Manfaatkan RCEP, Daya Saing Indonesia Harus Ditingkatkan
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-1.45)   |   COMPOSITE 6429.76 (-1.12)   |   DBX 1210.46 (11.83)   |   I-GRADE 190.638 (-1.17)   |   IDX30 545.485 (-1.22)   |   IDX80 146.318 (-0.03)   |   IDXBUMN20 442.834 (-1.36)   |   IDXESGL 150.48 (0.12)   |   IDXG30 147.901 (0.17)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-0.7)   |   IDXQ30 155.036 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 294.681 (0.26)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-0.36)   |   IDXV30 149.629 (0.56)   |   INFOBANK15 1097.88 (-9.87)   |   Investor33 466.613 (-0.82)   |   ISSI 189.631 (-0.26)   |   JII 670.82 (-0.2)   |   JII70 234.975 (-0.29)   |   KOMPAS100 1301.99 (-1.72)   |   LQ45 1014.85 (-1.31)   |   MBX 1779.94 (-2.98)   |   MNC36 344.694 (-0.62)   |   PEFINDO25 341.155 (-3.37)   |   SMInfra18 331.858 (1.13)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-0.95)   |  

Manfaatkan RCEP, Daya Saing Indonesia Harus Ditingkatkan

Jumat, 4 Desember 2020 | 14:01 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuaga mengungkapkan, implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) akan membuka peluang yang besar bagi Indonesia untuk memperkuat kinerja perdagangan dengan sesama negara anggota, serta memperluas jangkauan Indonesia dalam rantai nilai global. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Indonesia perlu terus menggenjot daya saing.

RCEP yang ditandatangani pada 15 November ini terdiri dari 10 negara anggota ASEAN beserta lima negara mitra dari kawasan Indo-Pasifik yaitu Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru. RCEP menjadi perjanjian perdagangan terbesar di dunia di luar Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) ditinjau dari cakupan dunia untuk total Produk Domestik Bruto (PDB) RCEP mencapai 30,2%, investasi asing langsung (FDI) sebesar 29,8%, penduduk 29,6 persen%, dan perdagangan 27,4%.

“Perjanjian RCEP ini punya manfaat yang besar bagi Indonesia. Ini merupakan salah satu alat untuk ekspansi pasar. Apalagi anggota RCEP tidak hanya negara-negara ASEAN, tetapi juga negara-negara lain di luar ASEAN, sehingga potensinya sangat besar untuk dimanfaatkan,” kata Jerry Sambuaga dalam acara The 1st International Relations Conference “Indo-Pacific: Outlooks, Opportunities, Challenges” yang diselenggarakan oleh Magister Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan (UPH) secara virtual, Jumat (4/12/2020).

Menurut Wamendag, yang saat ini harus disiapkan oleh sektor perdagangan antara lain meningkatkan daya saing bisnis di dalam negeri, beradaptasi dengan digitalisasi bisnis, meningkatkan perdagangan dan investasi yang ramah lingkungan, mengoptimalkan kemitraan ekonomi yang sudah ada, serta memetakan potensi dan keuntungan kerja sama bilateral selain kerja sama regional.

“Untuk memanfaatkan RCEP, Indonesia harus terus meningkatkan daya saing baik dalam hal teknologi maupun sumber daya manusia,” kata Jerry.

Keuntungan RCEP
Sebelumnya dalam webinar bertajuk “Pemanfaatan RCEP untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional Berkualitas”, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto juga telah menegaskan bahwa implementasi RCEP akan memberi pelaku usaha Indonesia sejumlah keuntungan dalam mengekspor produk-produk mereka.

Dalam hal perizinan ekspor, eksportir Indonesia hanya perlu menggunakan satu macam surat keterangan asal (SKA) untuk bisa mengekspor ke seluruh negara anggota RCEP.

Manfaat lainnya adalah spill-over effect. Dengan memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas yang dimiliki anggota RCEP dengan anggota non-RCEP, produk Indonesia juga dapat mengambil kesempatan untuk memanfaatkan skema preferensi ke negara-negara non-RCEP.

“Hal ini merupakan operasionalisasi dari konsep pendalaman rantai nilai regional di kawasan RCEP untuk memperluas jangkauan memasuki rantai nilai global. Indonesia dapat memaksimalkan spill-over effect untuk membantu meningkatkan ekspor Indonesia ke dunia sebesar 7,2%,” kata Mendag Agus.

Namun ditegaskan Mendag, manfaat dari RCEP ini hanya bisa dioptimalkan bila Indonesia memiliki daya saing yang relatif lebih baik dari negara peserta perjanjian lainnya.

Pada 2019, total ekspor nonmigas Indonesia ke kawasan RCEP mewakili 56,5% dari total ekspor Indonesia ke dunia yaitu sebesar US$ 84,4 miliar. Sementara itu dari sudut impor, RCEP merupakan sumber dari 65,8% total impor Indonesia dari dunia yakni US$ 102 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Program Prioritas Kempupera 2021

Kempupera pioritaskan program Food Estate, kawasan industri, lima destinasi pariwisata superprioritas, padat karya tunai.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Tahun 2021 Awal Kebangkitan Ekonomi Syariah

Pada tahun 2021 ada sembilan inisiatif di perbankan syariah yang sedang terjadi dan melibatkan 21 bank.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Kemkeu Lakukan Penyesuaian Tarif Pungutan Ekspor Kelapa Sawit

Pengenaan tarif baru tersebut mulai berlaku pada 10 Desember 2020.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Kemkeu Sebut Penagihan Piutang Negara di Masa Pandemi Lebih Sulit

Piutang negara tidak bisa ditagih secara online.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Gandeng Travelio, Unit Grand Central Bogor Bisa Disewakan Harian hingga Tahunan

Pemilik unit di Grand Central Bogor tidak perlu repot-repot mencari penyewa karena ditangani oleh Travelio.

EKONOMI | 4 Desember 2020

IHSG Turun 22 Poin ke Level 5.800 di Sesi I

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 125.340 miliar saham senilai Rp 7,605 triliun.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Dua Tol Jasa Marga Raih Predikat Jalan Tol Terbaik Berkelanjutan

Kedua jalan tol tersebut adalah Tol Semarang-Solo dan Tol Jagorawi.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Rupiah Terkoreksi Sejalan Mata Uang Asia di Awal Sesi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.135-Rp 14.141 per dolar AS.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Aksi Jual Saham Landa IHSG di Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan melemah 25,8 poin (0,45%) menjadi 5.797.

EKONOMI | 4 Desember 2020

BRI Life Jalankan Kegiatan Berorientasi Pembangunan Berkelanjutan

BRI Life turut berperan mengurangi kesenjangan sosial, mencegah kerusakan lingkungan hidup, serta mendorong efisiensi pemanfaatan sumber daya alam.

EKONOMI | 4 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS