Ekonom Core: RPP Klaster UMKM dan Koperasi Sudah Akomodatif
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ekonom Core: RPP Klaster UMKM dan Koperasi Sudah Akomodatif

Selasa, 1 Desember 2020 | 08:19 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menenegah (UMKM) sudah relatif lengkap dan cukup ideal dalam mengakomodir berbagai hal yang selama ini menghambat UMKM dan koperasi. Tinggal fungsi pengawasan yang menurutnya harus diperkuat.

Dalam UU Cipta Kerja dan peraturan pelaksananya, beberapa hal yang diatur terkait kemudahan dan kepastian dalam proses perizinan melalui OSS (Online Single Submission), kemudahan dalam mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (Haki), pendampingan, kemudahan mendapatkan pembiayaan, kepastian legalitas bagi pelaku UMKM, serta adanya peluang yang lebih besar terkait kemitraan antara usaha besar dan UMKM.

Misalnya saja dalam Pasal 64 RPP Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menenegah (UMKM), disebutkan bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memfasilitasi, mendukung, dan menstimulasi kegiatan kemitraan yang saling membutuhkan, mempercayai, memperkuat, dan menguntungkan antara usaha besar dan Usaha Menengah dengan Usaha Mikro dan Kecil. Kemudian Pasal 67 juga mengatur berbagai kemudahan dan insentif yang diberikan dari kemitraan ini.

“Kalau dilihat dari RPP, sepertinya sudah mengakomodasi berbagai evaluasi dari pengembangan UMKM di Indonesia. Salah satunya mendorong usaha besar untuk menggandeng UMKM dalam pengembangan usahanya. Ini kan masalah yang seringkali dibahas, bahwa linkage antara usaha besar dan UMKM selama ini masih relatif kecil,” kata Yusuf Rendy, Senin (30/11/2020).

Yusuf menyampaikan, dalam tataran tujuan, yang diatur di UU Cipta Kerja dan RPP sebagai peraturan pelaksananya sudah relatif baik. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana komitmen pemerintah dalam menjalankan berbagai aturan yang sudah dibuat tersebut.

“Sisi pengawasan menurut saya jadi hal yang sangat penting. Misalnya saja terkait linkage antara usaha besar dan UMKM, perlu dipastikan komitmennya seperti apa, skemanaya seperti apa, keuntungan yang didapat seperti apa bagi usaha besar dan UMKM, sehingga benar-benar terjadi linkage yang saat ini masih minim,” kata Yusuf

Terkait koperasi, beberapa kemudahan juga sudah diatur dalam RPP, antara lain dalam hal kemudahan pendirian koperasi. Misalnya dalam Pasal 3 disebutkan bahwa koperasi primer dibentuk paling sedikit oleh sembilan orang.

Kemudahan lainnya, koperasi juga diberikan dasar hukum yang kuat untuk melaksanakan prinsip usaha syariah, selain juga kemudahan dalam pemanfaatan teknologi.

“Yang diatur dalam UU Cipta Kerja dan peraturan turunannya ini bagus untuk pengembangan koperasi di Indonesia. Selama ini kan koperasi sering disebut sebagai soko guru perekonomian, tetapi nasibnya sekarang seperti ada dan tiada. Jadi saya kira adanya UU Cipta Kerja ini bisa menjadi momentum proses revitalisasi koperasi. Tinggal dibuktikan saja apakah kemudian UU Cipta Kerja ini akan membuat masyarakat semakin tertarik menjalankan usaha koperasi,” kata Yusuf.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Asia Menguat di Awal Perdagangan Desember

Nikkei225 Tokyo naik 0,92%, indeks komposit Shanghai datar, ASX 200 Australia naik 0,87%, dan Kospi Korsel naik 1,35%.

EKONOMI | 1 Desember 2020

Akhiri November, Bursa Eropa Ditutup Melemah

Indeks Stoxx600 turun 0,98%, DAX Jerman turun 0,33%, FTSE Inggris turun 1,59%, CAC Prancis turun 1,42%, FTSE MIB Italia turun 1,3%.

EKONOMI | 1 Desember 2020

Wall Street Ditutup Melemah Tertekan Aksi Profit Taking

Dow Jones Industrial Average melemah 0,9% ke 29.638,64, S&P 500 turun 0,5% ke 3.621,23, dan Nasdaq turun 0,1% ke 12.198,74.

EKONOMI | 1 Desember 2020

Inovasi Jadi Kunci Memenangkan Persaingan di Masa Pandemi

Tras N Co memberikan apresiasi untuk BUMN dan brand inovatif di masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 1 Desember 2020

GBRK Wadahi Industri Startup Baja Ringan

Keberadaan GBRK sebagai wadah bagi startup baja ringan ini mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian.

EKONOMI | 30 November 2020

Rewang Bidik Peluang Bisnis Jasa Bersih-bersih Rumah di Masa Pandemi

Aplikasi Rewang yang mewadahi jasa asisten rumah tangga (ART) telah memudahkan masyarakat.

EKONOMI | 30 November 2020

Pegadaian Boyong 3 Penghargaan BUMN Award

Pegadaian dinilai terus menujukkan kinerja positif di masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 30 November 2020

Erick Thohir Sebut 35 BUMN Masuk dalam Restrukturisasi Bisnis

Terdapat 35 BUMN yang tengah ditangani tim khusus guna direstrukturisasi.

EKONOMI | 30 November 2020

OY! Bisnis Berikan Kemudahan Pelaku UMKM Indonesia

OY! Indonesia selalu berkomitmen untuk terus membantu pertumbuhan UMKM di Indonesia dengan menyediakan produk–produk keuangan digital yang memberikan kemudahan.

EKONOMI | 30 November 2020

Setoran Modal Rp 1,551 Triliun Bank Banten Direstui OJK

Bank Banten telah resmi mendapatkan persetujuan OJK atas dana setoran modal sebesar Rp 1,551 triliun.

EKONOMI | 30 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS