Oktober 2020, Uang Beredar Naik Jadi Rp 6.780,8 Triliun
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-5.79)   |   COMPOSITE 6258.57 (-56.46)   |   DBX 1209.79 (-1.54)   |   I-GRADE 185.201 (-1.44)   |   IDX30 531.719 (-6.43)   |   IDX80 142.034 (-1.29)   |   IDXBUMN20 420.424 (-5.86)   |   IDXESGL 146.593 (-1.21)   |   IDXG30 145.132 (-1.32)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-4.47)   |   IDXQ30 151.699 (-1.64)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-2.95)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-2.49)   |   IDXV30 142.342 (-1.61)   |   INFOBANK15 1078.54 (-18.53)   |   Investor33 455.425 (-4.76)   |   ISSI 183.228 (-0.83)   |   JII 646.305 (-1.31)   |   JII70 225.666 (-0.56)   |   KOMPAS100 1262.11 (-10.58)   |   LQ45 987.949 (-11.42)   |   MBX 1725.55 (-17.65)   |   MNC36 336.055 (-3.58)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.21)   |   SMInfra18 316.891 (-0.91)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-4.55)   |  

Oktober 2020, Uang Beredar Naik Jadi Rp 6.780,8 Triliun

Senin, 30 November 2020 | 18:09 WIB
Oleh : Herman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Oktober 2020, terutama disebabkan oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Junanto Herdiawan menyampaikan, posisi M2 pada Oktober 2020 tercatat Rp 6.780,8 triliun atau meningkat 12,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,4% (yoy).

“Peningkatan tersebut disebabkan pertumbuhan M1 sebesar 18,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2020 sebesar 18,0% (yoy), didorong oleh peredaran uang kartal yang tinggi di masyarakat,” kata Junanto dalam keterangan resminya, Senin (30/11/2020).

Sebagai informasi, M1 meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral (giro berdenominasi rupiah), sedangkan M2 meliputi M1, uang kuasi (mencakup tabungan, simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, serta giro dalam valuta asing), dan surat berharga yang diterbitkan oleh sistem moneter yang dimiliki sektor swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun.

Junanto menambahkan, pertumbuhan uang kuasi juga meningkat, dari 10,6% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 10,7% (yoy) pada Oktober 2020. Sedangkan surat berharga selain saham masih mengalami kontraksi meskipun membaik dari bulan sebelumnya, dari -13,9% (yoy) pada September 2020 menjadi -12,1% (yoy) pada bulan laporan.

“Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Oktober 2020 disebabkan oleh kenaikan ekspansi keuangan pemerintah. Hal ini tercermin dari pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat yang meningkat, dari 76,7% (yoy) pada September 2020 menjadi 81,6% (yoy) pada Oktober 2020,” jelas Junanto.

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 13,9% (yoy) pada Oktober 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan September 2020 sebesar 16,7% (yoy).

"Pertumbuhan kredit pada Oktober 2020 juga kembali mengalami kontraksi, dari -0,4% (yoy) pada September 2020 menjadi -0,9% (yoy) pada bulan laporan," jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemanfaatan Teknologi Minim, Produktivitas Pertanian Turun Sejak 2011

Produktivitas faktor total atau total factor productivity (TFP) sektor pertanian cenderung lebih rendah dibandingkan TFP ekonomi secara keseluruhan.

EKONOMI | 30 November 2020

Teleport Siap Mendukung Pengiriman Vaksin Covid-19

Teleport yang merupakan unit usaha logistik AirAsia Digital, siap mendukung distribusi vaksin Covid-19 dengan kemampuan menjangkau jaringan ke 125 kota di Asia

EKONOMI | 30 November 2020

Tugu Insurance Raih Dua Penghargaan di Anugerah Humas Indonesia

Tugu Insurance meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang Anugerah Humas Indonesia 2020.

EKONOMI | 30 November 2020

Mentan: Dorong Produktivitas, Pertanian Perlu Intervensi Teknologi

Intervensi teknologi menjadi hal penting untuk mendorong sektor pertanian memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian.

EKONOMI | 30 November 2020

Apjati Harus Ikut Berantas Sindikat Mafia PMI

BP2MI harap Ketua Apjati yang baru terpilih hasil Munas Apjati, Ayub Basalamah dan seluruh anggota Apjati terlibat dalam memberantas mafia PMI.

EKONOMI | 30 November 2020

Kasus Covid-19 Bikin Cemas Investor, IHSG Terkoreksi Hampir 3%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi hampir 3% pada perdagangan awal pekan, Senin (30/11/2020).

EKONOMI | 30 November 2020

BCA Raih Payment Channel Award 2020

BCA senantiasa menghadirkan beragam solusi perbankan demi menunjang kebutuhan nasabah.

EKONOMI | 30 November 2020

Luncurkan Proyek Baru, GNA Group Bidik Milenial

GNA Group kembali menghadirkan proyek terbaru di kawasan Golden Stone @ Serpong, yang diperuntukkan bagi kalangan milenial.

EKONOMI | 30 November 2020

Penjualan Industri Kemasan Terkerek Perkembangan Teknologi

Penerapan teknologi industri 4.0 dan adaptasi kebiasaan baru diyakini dapat mengerek penjualan industri kemasan.

EKONOMI | 30 November 2020

Manfaatkan RCEP, Indonesia Perlu Tingkatkan Daya Saing

Pemerintah maupun pelaku usaha mesti bekerja sama untuk meningkatkan daya saing ekonomi guna memanfaatkan RCEP secara maksimal.

EKONOMI | 30 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS