Luhut: Indonesia Miliki Industri Baterai Litium di 2023
INDEX

BISNIS-27 541.037 (0.39)   |   COMPOSITE 6389.83 (-32.64)   |   DBX 1207.48 (3.27)   |   I-GRADE 186.044 (-0.85)   |   IDX30 536.499 (-1.54)   |   IDX80 144.214 (-0.78)   |   IDXBUMN20 435.358 (-6.72)   |   IDXESGL 149.259 (-0.24)   |   IDXG30 145.988 (-0.62)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-1.54)   |   IDXQ30 152.642 (-0.46)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-2.95)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-3.5)   |   IDXV30 148.997 (-0.27)   |   INFOBANK15 1075.9 (-5.53)   |   Investor33 460.647 (-1.04)   |   ISSI 189.211 (-0.86)   |   JII 668.85 (-3.6)   |   JII70 234.095 (-1.4)   |   KOMPAS100 1287.09 (-5.7)   |   LQ45 998.257 (-4.06)   |   MBX 1767.88 (-11.14)   |   MNC36 340.661 (-0.77)   |   PEFINDO25 338.558 (-2.35)   |   SMInfra18 329.085 (-2.52)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-0.52)   |  

Luhut: Indonesia Miliki Industri Baterai Litium di 2023

Jumat, 27 November 2020 | 08:45 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah terus mendorong industri baterai litium sebagai bagian dari keseriusan terhadap program hilirisasi mineral.

Hal ini disampaikan Menko Luhut dalam acara Battery Day Series yang diadakan secara virtual oleh CLSA Sekuritas.

"Saat ini kita akan memiliki smelter copper di Weda Bay, Halmahera, dan kita juga bisa memproduksi asam sulfat yang merupakan bagian penting dari baterai litium. Jadi kita menargetkan pada 2023 kita bisa memproduksi baterai litium 811,” ujar Menko Luhut dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (27/11/2020).

Menurut Menko Luhut, pengembangan produk turunan nikel saat ini masih fokus pada stainless steel, namun secara bertahap pemerintah terus menyiapkan semua kebutuhan agar industri di Indonesia bisa menuju ke produksi baterai litium.

"Indonesia saat ini fokus terhadap hilirisasi, semuanya harus dilakukan hilirisasinya. Mengapa? Karena industri hilirisasi ini menciptakan banyak kesempatan kerja, nilai tambah, transfer teknologi, pendidikan, dan banyak hal lain yang bisa kita dapatkan dari hilirisasi,” terangnya.

Untuk menyukseskan target tersebut, pemerintah juga menyiapkan skema insentif berupa tax holiday yang berlaku untuk HPAL (High Pressure Acid Leaching) dan Pyrometallurgy, kemudian pengurangan royalti dari 10 persen menjadi 2 persen untuk limonite nickel ore untuk produksi HPAL, dan tax allowance untuk pengolahan dan pemurniannya.

"Pipeline proyek HPAL di Indonesia saat ini setidaknya sudah ada 4 pabrik HPAL yang sedang disiapkan. Pertama, yaitu PT Halmahera Persada Lygend di Halmahera, kemudian PT QMB, PT Huayue dan PT Vale Indonesia yang berada di Sulawesi. Ini sudah mulai berjalan sekarang, jadi kami sangat serius khususnya untuk pengembangan ini semua,” tambahnya.

Direktur Harita Nickel, Tonny Hasudungan Gultom menyampaikan, pemerintah sangat serius untuk mendukung industri hilirisasi nikel, khususnya baterai litium. Itulah mengapa saat ini di Sulawesi begitu banyak industri smelter penghasil feronikel.

"Sejauh ini pemerintah sangat men-support industri ini. Salah satunya ditunjukkan dengan memutuskan untuk melarang ekspor bijih nikel sejak 2014. Pemerintah sangat serius untuk mendukung industri hilirisasi ini,” ujar Tonny.

Fasilitas pabrik yang terletak di Pulau Obi, Maluku Utara, tersebut terdiri atas unit high pressure acid leach (HPAL) dan fasilitas penunjang, antara lain unit pembuat asam sulfat, unit penyedia kapur dan lime milk, pembangkit listrik, unit penyedia air, dan pelabuhan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Minim Sentimen, Bursa Asia Mixed

Nikkei 225 Tokyo naik 0,3%, indeks komposit Shanghai turun 0,01%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,35%, Kospi Korsel naik 0,09%.

EKONOMI | 27 November 2020

Atasi Kekurangan Kontainer Global, Ini Usulan INSA

INSA mengusulkan repo kontainer kosong ke Indonesia dibebaskan biaya bongkar di pelabuhan.

EKONOMI | 26 November 2020

Penataan Regulasi Pertanian Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Mentan, penataan regulasi sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

EKONOMI | 26 November 2020

Kebijakan Pengembangan Industri TPT Perlu Diganti

Selama ini, banyak insentif TPT tidak tepat sasaran.

EKONOMI | 26 November 2020

Volume Pengiriman Ikan dan Tanaman Hias Melonjak saat Pandemi

Volume pengiriman ikan dan tanaman hias meningkat lebih dari 100 persen selama masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 26 November 2020

Pabrik Sarihusada Yogya Raih Penghargaan Opexcon Empat Tahun Beruntun

Sarihusada Generasi Mahardhika kembali menyabet penghargaan tertinggi, Gold Winner Kategori Manufaktur di Indonesia Operational Excellence Conference and Award.

EKONOMI | 26 November 2020

Kemperin Segera Terapkan SNI Wajib Produk Baja

Penerapan SNI Wajib bertujuan melindungi produk dan industri baja dalam negeri.

EKONOMI | 26 November 2020

Sunrise Steel Tambah Kapasitas Pabrik Baja Ringan

Penambahan kapasitas produksi menempatkan Sunrise Steel sebagai produsen baja lapis alumunium seng terbesar di Indonesia

EKONOMI | 26 November 2020

Krisis Bisa Lahirkan Perusahan Digital Hebat

Krisis finansial melahirkan perusahaan digital raksasa seperti Tokopedia, Gojek, Airbnb, dan Dropbox, dan lainnya.

EKONOMI | 26 November 2020

BPJT Optimistis Tol Trans Sumatera Tersambung Tahun 2024

Tugas Hutama Karya menyambungkan Tol Trans Sumatera dari ujumg Selatan hingga Utara cukuplah berat.

EKONOMI | 26 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS