Kemperin Bertekad Wujudkan Kemandirian Industri Obat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemperin Bertekad Wujudkan Kemandirian Industri Obat

Senin, 21 Desember 2020 | 21:43 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Industri farmasi dan alat kesehatan merupakan salah satu sektor yang mampu mencatatkan kinerja gemilang di tengah gempuran dampak pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan tingginya permintaan domestik terhadap produk dari kedua sektor strategis tersebut.

“Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemperin) bertekad untuk mewujudkan kemandirian industri obat dan alat kesehatan di Indonesia, serta mendorong sektor ini agar dapat menjadi pemain utama dan tuan rumah di negeri sendiri,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemperin, Muhammad Khayam pada webinar bertajuk “Efek Covid-19, Urgensi Ketahanan Sektor Kesehatan”, Senin (21/12/2020).

Khayam menegaskan, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Tujuan Inpres tersebut adalah untuk menciptakan kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan nasional, sehingga masyarakat memperoleh obat dengan mudah, terjangkau, dan berkesinambungan.

“Saat ini, pemerintah mendorong industri farmasi nasional untuk terus membangun struktur yang lebih dalam dan terintegrasi, sehingga mampu menghasilkan produk-produk dengan inovasi baru dan bernilai tambah tinggi,” paparnya.

Untuk mencapai sasaran itu, diperlukan iklim usaha yang kondusif, dengan didukung ketersediaan bahan baku dan penguasaan teknologi.

Lebih lanjut, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2020 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Produk Farmasi. Melalui penerapan aturan ini, penghitungan TKDN produk farmasi tidak lagi memakai metode cost based, melainkan dengan metode processed based.

Khayam menjelaskan, penghitungan nilai TKDN produk farmasi yang berdasarkan pada processed based, dilakukan dengan pembobotan terhadap kandungan bahan baku Active Pharmaceuticals Ingredients (API) sebesar 50%, proses penelitian dan pengembangan sebesar 30%, proses produksi sebesar 15% serta proses pengemasan sebesar 5%.

“Metode tersebut diharapkan akan dapat mendorong pengembangan industri bahan baku obat (BBO), serta meningkatkan riset dan pengembangan obat baru. Selain itu, dapat mengurangi impor bahan baku obat dan mendorong kemandirian bangsa di sektor kesehatan,” imbuhnya.

Kebijakan TKDN di sektor farmasi diyakini bakal berkontribusi terhadap akselerasi program pengurangan angka impor yang ditargetkan mencapai 35% pada tahun 2022. Apalagi, pasar dalam negeri sangat potensial untuk berbagai produk farmasi dan alat kesehatan dengan kandungan lokal tinggi.

“Potensi pasar yang besar bagi industri farmasi ini juga menjadi peluang untuk menarik para investor untuk bisa mengembangkan bahan baku obat di Indonesia,” ujar Khayam.

Dalam hal ini, Kemenperin berkomitmen untuk terus mendorong kemandirian industri farmasi di Tanah Air, yang merupakan sektor penting dalam menopang pembangunan kesehatan nasional.

Ada pun langkah strategis yang sedang dijalankan Kemenperin, yakni membangun dan mengembangkan industri bahan baku obat di dalam negeri serta mengembangkan industri yang menghasilkan Obat Modern Asli Indonesia (Omai) berbahan tanaman herbal dalam negeri.

“Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan TKDN farmasi, sehingga dapat memaksimalkan penggunaan obat dalam negeri melalui pengadaan obat pada sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” terangnya.

Khayam menyebutkan, secara rerata TKDN dari alat kesehatan, hingga saat ini sudah mencapai 25-90 persen. “Tentunya ini kabar positif, namun kita harus menargetkan terhadap peningkatan dari TKDN alat kesehatan ini di masa yang akan datang,” tandasnya.

Terkait inovasi alat kesehatan, Khayam menyampaikan, pengembangan ventilator dalam negeri terus dilakukan. Saat ini dijalankan melalui kolaborasi triple helix, yaitu industri, akademisi, pemerintah.

“Saat ini memasuki fase uji klinis, kemudian telah mendapat Sertifikat Uji Peforma Alat Kesehatan dari Balai Keamanan Fasilitas Kesehatan Surabaya, Kementerian Kesehatan. Sebanyak 10 unit R-03 telah selesai dilakukan uji klinis, serta lima unit V-01 telah selesai di kalibrasi dan siap untuk dilakukan uji klinis,” ungkapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelabuhan Patimban Dorong Pertumbuhan Sentra Ekonomi Baru

PTPP berhasil menuntaskan pembangunan fase pertama proyek Pelabuhan Internasional Patimban tepat waktu.

EKONOMI | 21 Desember 2020

Omzet Merchant Akulaku Melonjak 50%

Akulaku telah mendulang sukses saat 11.11 November lalu dengan meningkatkan jumlah transaksi harian lebih 300% dari transaksi hari biasa.

EKONOMI | 21 Desember 2020

Telkom Resmikan Command Center Demi Pastikan Pengalaman Terbaik Bagi Pelanggan IndiHome

Di era pandemi Covid-19, layanan fixed broadband IndiHome milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berupaya untuk memberikan produk

EKONOMI | 21 Desember 2020

Hario, Aplikasi Asuransi Terlengkap

Hario Apps merupakan aplikasi asuransi terlengkap yang dapat diakses secara langsung oleh semua masyarakat melalui smartphone berbasis android dan iOS.

EKONOMI | 21 Desember 2020

Bisnis Sepatu Online Raup 9.000 Pesanan Per Hari

Penjualan sepatu di pasar offline terus menurun, bahkan anjlok hingga 90%.

EKONOMI | 21 Desember 2020

Libur Akhir Tahun, BNI Aktifkan 201 Outlet

BNI melaksanakan operasional terbatas pada dua periode waktu.

EKONOMI | 21 Desember 2020

Sri Mulyani Sebut Penerimaan Pajak di November Membaik

Transportasi dan pergudangan minus 14,61% membaik daripada realisasi bulan sebelumnya negatif 19,39%

EKONOMI | 21 Desember 2020

Sri Mulyani Kembali Revisi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Jadi Minus 2,2%

Pertumbuhan ekonomi di akhir tahun bisa minus 2,2% dengan batas atas, dan minus 1,7% untuk batas bawah.

EKONOMI | 21 Desember 2020

Depok Hijau, Tangerang Fasilitas Lengkap: Mana yang Lebih Baik?

Dengan adanya jalur kereta api, Depok menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari hunian tidak jauh dari Jakarta.

EKONOMI | 21 Desember 2020

Super Energy Anggarkan Capex Rp 100 Miliar di Tahun Depan

Super Energy memproyeksikan pendapatan Rp 683 miliar, dengan laba bersih Rp 80 miliar di tahun depan.

EKONOMI | 21 Desember 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS