebih tinggi," imbuh Carmelita.

Khusus Indonesia, lanjut dia, kekurangan kontainer ekspor ini disebabkan karena berkurangnya volume impor yang berarti menurunnya jumlah kontainer yang ke Indonesia.

"Penyebab lainnya karena terjadinya kongesti di beberapa pelabuhan seperti di pelabuhan Singapura, Inggris, Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS). Kongesti ini mengakibatkan terjadinya delay keberangkatan kapal dan mengubah jadwal pelayaran," imbuh Carmelita.

DPP INSA, lanjut dia, menilai perlu adanya solusi dari pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan (Kemdag) untuk membawa kontainer kosong ke Indonesia. Adapun terdapat 1.292 kontainer yang infonya terhambat ekspor, agar diakomodasi untuk tujuan ekspor ke negara tujuan utama (long haul), seperti ke Eropa dan Amerika.

Selanjutnya, diusulkan pula agar repo kontainer kosong ke Indonesia untuk dibebaskan biaya bongkar di pelabuhan. Selain itu, mendorong dibukanya keran impor ke Indonesia, serta eksportir diharapkan mensubstitusi tipe kontainer, dari biasanya menggunakan 40 HC menjadi 20 DC.

“DPP INSA sudah menyampaikan beberapa usulan ini dalam rapat beberapa waktu lalu dengan pemerintah dan stakeholders lainnya,” ujar Carmelita Hartoto.

Sementara itu, kata Carmelita, kekurangan kontainer tidak terjadi di dalam negeri mengingat distribusi logistik dalam negeri dilakukan oleh armada nasional dan peti kemasnya juga berasal dari dalam negeri juga.

"Diimbau pada operator kapal kontainer tetap menjaga kestabilan dan keharmonisan ongkos angkut atau freight agar distribusi logistik national tetap stabil. Tetap dalam ambang kewajaran dan bersaing secara sehat dalam memberikan service dan bukan bersaing pada ongkos angkut," tegas Carmelita.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penataan Regulasi Pertanian Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Mentan, penataan regulasi sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

EKONOMI | 26 November 2020

Kebijakan Pengembangan Industri TPT Perlu Diganti

Selama ini, banyak insentif TPT tidak tepat sasaran.

EKONOMI | 26 November 2020

Volume Pengiriman Ikan dan Tanaman Hias Melonjak saat Pandemi

Volume pengiriman ikan dan tanaman hias meningkat lebih dari 100 persen selama masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 26 November 2020

Pabrik Sarihusada Yogya Raih Penghargaan Opexcon Empat Tahun Beruntun

Sarihusada Generasi Mahardhika kembali menyabet penghargaan tertinggi, Gold Winner Kategori Manufaktur di Indonesia Operational Excellence Conference and Award.

EKONOMI | 26 November 2020

Kemperin Segera Terapkan SNI Wajib Produk Baja

Penerapan SNI Wajib bertujuan melindungi produk dan industri baja dalam negeri.

EKONOMI | 26 November 2020

Sunrise Steel Tambah Kapasitas Pabrik Baja Ringan

Penambahan kapasitas produksi menempatkan Sunrise Steel sebagai produsen baja lapis alumunium seng terbesar di Indonesia

EKONOMI | 26 November 2020

Krisis Bisa Lahirkan Perusahan Digital Hebat

Krisis finansial melahirkan perusahaan digital raksasa seperti Tokopedia, Gojek, Airbnb, dan Dropbox, dan lainnya.

EKONOMI | 26 November 2020

BPJT Optimistis Tol Trans Sumatera Tersambung Tahun 2024

Tugas Hutama Karya menyambungkan Tol Trans Sumatera dari ujumg Selatan hingga Utara cukuplah berat.

EKONOMI | 26 November 2020

Pandemi Covid-19, Penjual di Tokopedia Justru Naik Jadi 10 Juta

Penjual di Tokopedia yang telah mencapai hampir 10 juta penjual, naik dari 6,5 juta pada tahun lalu.

EKONOMI | 26 November 2020

Xendit Jembatani Pertumbuhan Ekonomi Digital di Indonesia

Untuk strategi kedepan, Xendit tidak hanya menyediakan platform pembayaran, tetapi juga membantu pemberian pinjaman untuk modal kerja, hingga layanan SaaS.

EKONOMI | 26 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS