Kemkeu Sebut Penagihan Piutang Negara di Masa Pandemi Lebih Sulit
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.203 (12.46)   |   COMPOSITE 6241.8 (96.72)   |   DBX 1333.51 (-4.33)   |   I-GRADE 179.858 (4.62)   |   IDX30 503.524 (12.19)   |   IDX80 135.789 (3.05)   |   IDXBUMN20 398.467 (11.15)   |   IDXESGL 139.553 (2.87)   |   IDXG30 143.497 (2.32)   |   IDXHIDIV20 443.737 (10.85)   |   IDXQ30 144.387 (3.38)   |   IDXSMC-COM 295.459 (3.14)   |   IDXSMC-LIQ 360.139 (5.51)   |   IDXV30 133.969 (2.79)   |   INFOBANK15 1035.98 (42.34)   |   Investor33 433.033 (11.5)   |   ISSI 183.362 (0.39)   |   JII 631.454 (-0.28)   |   JII70 222.641 (0.54)   |   KOMPAS100 1216.23 (23.8)   |   LQ45 944.747 (22.97)   |   MBX 1692.89 (31.73)   |   MNC36 320.866 (7.93)   |   PEFINDO25 330.28 (-1.79)   |   SMInfra18 307.272 (6.07)   |   SRI-KEHATI 367.359 (11)   |  

Kemkeu Sebut Penagihan Piutang Negara di Masa Pandemi Lebih Sulit

Jumat, 4 Desember 2020 | 12:39 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Di masa pandemi, pemerintah mengaku mengalami kesulitan melakukan penagihan piutang negara. Namun melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 163/PMK.06/2020 tentang Pengelolaan Piutang Negara yang baru saja diterbitkan Kementerian Keuangan (Kemkeu) melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) diharapkan bisa membantu penanganannya secara lebih efektif.

Melalui peraturan ini, DJKN dikatakan Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Lukman Effendi Kemkeu berkeinginan melakukan transformasi terhadap tata kelola piutang negara yang kini memiliki 59.514 Berkas Kasus Piutang Negara (BKPN) dengan outstanding sejumlah Rp 75,3 triliun.

“Kalau untuk tahun ini agak kecil nilainya karena Covid-19, karena piutang negara tidak bisa ditagih secara online. Ini harus datang menyita dan sebagainya. Jadi, ini risikonya tinggi. Makanya tahun ini targetnya Rp 60 miliar dan berkas kasus yang diselesaikan 7.000 berkas,” sebut Lukman dalam Bincang Bareng DJKN dengan tema Transformasi Penanganan Piutang Negara, Jumat (4/12/2020).

Melalui PMK 163, pihaknya yakin bisa mengurangi berkas kasus piutang yang kebanyakan sudah lama. Menurutnya, piutang dengan jumlah kecil akan diutamakan. “Dengan kebijakan baru ini diharapkan piutang negara lebih tertata karena dikoordinasikan oleh Kementerian Keuangan, bagaimana pencatatannya, pelaporannya, sehingga bisa menekan piutang negara,” kata Lukman.

Pasalnya, tidak hanya terbatas mengenai pengurusan piutang negara pada PUPN, ruang lingkup PMK 163/2020 juga meliputi pengelolaan piutang negara pada K/L, yaitu kegiatan penatausahaan, penagihan, penyerahan dan pengurusan oleh Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN), penyelesaian, serta pembinaan, pengawasan, pengendalian dan pertanggungjawaban. Sebagai pemilik piutang, K/L dinilai lebih mengenali seluk-beluk histori piutang yang ada sehingga dapat lebih efektif mengejar penyelesaian piutang oleh debitur.

Oleh karena itu, DJKN memberikan batasan terkait kriteria piutang negara yang dapat diserahkan pengurusannya oleh K/L kepada PUPN. Kini, K/L mempunyai kewenangan untuk mengelola piutang negara yang besarannya di bawah Rp 8 juta, tidak memiliki barang jaminan, tidak ada dokumen yang membuktikan adanya dan besarnya piutang, serta piutang yang sengketa di Pengadilan Negeri, dan piutang yang dikembalikan atau ditolak oleh PUPN.

Beberapa terobosan dapat diupayakan oleh K/L terkait penagihan piutang negara, antara lain restrukturisasi, kerjasama penagihan, parate eksekusi, crash program, gugatan ke Pengadilan Negeri, dan penghentian layanan. Seluruh upaya ini akan didampingi oleh Kementerian Keuangan dan DJKN dengan dukungan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian kepada K/L, serta rekonsiliasi data secara rutin.

“Dengan diterbitkannya PMK 163/2020, DJKN turut bermaksud untuk meningkatkan kinerja PUPN dalam mengurus piutang negara yang memiliki jumlah signifikan, dengan memaksimalkan berbagai upaya dalam pendekatan eksekusi ataupun non-eksekusi yang menjadi tugas dan kewenangan PUPN,” jelas Lukman.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gandeng Travelio, Unit Grand Central Bogor Bisa Disewakan Harian hingga Tahunan

Pemilik unit di Grand Central Bogor tidak perlu repot-repot mencari penyewa karena ditangani oleh Travelio.

EKONOMI | 4 Desember 2020

IHSG Turun 22 Poin ke Level 5.800 di Sesi I

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 125.340 miliar saham senilai Rp 7,605 triliun.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Dua Tol Jasa Marga Raih Predikat Jalan Tol Terbaik Berkelanjutan

Kedua jalan tol tersebut adalah Tol Semarang-Solo dan Tol Jagorawi.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Rupiah Terkoreksi Sejalan Mata Uang Asia di Awal Sesi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.135-Rp 14.141 per dolar AS.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Aksi Jual Saham Landa IHSG di Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan melemah 25,8 poin (0,45%) menjadi 5.797.

EKONOMI | 4 Desember 2020

BRI Life Jalankan Kegiatan Berorientasi Pembangunan Berkelanjutan

BRI Life turut berperan mengurangi kesenjangan sosial, mencegah kerusakan lingkungan hidup, serta mendorong efisiensi pemanfaatan sumber daya alam.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Bursa Asia Bervariasi di Tengah Kekhawatiran Vaksin Covid-19

Indeks MSCI saham Asia-Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,18% lebih tinggi.

EKONOMI | 4 Desember 2020

IHSG Berpotensi Melemah, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG akan berada di support 5.797 sampai 5.594 dan resistance di level 5.853 samapi 5.900.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Emas Menguat Didorong Harapan Stimulus dan Pelemahan Dolar

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, naik US$ 10,9 atau 0,6% menjadi US$ 1.841,10 per ounce.

EKONOMI | 4 Desember 2020

S&P 500 Turun Tinggalkan Rekor karena Masalah Vaksin Covid-19

Indeks S&P 500 turun 2,29 poin, atau kurang 0,1%, menjadi 3.666,72 setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di awal sesi.

EKONOMI | 4 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS