Mentan: Dorong Produktivitas, Pertanian Perlu Intervensi Teknologi
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Mentan: Dorong Produktivitas, Pertanian Perlu Intervensi Teknologi

Senin, 30 November 2020 | 17:26 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menegaskan, intervensi dari teknologi menjadi hal yang sangat penting untuk mendorong sektor pertanian agar bisa memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian. Misalnya, untuk mengairi areal persawahan, tidak bisa lagi hanya mengandalkan turunnya hujan, tetapi sudah harus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.

"Kita sudah punya sumber daya alam dan manusianya. Yang harus diintervensi ke depan adalah bagaimana menerapkan science, riset dan teknologi yang tepat. Artinya kualitas intervensi di teknologi menjadi penting, tidak bisa lagi kita abaikan climate change dan cuaca yang tiba-tiba berubah. Kita tidak bisa mengandalkan air turun dari langit, kita butuh intervensi katakanlah melalui artificial intelligence (AI), pengamatan pencitraan satelit yang resolusinya lebih dekat, internet of things (IoT) dan sistem digital lainnya,” kata Syahrul Yasin Limpo dalam webinar "Kedaulatan Pangan dan Energi" yang digelar Indef, Senin (30/11/2020).

Dikatakan Syahrul, sekolah pertanian yang mengedepankan teknologi mutlak diperlukan. Apalagi, Indonesia mendapatkan bonus demografi, di mana 40 persen penduduknya merupakan usia muda, sehingga kesempatan ini harus dimanfaatkan.

“Sekolah pertanian harus didirikan, itu mutlak. Kita punya bonus demografi, 40 persen anak-anak muda. Tetapi, apakah perguruan tinggi kita yang banyak fakultas pertaniannya itu sudah menerapkan pendekatan baru seperti robot construction, AI, mengendalikan dengan IoT?,” tanya Mentan.

Tahun depan, Mentan berjanji akan melakukan lebih banyak intervensi agar perguruan tinggi yang memiliki fakultas pertanian bisa lebih mengoptimalkan teknologi. "Saya terapkan itu tahun depan, insyaAllah saya akan coba intervensi dengan segala kekuatan bekerja sama dengan perguruan tinggi yang mau kita intervensi dengan cara-cara baru," kata Mentan.

SDM Pertanian
Saat menghadiri Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia secara virtual, Senin (30/11/2020), Mentan Syahrul juga mengajak jajaran Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTI) untuk terlibat langsung pada proses pembangunan SDM pertanian indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin pesat.

Menurut Mentan, perguruan tinggi memiliki tanggungjawab yang sama dalam menyediakan kebutuhan pangan bagi 270 juta penduduk Indonesia.

"Gambaran kita besok itu sebenarnya adalah kekuatan negeri dan bangsa ini ada di sektor pertanian. Kenapa demikian? sebab kita punya sumber daya alam yang beragam. Dan tentu saja tugas kita ke depan baik bersama Perguruan Tinggi maupun stakeholder lainya adalah mempersiapkan sumber daya manusianya agar mampu mengolah pertanian sesuai dengan tantangan yang dihadapi," ujarnya.

Dikatakan Mentan, pengerjaan pertanian sudah tidak bisa lagi mengandalkan alat-alat tradisional, tetapi harus sudah mengikuti perkembangan teknologi yang terjadi. "Kita tidak mungkin lagi mengerjakan pertanian dengan alat tradisional. Semua harus mengikuti kondisi yang ada. Jadi yang ingin saya katakan adalah SDM pertanian itu harus segera kita intervensi agar lebih kuat lagi dari hari kemarin," katanya.

Mentan menambahkan, generasi mendatang harus mampu mengoptimalkan semua potensi sumber daya alam Indonesia. Anak muda harus bisa menjadikan pertanian sebagai sumber penghasilan pokok.

"Mereka harus masuk ke sisi on farm dan off farm. Misalnya ayam turunannya apa. Daging turunannya apa dan sayur turunannya apa. Kita (pemerintah) sudan menyediakan teknologinya. Mereka tinggal mengolahnya dengan pendekatan marketplace atau apa saja yang sesuai dengan tantangan," kata Mentan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Apjati Harus Ikut Berantas Sindikat Mafia PMI

BP2MI harap Ketua Apjati yang baru terpilih hasil Munas Apjati, Ayub Basalamah dan seluruh anggota Apjati terlibat dalam memberantas mafia PMI.

EKONOMI | 30 November 2020

Kasus Covid-19 Bikin Cemas Investor, IHSG Terkoreksi Hampir 3%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi hampir 3% pada perdagangan awal pekan, Senin (30/11/2020).

EKONOMI | 30 November 2020

BCA Raih Payment Channel Award 2020

BCA senantiasa menghadirkan beragam solusi perbankan demi menunjang kebutuhan nasabah.

EKONOMI | 30 November 2020

Luncurkan Proyek Baru, GNA Group Bidik Milenial

GNA Group kembali menghadirkan proyek terbaru di kawasan Golden Stone @ Serpong, yang diperuntukkan bagi kalangan milenial.

EKONOMI | 30 November 2020

Penjualan Industri Kemasan Terkerek Perkembangan Teknologi

Penerapan teknologi industri 4.0 dan adaptasi kebiasaan baru diyakini dapat mengerek penjualan industri kemasan.

EKONOMI | 30 November 2020

Manfaatkan RCEP, Indonesia Perlu Tingkatkan Daya Saing

Pemerintah maupun pelaku usaha mesti bekerja sama untuk meningkatkan daya saing ekonomi guna memanfaatkan RCEP secara maksimal.

EKONOMI | 30 November 2020

Pemerintah Serap Aspirasi Peraturan Pelaksana UU Cipta Kerja ke Daerah

Kegiatan sosialisasi UU Cipta Kerja dan serap aspirasi ini sudah dilakukan di Jakarta, Bali, Palembang, Surabaya, Banjarmasin, Manado.

EKONOMI | 30 November 2020

Siang Ini Rupiah Menguat di Tengah Pelemahan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.070-Rp 14.095 per dolar AS.

EKONOMI | 30 November 2020

Siang Ini Mayoritas Bursa Asia di Teritori Negatif

Kospi di Korea Selatan melemah 15,23 (0,57%) mencapai 2.618.

EKONOMI | 30 November 2020

Pemprov-PT Timah Optimalkan Wisata Bawah Laut Pulau Bangka

Minat wisatawan dalam dan luar negeri berwisata bawah laut di Bangka Belitung cukup tinggi.

NASIONAL | 30 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS