Menko Airlangga Optimistis Indonesia Bisa Leading di Asean
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meyakini tahun 2021 akan menjadi tahun pemulihan ekonomi, tahun yang memberikan peluang pada perekonomian nasional untuk bisa leading atau unggul di regional Asean.
Menurut Airlangga, hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi melalui program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).
"Penanganan Covid-19 di Indonesia terus membaik dengan recovery rate sebesar 82,21persen, lebih tinggi dari rata-rata global. Hal ini menunjukkan, penanganan Covid-19 yang kita lakukan sudah on the right track, ditambah dengan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan,” kata Airlangga saat memberi sambutan dalam acara Bisnis Indonesia Awards 2020, Senin (14/12/2020).
Airlangga menyampaikan, tanda-tanda perbaikan ekonomi juga mulai terlihat di berbagai negara. Misalnya saja naiknya Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur. Pada November 2020, PMI Manufaktur Indonesia juga sudah berada di level 50,6, naik hampir 3 poin dari periode sebelumnya pada Oktober 2020 yang berada di level 47,8. Angka indeks di atas 50 ini diartikan mengalami ekspansi.
Airlangga juga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah melampaui titik terendah pada kuartal III/2020. Meskipun masih minus 3,49 persen, namun realisasi tersebut masih lebih baik dari kuartal II/2020 yang berada pada angka minus 5,32 persen. "Apabila momentum ini bisa kita jaga, pertumbuhan di kuartal IV/2020 bisa di angka minus 2 persen sampai positif 0,6 persen,” kata Airlangga.
Sementara itu, permintaan domestik pada kuartal IV/2020 juga telah menunjukkan perbaikan di periode Oktober-Desember 2020. Hal ini dapat terlihat dari laju inflasi yang mulai menunjukkan kenaikan dari sebelumnya mengalami deflasi.
Dukungan APBN
Dalam acara yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pemerintah pada 2021 memproyeksikan ekonomi Indonesia akan kembali tumbuh positif di kisaran 4,5 persen hingga 5 persen. Namun, tercapainya pertumbuhan tersebut sangat bergantung pada bagaimana pandemi Covid-19 bisa dikendalikan.
"Ini sangat tergantung pada cara kita semua menangani, mencegah Covid-19 melalui disiplin kesehatan dan program vaksinasi tahun depan," kata Sri Mulyani.
Ia menambahkan, fokus pemerintah untuk tahun depan adalah tetap melakukan penanganan Covid-19 dan memulihkan ekonomi, meskipun komposisi APBN 2021 mengalami sedikit pergeseran.
"Pertama, tentu di bidang kesehatan, lebih dari Rp 167 triliun disediakan. Ini belum termasuk untuk vaksinasi yang diperkirakan akan membutuhkan anggaran yang cukup signifikan karena jumlah coverage vaksinasi harus cukup besar sehingga menimbulkan imunitas yang memadai," jelasnya.
Selain fokus pada sektor kesehatan, APBN 2021 yang didesain dengan defisit 5,7 persen dari PDB ditujukan untuk terus mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. Sehingga anggaran untuk bidang-bidang seperti pemulihan ekonomi, belanja infrastruktur, ketahanan pangan, serta pembangunan infrastruktur teknologi bidang informasi, komunikasi, juga pariwisata juga ditingkatkan secara signifikan.
"Tentu di dalam kita meningkatkan belanja-belanja untuk ekonomi, ini tidak meninggalkan fokus utama yaitu membangun sumber daya manusia. Maka belanja di bidang pendidikan selain kesehatan dan bantuan sosial menjadi belanja yang terbesar di dalam APBN 2021,” jelas Sri Mulyani.
Dengan komposisi belanja negara tersebut, Sri Mulyani berharap, mesin perekonomian di 2021 bisa semakin menyala secara merata, sehingga seluruh pergerakan ekonomi tidak hanya tergantung kepada APBN saja.
Sumber: BeritaSatu.com
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI
Penonton Semesta Berpesta Yogyakarta Puas Nikmati Penampilan Kahitna dan Yovie and Nuno
Dipinang Sandiaga Uno Masuk Tim Pemenangan Ganjar, Khofifah Tak Mau Buru-buru
Mahasiswa UI Dibunuh, Ketua Himpunan Sastra Rusia Tak Sangka Stafnya Tewas di Tangan Teman Kontrakannya
Soal Maju Jadi Cawapres, Khofifah Belum Dapat Lampu Hijau dari PBNU
B-FILES
Urgensi Mitigasi Risiko Penyelenggara Pemilu 2024
Zaenal Abidin
Identitas Indonesia
Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?
Guntur Soekarno
Dipinang Sandiaga Uno Masuk Tim Pemenangan Ganjar, Khofifah Tak Mau Buru-buru




