Industri Tekfin Global Tetap Tumbuh Saat Pandemi
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Industri Tekfin Global Tetap Tumbuh Saat Pandemi

Jumat, 4 Desember 2020 | 14:34 WIB
Oleh : Harso Kurniawan / HK

Jakarta, Beritasatu.com - Cambridge Centre for Alternative Finance (CCAF) dari University of Cambridge Judge Business School, World Bank Group, dan World Economic Forum meluncurkan Studi Penilaian Cepat Pasar FinTech Global Covid-19 (Global Covid-19 FinTech Market Rapid Assessment Study).

Studi tersebut mengungkapkan, industri teknologi finansial (tekfin) atau financial technology (fintech) global terus tumbuh di tengah pandemi. Sebanyak 60% perusahaan yang disurvei telah meluncurkan produk atau layanan baru atau mengembangkan produk yang telah ada sebelumnya.

Namun, pertumbuhan industri tekfin lintas model bisnis, wilayah, dan pasar sangat tidak merata. menghadapi hambatan signifikan dalam operasi dan penggalangan dana. Penyelenggara tekfin juga mengisyaratkan perlunya lebih banyak dukungan peraturan dan pemerintah mengingat pandemi Covid-19 masih menjadi kendala bagi industri. Riset ini didukung oleh UK Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) dan Kementerian Keuangan Luksemburg.

Diambil dari 1.385 perusahaan tekfin di 169 negara, studi tersebut mengindikasikan, 12 dari 13 sektor tekfin mencetak pertumbuhan selama semester I-2020. Perusahaan-perusahaan melaporkan pertumbuhan rata-rata dalam jumlah dan volume transaksi masing-masing 13% dan 11%. Namun, dampak Covid-19 pada kinerja pasar tidak merata di seluruh sektor industri, geografi, dan bergantung pada tingkat perkembangan ekonomi serta ketatnya peraturan terkait Covid-19 di masing-masing negara.

Pembayaran digital, digital savings, wealthtech, dan digital asset exchanges tumbuh 20% lebih, sedangkan sektor digital banking, digital identity, dan regtech menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah, sekitar 10%. Satu-satunya sektor yang melaporkan adanya penurunan selama periode yang sama adalah pinjaman online, yang volume transaksinya turun rata-rata 8%. Pinjaman online, sama seperti pinjaman bank, bersifat procyclical (ketika siklus ekonomi menurun maka penyaluran kredit pasti ikut menurun). Tekfin yang memfasilitasi pinjaman online juga melaporkan penurunan rata-rata 6% dalam hal pemberian pinjaman baru dan melaporkan kenaikan 9% tunggakan.

"Covid-19 mempercepat perubahan perilaku orang dalam berinteraksi dengan layanan keuangan, yang telah menyebabkan kenaikan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari negara-negara berkembang untuk melanjutkan transisi mereka ke keuangan digital yang aman dan inklusif,” kata James Duddridge MP, menteri Inggris untuk Afrika di Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO), Jumat (4/12/2020).

Walaupun studi tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan, dia menuturkan, ada beberapa indikator peringatan. Beberapa perusahaan mengalami penurunan pada posisi keuangan mereka. Penyelenggara tekfin juga mengkhawatirkan kemampuan meningkatkan modal di masa depan. Hal ini adalah sesuatu yang harus menjadi perhatian oleh komunitas tekfin mengingat peluang ekonomi yang signifikan yang diberikan oleh sektor ini.

“Studi ini mengungkapkan, sebagian besar industri tekfin global tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19. Meskipun demikian, hasil tersebut harus diinterpretasikan dalam konteks ketidakseimbangan dalam pertumbuhannya, dan peluang industri harus disandingkan dengan tantangan yang dihadapinya,” kata Co-Founder dan Executive Director Cambridge Centre for Alternative Finance Bryan Zhang.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPR Dukung Proyek Pengembangan Kilang Balongan

Komisi VI DPR RI memberi dukungan penuh proyek pengembangan kilang Refinery Unit VI Balongan.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Industri 4.0 Rambah IKM Gula

Bogortech memasok alat kontrol otomatisasi ke IKM gula semut.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Railink Tambah Jadwal KA Bandara Kualanamu–Medan

PT Railink akan melakukan penambahan jadwal perjalanan kereta api (KA) Bandara Kualanamu–Medan dari 10 perjalanan menjadi 20 perjalanan per hari.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Manfaatkan RCEP, Daya Saing Indonesia Harus Ditingkatkan

Yang harus dipersiapkan dalam menghadapi RCEP adalah meningkatkan daya saing, beradaptasi dengan digitalisasi bisnis, meningkatkan investasi ramah lingkungan.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Ini Program Prioritas Kempupera 2021

Kempupera pioritaskan program Food Estate, kawasan industri, lima destinasi pariwisata superprioritas, padat karya tunai.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Tahun 2021 Awal Kebangkitan Ekonomi Syariah

Pada tahun 2021 ada sembilan inisiatif di perbankan syariah yang sedang terjadi dan melibatkan 21 bank.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Kemkeu Lakukan Penyesuaian Tarif Pungutan Ekspor Kelapa Sawit

Pengenaan tarif baru tersebut mulai berlaku pada 10 Desember 2020.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Kemkeu Sebut Penagihan Piutang Negara di Masa Pandemi Lebih Sulit

Piutang negara tidak bisa ditagih secara online.

EKONOMI | 4 Desember 2020

Gandeng Travelio, Unit Grand Central Bogor Bisa Disewakan Harian hingga Tahunan

Pemilik unit di Grand Central Bogor tidak perlu repot-repot mencari penyewa karena ditangani oleh Travelio.

EKONOMI | 4 Desember 2020

IHSG Turun 22 Poin ke Level 5.800 di Sesi I

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 125.340 miliar saham senilai Rp 7,605 triliun.

EKONOMI | 4 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS