Logo BeritaSatu

Indonesia Perlu Hati-hati Implementasikan RCEP

Selasa, 1 Desember 2020 | 19:12 WIB
Oleh : Harso Kurniawan / HK

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia mesti berhati-hati dalam mengimplementasikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP). Sebab, RCEP berpotensi membuat pasar Indonesia diserbu produk-produk Tiongkok, seperti saat Asean-China Free Trade Area (ACFTA) diimplementasikan.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menuturkan, banjir produk impor Tiongkok membuat produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersungkur, sehingga defisit neraca dagang dengan Negeri Tirai Bambu itu makin lebar.

Advertisement

"Konsekuensi dari ketidaksiapan tentu bisa berdampak terhadap potensi tidak optimalnya RCEP dalam mendorong ekonomi. Artinya, jika strategi ekspor kita masih bergantung pada komoditas dengan nilai tambah rendah, penerapan RCEP sangat disayangkan. Oleh sebab itu, industrialisasi atau hilirisasi produk di dalam negeri perlu didorong lebih ekstensif, agar produk yang dihasilkan merupakan produk yang bisa mempunyai nilai tambah besar, " kata Yusuf Rendy, Selasa (1/12/2020).

Namun demikian, menurut dia, dengan memanfaatkan RCEP, Indonesia bisa mengekspor produk industri ke pasar-pasar potensial dan berkembang, seperti Tiongkok, Vietnam, dan Australia. Apalagi, dalam 10 tahun terakhir ini, porsi ekspor ke Vietnam telah meningkat. Pada 2010, porsinya baru 1,3%, tetapi pada 2019 naik menjadi 3,1%.

"Hal ini tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi Vietnam dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, Vietnam menjadi satu-satunya negara Asean yang bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 7% dalam lima tahun terakhir. Potensi pasar Vietnam sepert inilah yang perlu dimaksimalkan dalam RCEP," imbuh Yusuf Rendy.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan, RCEP berpotensi mempercepat normalisasi arus perdagangan yang terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, Indonesia bisa lebih mudah mengundang masuk investasi dari negara-negara RCEP. Namun, untuk mendapat hasil positif dari perjanjian kerja sama ini, Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara anggota lain.

"RCEP adalah perjanjian yang dapat dimanfaatkan oleh semua negara RCEP, termasuk negara-negara pesaing Indonesia di kawasan. Hanya negara yang mau terbuka untuk maju, lebih produktif, lebih efisien, dan lebih kompetitif, serta mau memacu diri untuk lebih agresif menggunakan komitmen-komitmen perjanjian RCEP untuk kepentingan ekonominya yang akan memperoleh manfaat yang paling banyak dari perjanjian ini,” kata dia



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Debut Perdana di BEI, Saham LAJU Lansung Mentok ARA

saham PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) langsung meroket hingga sebesar 35% ke level 135 atau mentok batas auto-rejection atas (ARA).

EKONOMI | 27 Januari 2023

Sesi I, IHSG Hari Ini Kokoh di 6.929

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 64,3 (0,94%) ke level 6.929,1 pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (27/1/2023).

EKONOMI | 27 Januari 2023

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah 30 Poin ke Rp 14.975

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah ke kisaran Rp 14.975 pada perdagangan hari ini, Jumat (26/1/2023).

EKONOMI | 27 Januari 2023

Lagi, Saratoga Siapkan US$ 150 Juta untuk Investasi

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) kembali menganggarkan dana US$ 150 juta untuk kegiatan investasinya tahun ini.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Boy Thohir: Saatnya GoTo Gojek Tokopedia Back to Basic

Komisaris Utama PT GoTo GOjek Tokopedia Tbk (GOTO) Garibaldi "Boy" Thohir mengatakan bahwa hal terpenting bagi sebuah bisnis adalah profit.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Tukang Becak Bobol Rekening BCA, OJK Ingatkan Jaga Data Pribadi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam menjaga kerahasiaan data pribadi, apalagi yang menyangkut data keuangan.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Penerima Bansos Bisa Ikut Program Kartu Prakerja Skema Normal

Menurut Denni, program Kartu Prakerja skema normal artinya program ini tak lagi bersifat semi-bansos seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Tiket Haji Mahal, Garuda Indonesia Siap Nego

Direktur Utama maskapai Garuda Indonesia Irfan Setiaputra bersedia melakukan negosiasi dengan DPR untuk menurunkan tiket haji.

EKONOMI | 27 Januari 2023

BI: KIS Jadi Kunci Hadapi Tantangan Ekonomi Global, Apa Itu?

Perry menegaskan pentingnya strategi KIS, yaitu konsistensi, inovasi, dan sinergi, dalam menyusun berbagai kebijakan.

EKONOMI | 27 Januari 2023

BUMN Buka Akses Pasar Berkelanjutan UMKM

Kementerian BUMN akan terus membuka akses pasar bekelanjutan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

EKONOMI | 27 Januari 2023


TAG POPULER

# Pleidoi Ferdy Sambo


# Serial Killer


# RUU Kesehatan


# Insiden Lion Air


# Biaya Haji 2023


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Brigadir J, Baiquni Wibowo Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Brigadir J, Baiquni Wibowo Dituntut 2 Tahun Penjara

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE