Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia 99 Unit per 1.000 Penduduk
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-6)   |   COMPOSITE 6289.65 (-101.9)   |   DBX 1346.19 (-23.99)   |   I-GRADE 181.205 (-2.47)   |   IDX30 507.3 (-8.33)   |   IDX80 137.13 (-2.75)   |   IDXBUMN20 404.453 (-9.69)   |   IDXESGL 139.923 (-2.31)   |   IDXG30 143.928 (-2.34)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-6.89)   |   IDXQ30 145.336 (-1.96)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-5.68)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-9.49)   |   IDXV30 137.088 (-4.35)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.02)   |   Investor33 435.377 (-5.2)   |   ISSI 184.679 (-3.76)   |   JII 634.506 (-14.59)   |   JII70 224.071 (-5.04)   |   KOMPAS100 1224.8 (-20.93)   |   LQ45 952.541 (-16.27)   |   MBX 1705.32 (-27.15)   |   MNC36 322.487 (-4.05)   |   PEFINDO25 325.966 (-4.48)   |   SMInfra18 310.375 (-7.63)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-4.83)   |  

Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia 99 Unit per 1.000 Penduduk

Kamis, 3 Desember 2020 | 17:26 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengungkapkan, rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia saat ini masih tertinggal dari negara-negara di Asia Tenggara, yaitu mencapai 99 unit per 1.000 penduduk. Kondisi ini tidak terlepas dari harga kendaraan roda empat yang tinggi lantaran banyaknya pajak yang harus dibayarkan.

Sebagai perbandingan, rasio kepemilikan kendaraan di Malaysia mencapai 490 unit per 1.000 penduduk, sedangkan Thailand rasionya 240 unit per 1.000 penduduk.

Menurut Kukuh, masih rendahnya rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia ini sebenarnya menjadi potensi yang harus dijaga. Karenanya, perlu ada insentif untuk lebih menggairahkan industri otomotif Indonesia. Apalagi ekosistem industri ini mempekerjakan sekitar 1,5 juta pekerja.

"Mobil baru itu sampai diterima oleh konsumen pajaknya kurang lebih ada sekitar 40 persen, mulai dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), Biaya Pemilik Nama Kendaraan Bermotor (BPNKB), dan lainnya yang kurang lebih totalnya 40 persen. Sehingga kita harapkan terjadi relaksasi pajak,” papar Kukuh Kumara dalam acara Zooming with Primus bertajuk 'Menunggu Stimulus Otomotif' yang disiarkan langsung Beritasatu TV, Kamis (3/12/2020).

Kukuh menyampaikan, relaksasi yang diharapkan oleh pelaku industri otomotif bukan berarti seluruh pajaknya dihilangkan atau menjadi 0 persen. Di masa pandemi Covid-19 yang penuh tekanan ini, harapannya pajak tersebut bisa berkurang separuhnya dari total 40 persen menjadi 20 persen.

"Kalau dengan pajak 40 persen yang terjual misalnya 100 unit, dengan total pajak 20 persen harapannya yang terjual bisa sampai ke 150 unit atau 200 unit. Akhirnya kan pemerintah juga mendapatkan revenue yang hampir sama,” ujarnya.

Saat ini, kapasitas produksi mobil di Indonesia mencapai sekitar 2,35 juta unit per tahun, namun yang baru diproduksi sebelum era pandemi Covid-19 sekitar 1,28 juta unit. Sedangkan Thailand dengan penduduk sekitar 77 juta, produksi mobilnya sudah mencapai lebih dari 2 juta unit per tahun.

“Kita tidak ingin kapasitas yang ada semakin turun terus. Ini yang menjadi tantangan bagi kita. Kalau utilisasi pabriknya terlalu rendah, sementara di Asean sedang ada peningkatan kapasitas, maka principal akan berpikir untuk memfokuskan produksi di satu negara tertentu saja, misalnya di Thailand, Malaysia atau Vietnam, ini yang tidak kita inginkan,” kata Kukuh.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Usulan Penurunan PPnBM Mobil Baru Masih Dibahas

Kemperin telah mengajukan relaksasi sejumlah pajak untuk mendukung keringanan pembelian kendaraan.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Gaikindo Minta Total Pajak Mobil Diturunkan Jadi 20%

Aturan pajak yang tinggi untuk memproteksi industri dalam negeri dinilai sudah tidak relevan lagi.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Adira Genjot Digitalisasi Pengajuan Klaim

Kanal digital menjadi jalur yang paling diminati oleh generasi milenial.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Penerimaan Pajak Berkurang, Menkeu Minta Masyarakat Bayar Pajak

Realisasi penerimaan pajak Oktober menunjukkan pertumbuhan negatif 18,8% year on year (yoy) dibanding periode sama tahun lalu.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Minim Transaksi, Bursa Eropa Mixed di Awal Perdagangan

Stoxx600 turun 0,04%, DAX Jerman turun 0,26%, FTSE Inggris naik 0,13%, CAC Prancis turun 0,24%, FTSE MIB Italia naik 0,03%.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Bursa Asia Ditutup Menguat Ditopang Pertumbuhan Sektor Jasa Tiongkok

Nikkei 225 menguat 0,03%, indeks komposit Shanghai turun 0,21%, Hang Seng Hong Kong naik 0,74%, ASX 200 Australia naik 0,38%, Kospi Korsel naik 0,76%.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Rupiah Stabil di Rp 14.100

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Kamis (3/12/2020), terpantau relatif stabil di kisaran Rp 14.100.

EKONOMI | 3 Desember 2020

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 5.822,9

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,15% ke kisaran 5.822,9 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (3/12/2020).

EKONOMI | 3 Desember 2020

Wapres Minta Pengusaha Properti Beri Masukan Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Setidaknya terdapat delapan aspek terkait sektor properti yang diatur UU Cipta Kerja.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Sawit Sumbermas Berencana Kembangkan Lahan hingga 5.000 Ha di 2021

Pengembangan lahan sawit sejalan dengan prospek industri sawit yang masih mengalami peningkatan di tahun depan.

EKONOMI | 3 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS