IHSG Berpotensi Melemah, Ini Saham-saham yang Layak Diakumulasi
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

IHSG Berpotensi Melemah, Ini Saham-saham yang Layak Diakumulasi

Jumat, 27 November 2020 | 08:59 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Menurut riset Valbury Sekuritas Indonesia, IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (27/11/2020), yang dipengaruhi oleh sentimen-sentimen berikut ini: 1) Indeks bursa berjangka Wall Street sementara bergerak variatif, utamanya indek Dow futures melemah, 2) Indeks regional Asia diperkirakan bergerak beragam, 3) Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS, 4) Peningkatan utang pemerintah hingga akhir Oktober 2020, posisi utang berada mencapai Rp5.877,71 triliun atau naik Rp120,84 triliun dari Rp5.756,87 triliun pada posisi September 2020, 5) The Fed mengindikasikan segera menyesuaikan program pembelian obligasi untuk terus membantu perekonomian AS, dan 6) FOMC memilih untuk mempertahankan suku bunga pinjaman jangka pendek acuan mendekati nol.

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat hingga akhir Oktober 2020, posisi utang pemerintah berada di kisaran Rp5.877,71 triliun atau naik Rp120,84 triliun dari Rp5.756,87 triliun pada posisi September 2020. Angka ini juga naik Rp1.121,58 triliun dari Oktober 2019 sebesar Rp4.756,13 triliun. Utang pemerintah ini masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 85,56% dan pinjaman sebesar 14,44%. Kendati demikian, pengelolaan utang pemerintah dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan berdasarkan pada kebijakan umum pembiayaan utang. Salah satunya dengan mengoptimalkan potensi pendanaan utang dari sumber dalam negeri dan sumber luar negeri sebagai pelengkap. Posisi utang yang naik ini juga diikuti dengan pelebaran rasio utang menjadi 37,84% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Oktober lalu.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan penyusunan APBN 2021 dilakukan dalam situasi yang sangat menantang karena pandemi Covid-19 yang menyebabkan guncangan yang sangat hebat, mobilitas manusia terhenti, perdagangan global merosot, sektor keuangan global bergejolak, harga komoditas menurun tajam, dan ekonomi global masuk jurang resesi. Pada tahun 2021, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tingkat 5%. Namun Menkeu mengingatkan bahwa meskipun proyeksi perekonomian domestik membaik, tetapi pemerintah akan terus waspada karena risiko ketidakpastian masih tinggi.

Sentimen pasar dari luar negeri:
Presiden terpilih AS Joe Biden menyerukan untuk mengakhiri musim perpecahan yang suram, sebagai negara yang menghadapi musim dingin yang panjang dan berat dengan wabah penyakit Covid-19. Biden bersumpah bahwa pada waktunya, masalah pandemi virus corona akan dipecahkan. Lebih dari 260.000 orang Amerika sekarang telah meninggal karena virus itu, jumlah terbesar dari seluruh dunia, menurut penghitungan dari Universitas Johns Hopkins. Biden sekarang dapat mengakses pejabat pemerintah utama dan dana jutaan dollar AS saat dia bersiap untuk mengambil alih kursi kepresidenan pada 20 Januari.

Rekomendasi saham hari ini:
TLKM: Beli
• Tutup 3470, TP 3540
• Boleh beli di level 3340-3470
• Resisten di 3540 & support di 3340
• Waspadai jika tembus di 3340
• Batasi risiko di 3290

BMRI: Beli
• Tutup 6725, TP 7000
• Boleh beli di level 6600-6725
• Resisten di 7000 & support di 6600
• Waspadai jika tembus di 6600
• Batasi risiko di 6575

BBNI : Beli
• Tutup 6300, TP 6425
• Boleh beli di level 6100-6300
• Resisten di 6425 & support di 6100
• Waspadai jika tembus di 6100
• Batasi risiko di 6025

ASII: Beli
• Tutup 5650, TP 5725
• Boleh beli di level 5550-5650
• Resisten di 5725 & support di 5550
• Waspadai jika tembus di 5550
• Batasi risiko di 5500

PGAS: Beli
• Tutup 1430, TP 1450
• Boleh beli di level 1390-1430
• Resisten di 1450 & support di 1390
• Waspadai jika tembus di 1390
• Batasi risiko di 1370

WIKA: Beli
• Tutup 1585, TP 1605
• Boleh beli di level 1555-1585
• Resisten di 1605 & support di 1555
• Waspadai jika tembus di 1555
• Batasi risiko di 1540



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Luhut: Indonesia Miliki Industri Baterai Litium di 2023

Pemerintah terus mendorong industri baterai litium sebagai bagian dari keseriusan terhadap program hilirisasi mineral.

EKONOMI | 27 November 2020

Minim Sentimen, Bursa Asia Mixed

Nikkei 225 Tokyo naik 0,3%, indeks komposit Shanghai turun 0,01%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,35%, Kospi Korsel naik 0,09%.

EKONOMI | 27 November 2020

Atasi Kekurangan Kontainer Global, Ini Usulan INSA

INSA mengusulkan repo kontainer kosong ke Indonesia dibebaskan biaya bongkar di pelabuhan.

EKONOMI | 26 November 2020

Penataan Regulasi Pertanian Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Mentan, penataan regulasi sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

EKONOMI | 26 November 2020

Kebijakan Pengembangan Industri TPT Perlu Diganti

Selama ini, banyak insentif TPT tidak tepat sasaran.

EKONOMI | 26 November 2020

Volume Pengiriman Ikan dan Tanaman Hias Melonjak saat Pandemi

Volume pengiriman ikan dan tanaman hias meningkat lebih dari 100 persen selama masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 26 November 2020

Pabrik Sarihusada Yogya Raih Penghargaan Opexcon Empat Tahun Beruntun

Sarihusada Generasi Mahardhika kembali menyabet penghargaan tertinggi, Gold Winner Kategori Manufaktur di Indonesia Operational Excellence Conference and Award.

EKONOMI | 26 November 2020

Kemperin Segera Terapkan SNI Wajib Produk Baja

Penerapan SNI Wajib bertujuan melindungi produk dan industri baja dalam negeri.

EKONOMI | 26 November 2020

Sunrise Steel Tambah Kapasitas Pabrik Baja Ringan

Penambahan kapasitas produksi menempatkan Sunrise Steel sebagai produsen baja lapis alumunium seng terbesar di Indonesia

EKONOMI | 26 November 2020

Krisis Bisa Lahirkan Perusahan Digital Hebat

Krisis finansial melahirkan perusahaan digital raksasa seperti Tokopedia, Gojek, Airbnb, dan Dropbox, dan lainnya.

EKONOMI | 26 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS