Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 25,1% di Kuartal III
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (0.35)   |   COMPOSITE 6338.51 (15.31)   |   DBX 1329.17 (1.78)   |   I-GRADE 184.48 (0.09)   |   IDX30 515.715 (1.34)   |   IDX80 138.838 (0.25)   |   IDXBUMN20 409.612 (1.56)   |   IDXESGL 142.422 (-0.18)   |   IDXG30 145.816 (-0.2)   |   IDXHIDIV20 454.583 (1.04)   |   IDXQ30 147.765 (0.14)   |   IDXSMC-COM 298.595 (0.64)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-0.34)   |   IDXV30 136.758 (0.58)   |   INFOBANK15 1078.32 (-3.6)   |   Investor33 444.53 (0.6)   |   ISSI 183.756 (0.98)   |   JII 631.17 (2.12)   |   JII70 223.177 (0.54)   |   KOMPAS100 1240.03 (0.86)   |   LQ45 967.718 (1.5)   |   MBX 1724.61 (4.47)   |   MNC36 328.799 (-0.12)   |   PEFINDO25 328.487 (-2.05)   |   SMInfra18 313.342 (2.82)   |   SRI-KEHATI 378.358 (0.39)   |  

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 25,1% di Kuartal III

Jumat, 27 November 2020 | 11:36 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan bahwa industri asuransi jiwa masih mengalami perlambatan sebagai akibat dari pandemi Covid-19.

Perlambatan pada industri jiwa di kuartal III 2020 tercatat sebesar 25,1% pada total pendapatan, yaitu dari Rp 165,08 triliun di kuartal III 2019 menjadi Rp 123,56 triliun di kuartal III 2020. Total premi juga melambat sebesar 7,9% dari Rp 145,41 triliun menjadi Rp 133,99 triliun. Di mana, total premi bisnis baru melambat sebesar 11,5% dari Rp 90,51 triliun menjadi Rp 80,13 triliun. Sementara itu total premi lanjutan melambat sebesar 1,9% dari Rp 54,91 triliun menjadi Rp 53,87 triliun.

“Perlambatan pendapatan termasuk pendapatan premi terjadi di kuartal III 2020, namun mengamati pergerakan dari kuartal II 2020 hingga kuartal III 2020, terjadi peningkatan pendapatan premi yaitu sebesar 2,5% dari Rp 44,18 triliun di kuartal II 2020 menjadi Rp 45,29 triliun di kuartal III 2020, ” sebut Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono dalam konferensi pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal III 2020, Jumat (27/11/2020).

Sementara itu terkait hasil investasi, terjadi perlambatan sebesar 252,8% dari sebelumnya Rp 11,50 triliun menjadi Rp -17,57 triliun. Namun, AAJI optimis bahwa pada akhir tahun 2020 ini kondisi akan mulai membaik sejalan dengan keberhasilan percobaan vaksin Covid-19 di awal tahun nanti. Selain itu juga karena didukung kondisi pasar modal yang mulai membaik, relaksasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang penyesuaian dalam pemasaran dan penjualan Produk Asuransi Yang Disertai Investasi (PAYDI), dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Sama halnya dengan beberapa industri lainnya, industri asuransi jiwa masih menghadapi tantangan di kuartal III 2020 akibat pandemi Covid-19, di mana total pendapatan premi industri asuransi jiwa dan hasil investasi masih melambat. Namun, kami berpandangan optimis sambil tetap berhati-hati dalam mengambil langkah, selain itu kami juga melihat perkembangan pasar modal yang konsisten berada di zona positif pada Oktober dan November 2020 serta tren IHSG yang membaik, di mana kinerja pasar modal sangat berpengaruh kepada kinerja industri asuransi jiwa. Program PEN juga memberi dampak positif agar perekonomian semakin kondusif dan tingkat konsumsi membaik,” jelas Wiroyo.

Adapun, total klaim dan manfaat yang dibayarkan di kuartal III 2020 sedikit melambat sebesar 3,4% dari Rp 113,52 triliun menjadi Rp 109,61 triliun. “Yang mengalami perlambatan terbesar adalah Klaim Manfaat Akhir Kontrak yang melambat 36,9% dari Rp 18,52 triliun di kuartal III 2019 menjadi Rp 11,68 triliun di kuartal III 2020, serta Klaim Partial Withdrawal sebesar 18,5% dari Rp 12,65 triliun menjadi Rp 10,31 triliun,” sebut Wiroyo.

Sementara itu, ada peningkatan pembayaran klaim pada Klaim Meninggal Dunia sebesar 17,4% dari Rp. 7,49 triliun menjadi Rp 8,80 triliun dan nilai tebus (surrender) meningkat sebesar 9% dari Rp 61,90 triliun menjadi Rp 67,45 triliun.

Dari data pembayaran klaim kepada masyarakat tersebut, Ketua Bidang Keuangan, Pajak, & Investasi AAJI Simon Imanto menjelaskan, peningkatan polis yang ditebus didorong banyaknya masyarakat yang membutuhkan uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini.

“Oleh karena itu, sebagai bagian dari edukasi kami kepada konsumen tentang pengelolaan keuangan, kami menyarankan masyarakat bahwa apabila membutuhkan dana, sebaiknya tidak melakukan klaim polis yang ditebus (surrender), melainkan melakukan klaim partial withdrawal saja agar tetap mendapatkan dana untuk kebutuhan hidup dan asuransi tetap berjalan, sehingga nasabah tetap mendapatkan perlindungan asuransi dan mengatur keuangan,” ucap Simon.

Walaupun data AAJI akan kinerja industri pada kuartal III masih menunjukkan perlambatan akibat pandemi Covid-19, namun terdapat peningkatan pada jumlah pemasar berlisensi sebesar 2,1% yaitu dari 622.286 orang menjadi 635.326 orang.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Warung Pintar Berdayakan Peritel Lewat Layanan Grosir Pintar

Diawali di Surabaya, hingga saat ini, Grosir Pintar dapat diakses di Jakarta, Bandung, Depok, Kediri, Mojokerto, Jember, dan beberapa kota lainnya di Pulau Jawa

EKONOMI | 27 November 2020

Model Kerja Hybrid Tingkatkan Produktivitas Karyawan

Salah satu bentuk teknologi yang bisa mendukung efektivitas model kerja hybrid adalah Human Resource Information System (HRIS).

EKONOMI | 27 November 2020

Turun Tipis, Harga Emas Antam Ada di Rp 951.000

Harga emas Antam mencapai Rp 951.000 per gram, turun Rp 2.000 dari perdagangan sebelumnya.

EKONOMI | 27 November 2020

Mowilex Targetkan Pembangunan Pabrik Rampung Kuartal III 2021

Desain pabrik terbaru Mowilex juga ikonik karena tidak terlihat seperti pabrik, melainkan sebuah mal megah dan futuristik.

EKONOMI | 27 November 2020

Kurs Rupiah Relatif Stabil di Kisaran Rp 14.080

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Jumat (27/11/2020), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.080.

EKONOMI | 27 November 2020

IHSG Dibuka Menguat 0,4%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,41% ke kisaran 5.783,7 pada awal perdagangan hari ini, Jumat (27/11/2020).

EKONOMI | 27 November 2020

IHSG Berpotensi Melemah, Ini Saham-saham yang Layak Diakumulasi

Valbury rekomendasikan saham TLKM, BBRI, BBNI, ASII, PGAS, WIKA.

EKONOMI | 27 November 2020

Luhut: Indonesia Miliki Industri Baterai Litium di 2023

Pemerintah terus mendorong industri baterai litium sebagai bagian dari keseriusan terhadap program hilirisasi mineral.

EKONOMI | 27 November 2020

Minim Sentimen, Bursa Asia Mixed

Nikkei 225 Tokyo naik 0,3%, indeks komposit Shanghai turun 0,01%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,35%, Kospi Korsel naik 0,09%.

EKONOMI | 27 November 2020

Atasi Kekurangan Kontainer Global, Ini Usulan INSA

INSA mengusulkan repo kontainer kosong ke Indonesia dibebaskan biaya bongkar di pelabuhan.

EKONOMI | 26 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS