Nilai Pasar Asuransi yang Wajar Cegah Nasabah dari Kasus Gagal Bayar
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Nilai Pasar Asuransi yang Wajar Cegah Nasabah dari Kasus Gagal Bayar

Kamis, 10 Desember 2020 | 14:38 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Kepatuhan BRI Insurance (BRINS), Adi Setyanto, mengatakan ada beberapa aspek yang harus diperhatikan nasabah agar tidak mengalami kasus gagal bayar klaim asuransi. Salah satu aspek yang paling pentig diperhatian adalah pricing atau nilai pasar dari asuransi yang ditawarkan.

Menurut Adi, nasabah wajib mengetahui nilai pasar wajar dan sehat bagi perusahaan asuransi. Bahkan, harga pasar minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus diberikan ulang sesuai dengan kondisi saat ini di mana transaksi dan penawaran produk keuangan dilakukan secara digital.

Dengan mengetahui nilai pasar yang wajar dan sehat, lanjut Adi, nasabah dapat memiliki gambaran bagaimana mengelolanya secara efisien, dan memperhitungan risiko dengan menggunakan metodologi sesuai best practice.

"Pricing minimum atau tarif bawah bisa juga tidak pas lagi terhadap resiko yang dinamis, terutama pada era digital dan menyangkut kondisi pandemi," ujarnya dalam Insurance Outlook 2021 "Geliat Industri Asuransi Tahun 2021" yang diselenggarakan oleh Majalah Investor bekerjasama dengan OJK, BRI Insurance, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Allianz Life Indonesia, Kamis (10/12/2020).

Adi menjelaskan, di era digitalisasi juga penawaran produk asuransi harus dilakukan secara detail, sehingga tidak ada kesalahpahaman di benak nasabah. Inklusi keuangan melalui digitalisasi juga perlu mewaspadai kejahatan siber yang semakin meningkat.

Pernyataan senada disampaikan Pimpinan Unit Usaha Syariah Allianz Life Indonesia, Yoga Prasetyo. Menurut dia, sengketa muncul jika nasabah tidak memahami betul atas produk yang dibeli. Apalagi, masih banyak persepsi bahwa asuransi itu adalah investasi, padahal asuransi itu adalah proteksi yang ada unsur investasinya, jika itu unit link.

"Sehingga orang ekspektasinya bayar premi kemudian berharap untung besar. karena untungnya bukan darisana tapi dari coverage investasi itu," ujar Yoga.

Menurut Yoga, keluhan gagal bayar lebih banyak terkait nilai tunai, sedangkan untuk klaim manfaat asuransi proteksi relatif lebih sedikit. Maka dari itu, pemahaman terhadap seluk beluk dari perusahaan asuransi wajib diketahui calon nasabah.

Sementara itu, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Resiko AAJI, Fauzi Arfan, mengatakan adanya gagal bayar karena perbedaan persepsi, menurut sebenarnya dapat dihindari, jika nasabah paham betul atas apa yang dibeli. Beda halnya jika gagal bayar karena perusahaan asuransinya bangkrut yang sudah menjadi ranah otoritas.

Berdasarkan data AAJI, pembayaran klaim pada periode Januari–September 2020 mencapai Rp 109,61 triliun. Porsi klaim paling besar merupakan surrender atau nasabah yang menghentikan polis asuransi jiwanya.

Fauzi mengatakan, peningkatan klaim surrender terjadi karena banyaknya masyarakat yang membutuhkan uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Terkait prospek asuransi di 2021, Fauzi pun meyakini asuransi jiwa akan bertumbuh lebih besar dibandingkan pertumbuhan ekonomi, bahkan kembali sama seperti tahun 2019, yang mana bisa tumbuh 7%-8%.

"Kita di asuransi jiwa optimis akan growth lebih dari 5% which is 7%-8% bahkan bisa double growth," ujar Fauzi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Waspadai Ledakan Sengketa Asuransi di 2021

Klaim atas Covid-19 disinyalir akan meningkat diharapkan tidak berakhir dengan sengketa.

EKONOMI | 10 Desember 2020

Kanal Bancassurance Syariah Avrist Assurance Tumbuh 48%

Hingga Oktober 2020, kontribusi premi bruto bancassurance syariah terhadap total premi syariah mencapai 76,3 persen.

EKONOMI | 10 Desember 2020

Pemerintah Pertahankan Kendali Holding BUMN Ultra Mikro & UMKM

Pemerintah akan mempertahankan kendali tertentu pada BUMN yang menjadi anak perusahaan holding melalui kepemilikan saham dwiwarna.

EKONOMI | 10 Desember 2020

CSAP Rampungkan Target Ekspansi Mitra10 di 2020

Mitra10 mendukung pertumbuhan industri lokal Tanah Air, dengan menjual hampir 80% produksi dalam negeri.

EKONOMI | 10 Desember 2020

Jokowi Minta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Jangkau Seluruh Kabupaten

TPAKD harus lebih aktif mendorong kelompok-kelompok usaha, termasuk kelompok tani dan koperasi.

EKONOMI | 10 Desember 2020

Percepatan Akses Keuangan di Daerah Jadi Prioritas

OJK menaruh perhatian besar dalam upaya peningkatan akses dan literasi keuangan kepada masyarakat di seluruh pelosok negeri

EKONOMI | 10 Desember 2020

Nuansa Permata Bali Rombak Susunan Pengurus Perusahaan

Perombakan pengurus yang terdiri dari dewan direksi dan dewan komisaris, dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja dan performa perusahaan.

EKONOMI | 10 Desember 2020

Rupiah Stagnan Siang Ini

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Kamis (10/12/2020), terpantau datar di kisaran Rp 14.081.

EKONOMI | 10 Desember 2020

Sempat Tembus 6.000, IHSG Sesi I Ditutup Positif di 5.984

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,66% ke kisaran 5.983,6 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (10/12/2020).

EKONOMI | 10 Desember 2020

2021, Momentum Kembalikan Kepercayaan Masyarakat terhadap Asuransi

Pandemi membuat tantangan ke industri asuransi jiwa kian besar. Hal itu memicu beberapa perusahaan asuransi mengalami gagal bayar ke nasabah.

EKONOMI | 10 Desember 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS