Bank Syariah Hasil Merger Diharapkan Langsung Tancap Gas
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Bank Syariah Hasil Merger Diharapkan Langsung Tancap Gas

Jumat, 27 November 2020 | 16:27 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Bank BUMN syariah hasil merger diharapkan segera tancap gas pasca efektif terbentuk pada Februari 2021, mengingat masih adanya tantangan peningkatan risiko yang dihadapi lembaga keuangan syariah akibat pandemi Covid-19.

Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah Mukhaer Pakkanna mengatakan, masalah yang akan dihadapi bank syariah hasil merger adalah efek samping pandemi Covid-19. Menurutnya, dampak pandemi masih akan dirasakan industri perbankan tahun depan.

“Manajemen bank Syariah hasil merger langsung dihadapkan kepada masalah yang sangat serius dan bersifat extraordinary, uncertainty, complexity dan unprecedented yaitu pandemi Covid-19 yang multiplier effect-nya sangat besar. Karena itu, manajemen harus mulai melakukan review dan revisi target pertumbuhan sama seperti perbankan yang lain,” ujar Mukhaer di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Dia mengatakan, pandemi Covid-19 membuat ada peningkatan risiko yang dihadapi lembaga-lembaga keuangan syariah. Risiko ini berupa terbukanya potensi kenaikan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF).

Untuk menghadapi risiko tersebut, manajemen bank syariah hasil merger harus segera berbenah pasca Februari nanti. Harapannya, pembenahan bisa membuat bank hasil merger bertahan selama pandemi, dan segera bangkit setelah musibah ini usai.

“Kenaikan risiko terhadap perbankan syariah tersebut dalam bentuk non performing financing (NPF) akan menjadi salah satu yang menentukan kemampuan untuk bisa bertahan dan segera bangkit,” ujarnya.

Mukhaer juga menegaskan, gerak cepat manajemen baru dibutuhkan agar harapan masyarakat atas terbentuknya bank hasil merger bisa segera terjawab. Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta ini menyebut, ada harapan besar dari publik agar ke depannya Indonesia memiliki bank syariah besar dan bertaraf internasional dari merger yang tengah berlangsung.

Menurutnya, banyak pihak berharap, dengan merger ini, tentu Indonesia akan memiliki entitas bank syariah sebesar Dubai Islamic Bank di Uni Emirat Arab (UEA). Data menyebutkan, Dubai Islamic Bank mampu menarik sebanyak 55 persen konsumen perbankan di UEA pada 2019. Persentase ini naik dibandingkan pada 2015 yang hanya 47 persen.

“Sekadar catatan, bank tersebut mampu bersaing dengan bank konvensional dengan lini bisnis multi dimensi. Malah, nasabah yang non-muslim sangat banyak, menunjukkan bahwa bank itu bersih, transparan dan sangat kompetitif dalam bersaing dengan bank konvensional. Karena itu, yang utama dari merger bank syariah itu adanya penerapan prosedur baru yang menjamin perbaikan pelayanan pada nasabah, serta azas keterbukaan dan transparansi dalam pengelolaan dana,” papar Mukhaer.

Terpisah, Peneliti Ekonomi Syariah INDEF Fauziah Rizki Yuniarti berharap bank syariah hasil merger bisa memiliki produk bertarif murah untuk nasabah, dan memperbesar pagu pembiayaan untuk sektor UMKM serta pengembangan Bank Wakaf Mikro (BWM).
Menurut Fauziah, bank syariah hasil merger berpeluang memiliki tarif pembiayaan murah karena besarnya modal yang entitas ini miliki. Modal yang besar memperluas kemungkinan bank ini berhasil menarik dana murah dari publik.

Saat ini PBI No. 17/12/PBI 2015 mensyaratkan pembiayaan perbankan syariah ke UMKM minimum 20 persen dari total pembiayaan. “Namun sayangnya bank-bank syariah hanya berusaha sebatas memenuhi angka persyaratn tersebut. Peningkatan porsi pembiayaan ke UMKM wajib masuk ke Rencana Bisnis Bank Syariah BUMN sehingga tidak sekedar memenuhi persyaratan minimum Bank Indonesia di 20 persen, dan menjawab keraguan masyarakat bahwa Bank Syariah BUMN hanya fokus ke konglomerat,” pungkas Fauziah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelabuhan Patimban Turunkan Biaya Logistik di Indonesia

Dalam menghadapi ASEAN Connectivity 2025, menurut Luhut, keberadaan Pelabuhan Patimban diharapkan dapat berkolaborasi dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

EKONOMI | 27 November 2020

Pegadaian Konsisten Melakukan Transformasi

Pegadaian meraih penghargaan BUMN Award 2020 kategori Digital Marketing Transformation for Milennial Generation dari Warta Ekonomi.

EKONOMI | 27 November 2020

Teten Tekankan Tiga Hal Dorong UMKM Go Digital

Pemerintah dampingi UMKM agar eksis.

EKONOMI | 27 November 2020

TOWR dan BRIS Kuasai Daftar Saham Teraktif

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan frekuensi 45.383 kali.

EKONOMI | 27 November 2020

Rupiah Ditutup Menguat di Rp 14.090 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.090- Rp 14.117 per dolar AS.

EKONOMI | 27 November 2020

Akhiri Pekan Ini, IHSG Naik 23 Poin ke 5.783

Sebanyak 268 saham menguat, 199 saham melemah, dan 159 saham stagnan.

EKONOMI | 27 November 2020

Beroperasi 648 Km, Tol Trans Sumatera Siap Layani Libur Nataru

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terdiri dari koridor utama (backbone) sepanjang 2.069 km dan koridor pendukung (sirip) sepanjang 919 km.

EKONOMI | 27 November 2020

IKM Program OVOP Tembus Pasar Global

Kemperin bakal memberikan pelatihan ekspor kepada pelaku IKM yang mengikuti program OVOP.

EKONOMI | 27 November 2020

Bursa Eropa Dibuka Melemah karena Vaksin dan Data Tiongkok

FTSE Inggris turun 20 poin menjadi 6.342.

EKONOMI | 27 November 2020

Perpres 109/2020 Dorong Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional

Program strategis nasional tersebut memperluas ruang lingkup dari PSN sebelumnya mencakup tiga menjadi 10 program.

EKONOMI | 27 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS