Pasar Modal Bullish Refleksi Pemulihan Ekonomi Makin Cepat
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-52)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-13)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-12)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-2)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-13)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-19)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-9)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-20)   |   IDXTRANS 1056 (-4)   |   IDXV30 127 (-0)   |   INFOBANK15 952 (-12)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-4)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-9)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Peluncuran Buku Mirza Adityaswara Kekuatan Komunikasi

Pasar Modal Bullish Refleksi Pemulihan Ekonomi Makin Cepat

Sabtu, 12 Desember 2020 | 13:15 WIB
Oleh : Nasori / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Tren penguatan (bullish) di pasar modal belakangan ini dinilai sebagai refleksi bahwa perekonomian Indonesia telah berada pada jalur pemulihan dan akan berlanjut dengan lebih cepat pada 2021. Ini terjadi tidak lepas dari sejumlah kebijakan dan stimulus dari otoritas terkait yang dianggap sudah tepat untuk merespons krisis ekonomi yang dipicu oleh pandemi Covid-19.

Kendati demikian masih ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang perlu penyelesaian sungguh-sungguh melalui langkah perbaikan struktural, di antaranya defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Defisit transaksi berjalan harus dijaga pada level yang masih bisa terkelola dan berkelanjutan (sustainable) sehingga aman bagi stabilitas moneter.

Hal tersebut mengemuka dalam acara peluncuran dan bedah buku Mirza Adityaswara Kekuatan Komunikasi yang dikemas melalui acara virtual talkshow dengan tema "Indonesia Post Pandemic Economic Recovery and Revival Strategy: Lesson Learned from the Past" pada Jumat (11/12/2020) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Institute.

Tampil sebagai narasumber dalam talkshow tersebut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) 2013-2019, Mirza Adityaswara, Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Vera Eve Lim, Komisaris Utama PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk Rizal Bambang Prasetijo, dan Direktur Eksekutif BI Yoga Affandi.

Mirza menilai kebijakan-kebijakan yang diambil oleh otoritas yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) selama 2020 dalam merespons pandemi Covid-19 sangat baik. Alhasil, hal ini dapat diterima oleh pasar dan pasar pun kemudian mulai pulih sekitar bulan Juli-Agustus 2020.

Pemulihan ekonomi itu, menurut Mirza, diawali oleh pasar keuangan (financial market). “Dan sekarang ini kita melihat pasarnya sudah bullish walaupun sektor riilnya masih bouncing back, belum recovery penuh. Mudah-mudah kita mengalami full recovery pada tahun 2021,” katanya.

Dia berharap proses vaksinasi Covid-19 yang telah diprogramkan oleh pemerintah bisa berjalan lancar, manjur, dan efektif, agar pemulihan ekonomi semakin pasti. Kendati demikian, Mirza mengingatkan agar semua masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan sampai program vaksinasi tuntas dilakukan.

“Tetapi, kita sudah melihat titik terang terkait ekonomi, financial market, dan kondisi perbankan yang mudah-mudahan juga akan getting better di tahun 2021,” ucap Mirza.

Lebih Baik dari 1998
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Vera Eve Lim mengatakan kondisi perbankan saat krisis kali ini yang dipicu oleh pandemi Covid-19 sangat berbeda dengan kondisi perbankan saat krisis 1998. Kondisi perbankan sekarang jauh lebih baik dibandingkan dengan 1998, baik dari sisi permodalan, likuiditas, maupun tata kelola (governance).

Selain itu, lanjut Vera, model komunikasi regulator saat ini juga jauh lebih baik dibandingkan saat krisis 1998. Dalam masa sulit karena pandemi, selama sembilan bulan terakhir, berbagai stimulus diluncurkan oleh otoritas, di antaranya relaksasi kredit.

“Kami sangat berterima kasih kepada regulator, karena memang tidak ada yang prepare menghadapi pandemi ini, juga nasabah. Relaksasi kredit tersebut telah memberikan napas kepada nasabah kredit perbankan untuk melalui masa-masa sulit ini,” ujarnya.

Sedangkan Komisaris Utama PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk Rizal Bambang Prasetijo mengatakan krisis 2020 secara ekonomi berbeda dengan 2018 maupun krisis-krisis sebelumnya. Krisis 2018 lebih disebabkan oleh kejutan permintaan (demand shock) yaitu tiba-tiba permintaan dunia berkurang dan baru merembet ke pasokan (supply).

“Sedangkan 2020 yang terjadi adalah supply shock, tiba-tiba pasokan barang dan jasa harus terhenti walaupun permintaannya sebenarnya cukup sehat. Supply barang dan jasa harus terhenti karena dilakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar, Red),” ujar Rizal.

Karena penyebab krisisnya berbeda, kata dia, maka formula obat yang harus diberikan untuk mengatasi kedua krisis itu juga berbeda. “Kalau tahun 2018 ada kenaikan suku bunga, maka di tahun 2020 obatnya justru dalam bentuk penurunan suku bunga. Bank Indonesia sudah melakukan itu dengan cukup tepat,” ucap Rizal.

Selain itu, lanjut Rizal, keterusterangan regulator atas sejumlah informasi, termasuk permasalahan-permasalahan yang dihadapi perekonomian Indonesia, sangat membantu investor untuk mengambil keputusan secara tepat. Apalagi, kecepatan regulator dalam menyampaikan setiap informasi tersebut sudah cukup baik.

“Itu sangat diapresiasi oleh investor dan memang kejujuran itu basisnya. Saya kira investor memang mengharapkan regulator berterus-terang dan menjaga keterbukaan dalam memberikan informasi. Dengan cara ini, insyaallah kalau ekonominya benar-benar recover, keadaan pasar modal akan lebih baik,” ucapnya.

Menjaga CAD
Pada kesempatan itu, Rizal kembali mengingatkan perlunya menjaga CAD tetap terkelola. Menurutnya, neraca transaksi berjalan bagi negara berkembang seperti Indonesia memang wajar dalam posisi negatif, tetapi harus tetap dijaga pada level yang sustainable. Level sustainable-nya adalah sebesar jumlah modal (capital) yang bisa ditarik oleh negara berkembang.

“Kalau untuk Indonesia ada peraturan tidak tertulis, yang namanya manageable current account deficit itu antara 1,5-2,5% produk domestik bruto (PDB). Kenapa? Karena level ini masih bisa dibiayai dari arus modal dalam bentuk FDI (foreign direct investment) maupun portfolio,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, neraca transaksi berjalan Indonesia yang pada kuartal III 2020 kembali membukukan surplus setelah hampir sembilan tahun mengalami defisit merupakan pencapaian dalam kondisi yang tidak normal, sehingga tidak bisa dijadikan acuan.

“Saat ekonomi berkontraksi, kegiatan dalam negeri berkurang, akibatnya impor barang modal turun. Makanya kita sekarang memiliki CAD surplus,” ujar Rizal.

Pada kuartal III 2020, transaksi berjalan mencatatkan surplus US$ 964,16 juta (0,4% dari PDB), setelah pada kuartal sebelumnya defisit sebesar US$ 2,9 miliar (1,2% dari PDB).

Direktur Eksekutif BI Yoga Affandi menambahkan masalah-masalah struktural telah menjadi perhatian Mirza selama menjabat sebagai deputi gubernur senior BI, di antaranya adalah CAD. Bahkan, karena perhatian yang tinggi terhadap isu ini, Mirza mendapat julukan Mr CAD oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Saya kira ini adalah suatu komunikasi yang genius dari Pak Mirza untuk mengubah isu nilai tukar yang terkesan jangka pendek menjadi isu yang jangka panjang. Kemudian CAD pun menjadi isu struktural dari bangsa ini dan (perbaikannya) menjadi agenda nasional,” ujar Yoga.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Aspadin Tegaskan Produk AMDK Aman Dikonsumsi

Aspadin dan Kementerian Perindustrian telah memastikan keamanan AMDK kemasan galon baik yang menggunakan kemasan galon guna ulang PC maupun galon PET.

EKONOMI | 16 Desember 2020

Digitalisasi Perbankan Wajib Utamakan Keamanan Data Nasabah

Saat ini, ada perubahan perilaku konsumen perbankan melalui pemanfaatan teknologi informasi.

EKONOMI | 16 Desember 2020

Inovasi Terbaru, Peralatan Rumah Tangga Ini Cocok bagi yang Suka Serba Praktis

GM Bear menjual berbagai perlengkapan rumah tangga yang dapat mempermudah pekerjaan rumah tangga sehari-hari.

EKONOMI | 16 Desember 2020

Angkasa Pura I Dorong UMKM Naik Kelas

Angkasa Pura I mendukung pengembangan UMKM melalui penyediaan Galeri UMKM di seluruh bandara kelolaan.

EKONOMI | 16 Desember 2020

Sinergi Pertamina dan Pemangku Kepentingan Perkuat Peran UMKM

Program Kemitraan Pertamina dilaksanakan sejak 1993 dan tercatat telah menyalurkan pinjaman modal usaha kepada 64.000 pelaku usaha yang menjadi mitra binaan.

EKONOMI | 16 Desember 2020

Indonesia Bisa Jadi Kekuatan Baru Kakao di Dunia

Saat ini, sekitar 1,6 juta hektare kebun kakao ada di seluruh di Indonesia dengan kemampuan produksi 0,7 juta ton.

EKONOMI | 16 Desember 2020

Di Tengah Pandemi, Transaksi Harbolnas 12.12 Naik 328%

Daya beli masyarakat Indonesia dinilai mulai pulih.

EKONOMI | 16 Desember 2020

Mastel: Perang Tarif Merugikan Industri Telekomunikasi

Kompetisi berbasis harga layanan data telah mendorong penurunan tarif yang semakin tidak terkendali.

EKONOMI | 16 Desember 2020

Akta Penggabungan Diteken, Proses Merger 3 Bank Syariah Sesuai Jadwal

Bank Syariah Indonesia diharapkan memiliki produk dan SDM yang kompetitif untuk menjawab kebutuhan pasar nasional serta global.

EKONOMI | 16 Desember 2020

Pemuda Muhammadiyah: BSI Role Model Perbankan Syariah

Sunanto menilai, selama ini belum pernah ada lembaga keuangan syariah berskala besar yang dimiliki Indonesia.

EKONOMI | 16 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS