Mengubah Iklim Investasi dengan Rempah Satu per Satu
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mengubah Iklim Investasi dengan Rempah Satu per Satu

Minggu, 6 Desember 2020 | 08:51 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Satu investasi dari pihak swasta di Indonesia telah mengubah model tradisional risiko versus imbal hasil. Sindo Group yang dipelopori wirausahawan Timothy Young dan Brandon Conboy mengincar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor pertanian dan manufaktur rempah-rempah yang sudah lama dihindari dan terbelakang.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemdag), ekspor rempah Indonesia sekitar $500 juta per tahun. Rempah adalah komoditas ekspor terbesar keempat Indonesia dan Indonesia juga merupakan pengekspor lada kedua terbesar di dunia.

Namun, 45% dari pasar rempah masih dijalankan oleh UMKM yang hingga saat ini masih terbelakang dan tersegmentasi. Bagi investor seperti Timothy dan Brandon, ini adalah kesempatan emas untuk mengatasi kesenjangan pendanaan dan meraih imbalan yang lebih besar dari kelas aset lain. Tetapi, Timothy dan Brandon tidak menyangka adanya dampak sosial dengan membantu orang-orang.

Salah satu penerima pembiayaan Sindo Group adalah Sigit Ismaryanto dari PT Alam Sari Interbuana. Ia awalnya bekerja sebagai pekerja konstruksi jalan di selatan Indonesia. Tetapi, ia memiliki cita-cita yang lebih besar. Sigit awalnya bisa dengan mudah mengakses permodalan untuk memulai bisnis pengadaan rempah. Ia bahkan merambah ke infrastruktur dan manufaktur distribusi pangan.

Namun, ia mengaku kesulitan mengakses permodalan dengan maraknya korupsi. Meski Sigit sudah menjalankan usaha sesuai aturan, hal ini tentu berdampak besar pada bisnisnya. Birokrasi dan persetujuan pinjaman di bank milik negara menjadi terlalu rumit dan mahal bagi usaha seperti milik Sigit. Tidak sedikit usaha serupa yang gulung tikar karena tak bisa bertahan. Bagi Sindo Group, ini adalah kesempatan untuk menjadi pemberi pinjaman alternatif.

"Proses persetujuannya cepat dan mereka sangat peduli dengan bisnis kami. Mereka sangat ingin memahami. Ini memberikan harapan bagi saya untuk mencapai tujuan-tujuan bisnis saya," kata Sigit sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (6/12/2020).

Sigit menjelaskan, Timothy sudah beberapa kali mengunjungi tempat usahanya. Ia bahkan mengajarkan Sigit bagaimana mengoptimalkan perusahaannya mulai dari segi manufaktur hingga akuntansi. Sindo Group berhasil meraih internal rate of return (IRR) sebesar 22% yang lebih tinggi dari rata-rata return investasi hanya dengan beberapa kesepakatan pembiayaan jangka pendek.

"Bisnis pengadaan rempah saya sudah berkembang lima kali lipat dengan bantuan Timothy dan para rekannya," kata Sigit.

Bagi Sindo Group, ini baru sebuah permulaan. Sindo Group berawal dari dana investasi untuk distressed debt investing dalam industri pembiayaan. Sindo Group juga didukung oleh Sinar Mas Group dan investor kelas atas lainnya. Namun, mereka menyadari kapasitas return investasi dan adanya perubahan dalam industri.

"Sebagian besar mengejar persentase return yang lebih tinggi dengan bertaruh dengan aman seperti melalui corporate debt dengan rate tinggi atau saham blue-chip. Return investasi di atas 30% sangat sulit, apalagi dengan suku bunga rendah dan pasar yang terus bergolak. Di kalangan investor internasional, tidak banyak yang tertarik untuk berinvestasi di perusahaan berkembang, apalagi UMKM," kata Timothy.

"Asalkan Anda melakukan apa yang perlu dilakukan, mengerjakan pekerjaan rumah, menjalin hubungan yang baik dengan para investee, Anda bisa meraup keuntungan yang besar sekaligus membantu mereka yang memberi makan negara ini," tambahnya.

Kedua pendiri Sindo Group ini saling mengenal melalui seorang teman. Timothy sebelumnya bekerja sebagai trader di HSBC New York. Brandon adalah seorang corporate banker di DBS dan Sinarmas Bank. Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka memiliki passion yang sama untuk investasi dan membawa dampak positif di tempat di mana mereka lahir, Indonesia.

Pengalaman bersama Alam Sari Interbuana membuat keduanya sadar terhadap profitabilitas dan dampak sosial bisa terjadi di waktu yang bersamaan. Dengan tidak hanya memberikan pembiayaan tetapi juga mengajarkan pemilik UMKM praktik bisnis baik, Timothy dan Brandon percaya adanya potensi besar untuk mengembangkan industri ini secara regional atau bahkan secara global.

Dalam keterangan tertulisnya, Sindo Group menyatakan fokus mencari kesempatan investasi di kalangan perusahaan yang terbelakang dan terlewatkan di industri agrikultur sebelum mengincar pasar lain. Dengan mencatat rekor yang kuat dengan berinvestasi, mereka tidak hanya mengumpulkan modal untuk proyek sekarang maupun ke depan, tetapi juga mengubah karakteristik investasi di Indonesia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Harga Emas Anjlok Nyaris 3% di Tengah Naiknya Penjualan Ritel AS

Harga emas di pasar spot turun menjadi US$ 1.755,75 per ons setelah sempat mencapai level terendah lebih 1 bulan di US$ 1.744.30.

EKONOMI | 17 September 2021

Harga Minyak Stabil karena Ancaman Badai Nicholas Berkurang

Minyak mentah Brent naik 21 sen, atau 0,3% menjadi US$ 75,67 per barel.

EKONOMI | 17 September 2021

Pakar Sarankan Pencari Kerja Manfaatkan Fasilitas Management Training

Pencari kerja, khususnya yang baru lulus kuliah mengincar perusahaan besar yang umumnya memiliki program akselerasi karir, atau Management Training (MT).

EKONOMI | 17 September 2021

Dow Jatuh karena Klaim Pengangguran Naik

Dow Jones Industrial Average turun 63,07 poin, atau 0,2% ke 34.751,32.

EKONOMI | 17 September 2021


Gandeng Hotel di Bali, Radiant Utama Jajaki Bisnis IPP

Radiant menjajaki bisnis baru menjadi produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

EKONOMI | 17 September 2021

Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

Kementerian dan lembaga wajib sediakan tempat promosi dan pengembangan UKM paling sedikit 30% total luas lahan area komersial.

EKONOMI | 16 September 2021

Luncurkan Program Kejar, Karier.mu Dukung Masyarakat Asah Potensi

Karier.mu meluncurkan program Kejar guna mendukung masyarakat pemegang Kartu Prakerja menyalurkan potensi untuk mencapai impian.

EKONOMI | 16 September 2021


Masih Mendominasi, Ekspor Industri Pengolahan Tembus US$ 111 Miliar

Industri pengolahan catatkan nilai ekspor sebesar US$111 miliar sepanjang Januari-Agustus 2021, meningkat 34,12% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

EKONOMI | 16 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
LIB Berharap Tunggakan Gaji Klub Liga 2 Lunas Sebelum Kompetisi Dimulai

LIB Berharap Tunggakan Gaji Klub Liga 2 Lunas Sebelum Kompetisi Dimulai

BOLA | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings