2015-2020, Kempupera Selesaikan 18 Bendungan Baru
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

2015-2020, Kempupera Selesaikan 18 Bendungan Baru

Senin, 21 Desember 2020 | 21:51 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam rangka mendukung program ketahanan air dan pangan secara nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) telah membangun 18 bendungan baru selama 2015-2020 untuk menambah volume tampungan air di Indonesia.

Pembangunan bendungan dilanjutkan pada 2020 hingga 2024 untuk memenuhi target Visium Kempupera tahun 2030 yakni rasio tampungan air terhadap jumlah penduduk bisa mencapai sebesar 120 meter kubik per kapita per tahun. Artinya, meningkat dari kondisi saat ini yang baru mencapai 50 meter kubik per kapita per tahun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam siaran persnya, Senin (21/12/2020), mengatakan, potensi air di Indonesia cukup tinggi sebesar 2,7 triliun m3/tahun. Dari volume tersebut, air yang bisa dimanfaatkan sebesar 691 miliar m3/tahun, dimana sudah dimanfaatkan sekitar 222 miliar m3/tahun untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan dan irigasi.

“Namun dengan potensi tersebut, keberadaannya tidak merata dalam dimensi ruang dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air baru. Dimana pada musim hujan air akan ditampung dalam bendungan dan akan dimanfaatkan pada musim kemarau. Itulah gunanya bendungan dan embung/setu untuk menambah tampungan air,” kata Basuki.

Ada pun 15 bendungan yang selesai pada kurun waktu 2015-2019 telah menambah volume tampung sebesar 1.106,04 juta m3 untuk dimanfaatkan sebagai irigasi pertanian seluas 109.790 hektar (ha).

Di samping itu juga penyediaan air baku 6,28 m3/detik, reduksi banjir sebesar 1.859,89 m3/detik, energi sebesar 113,42 MW dan potensi pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

Kelima belas bendungan tersebut adalah Bendungan Rajui dan Payaseunara di Aceh, Jatigede di Jawa Barat, Titab di Bali, Bajulmati dan Nipah di Jawa Timur, lalu Bendungan Teritip di Kalimantan Timur, Raknamo dan Rotiklot di NTT, Tanju dan Mila di NTB, Logung dan Gondang di Jawa Tengah, Sei Gong di Kepulauan Riau, serta Bendungan Sindang Heula di Banten.

Penyelesaian pembangunan bendungan dilanjutkan Kempupera melalui Ditjen Sumber Daya Air pada 2020 dengan tambahan tiga bendungan baru sehingga menjadi 18 bendungan. Ketiga bendungan yang selesai tahun ini adalah Bendungan Napun Gete di Nusa Tenggara Timur, Tukul di Jawa Timur, dan Tapin di Kalimantan Selatan.

Dengan selesainya tiga bendungan tersebut menambah suplai irigasi menjadi 116.162 Ha dan air baku sebesar 7,29 m3/detik.
Pengelolaan sumber daya air dan irigasi melalui pembangunan bendungan akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Kempupera menargetkan sebanyak 61 bendungan baru tuntas secara bertahap hingga 2024, sehingga akan menambah jumlah tampungan air sebesar 3.836, 38 juta m3.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

OJK Dorong Kolaborasi BPR-BPRS dengan Perusahaan Fintech

OJK meyakini kerja sama BPR-BPRS dengan perusahaan fintech dapat menutupi kekurangan masing-masing institusi, sehingga menciptakan efisiensi.

EKONOMI | 30 November 2021

Asing Lepas Saham Rp 973 Miliar, IHSG Ditutup Turun 74 Poin

IHSG pada penutupan perdagangan sore ini Selasa (30/11/2021) turun 74,3 poin (1,12%) ke level 6.533.

EKONOMI | 30 November 2021

KBI dan Pegadaian Garap Pasar Fisik Emas Digital

Melalui kolaborasi dua perusahaan BUMN ini, KBI akan menitipkan emas fisik yang diperdagangkan dalam pasar fisik emas digital kepada Pegadaian.

EKONOMI | 30 November 2021

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.332

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.275- Rp 14.436 per dolar AS.

EKONOMI | 30 November 2021

Perumnas dan PTPN II Kolaborasi Bangun Kota Mandiri Bekala

Perumnas dan PTPN II merampungkan tahap pertama pembangunan kawasan perumahan Kota Mandiri Bekala di Deli Serdang, Sumatera Utara.

EKONOMI | 30 November 2021

Kementerian PUPR Minta Pemda Permudah Perizinan Perumahan

Kementerian PUPR mendorong pemerintah daerah untuk mempermudah proses perizinan dalam mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi.

EKONOMI | 30 November 2021

Bursa Eropa Anjlok Diadang Varian Omicron

Bursa Eropa dibuka melemah tajam pada Selasa (30/11/2021) di tengah kekhawatiran varian Covid-19 omicron.

EKONOMI | 30 November 2021

Ini 3 Wirausaha Muda Jawara Capital League WMM 2021

Tampil sebagai juara 1 (Capital Champion) adalah Aminudi, pengusaha pakan ternak dari sampah organik dengan nama usaha Biomagg dari Depok.

EKONOMI | 30 November 2021

Laba Inocycle Technology Melonjak 253%

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) mencatatkan laba bersih Rp 25,7 miliar atau meningkat 253,6%.

EKONOMI | 30 November 2021

2022, Risiko Ketidakpastian Paling Besar Masih dari Covid-19

Menkeu Sri Mulyani menyebut risiko ketidakpastian di tahun depan yang paling besar masih berasal dari pandemi Covid-19.

EKONOMI | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Studi: Kebakaran Hutan Australia Dipicu Krisis Iklim

Studi: Kebakaran Hutan Australia Dipicu Krisis Iklim

DUNIA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings