eFishery Bukukan Kenaikan Pendapatan Empat Kali Lipat
Logo BeritaSatu

eFishery Bukukan Kenaikan Pendapatan Empat Kali Lipat

Selasa, 22 Desember 2020 | 20:36 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Bandung, Beritasatu.com –Startup akuakultur, eFishery sepajang 2020 mencatatkan peningkatan pendapatan hingga empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sementara gross merchandise value (GMV) naik 287,2% (year-on-year/yoy).

“Selain eFisheryFeeder, di tahun 2020 kami mengoptimalkan lini bisnis eFisheryFund untuk akses terhadap pendanaan, eFisheryFeed penyediaan pakan, dan eFisheryFresh guna pendistribusian produk hasil budidaya,” kata Co-founder dan CEO eFishery, Gibran Huzaifah dalam keterangan tertulisnya Selasa (22/12/2020).

Langkah ini dilakukan mengingat pembudidaya ikan mengalami kesulitan dalam mendapatkan modal usaha, terbatasnya pakan yang tersedia di retailer, dan kendala penyaluran hasil budidaya. eFisheryFund memberikan akses dan menghubungkan pembudidaya ikan secara langsung dengan institusi keuangan. Adapun fitur utama eFisheryFund adalah Kabayan (Kasih Bayar Nanti), yaitu program cicilan untuk memperoleh produk eFishery seperti eFisheryFeeder dan pakan ikan. Penyediaan pakan yang didukung eFisheryFeed ini telah bekerja sama dengan berbagai brand pakan, sehingga pembudidaya memiliki lebih banyak pilihan. "Lebih dari 3.000 ton pakan ikan dari berbagai merek telah didistribusikan melalui layanan ini," kata dia.

Selama tahun 2020, eFisheryFund telah menjalin kerja sama dengan BRI, Alami Sharia, dan Investree. Hingga saat ini, lebih 800 pembudidaya telah didukung oleh eFisheryFund dengan total pinjaman Rp 50 miliar.

Pandemi Covid-19 menekan perekonomian Indonesia dan mengguncang sektor UMKM, termasuk sektor perikanan budidaya. Di awal pandemi, permintaan ikan mengalami penurunan 20%. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain oleh permintaan pasar yang turun, pasar hotel, restoran, dan kafe lesu, dan akses untuk berpindah ke pasar online belum maksimal.

“eFishery fokus membantu menjaga usaha pembudidaya tetap berjalan. Salah satu langkahnya menarik ikan hasil panen pembudidaya dan mengolahnya menjadi produk beku demi menambah nilai jual dan memperpanjang masa konsumsi. Dengan demikian, hasil panen dapat disimpan lebih lama,” kata Gibran.

Gibran menambahkan, melalui eFisheryFresh, ikan yang ditarik dari pembudidaya kemudian disalurkan ke berbagai channel dengan jalur businees to business (B2B). "Selama tahun 2020 ini, lebih 1.000 ton ikan telah ditarik dari puluhan kelompok tani dari berbagai daerah di Indonesia,” kata dia.

Selain pendistribusian melalui jalur business to business, di tahun ini eFishery juga meluncurkan program BerIkan untuk Indonesia (Beri Ikan untuk Indonesia), sebuah aksi sosial yang bertujuan membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, demi melancarkan misi pemberdayaan pembudidaya dan meningkatkan akses pembudidaya terhadap pasar dan keuangan, eFishery turut membangun fasilitas eFisheryPoint. Di eFisheryPoint, pembudidaya dapat memperoleh berbagai informasi seputar teknologi budidaya perikanan dan juga berpartisipasi dalam kegiatan edukatif lainnya, seperti seminar peningkatan literasi finansial. Saat ini eFisheryPoint telah tersebar di lebih dari 65 kota di Indonesia.

Dalam periode satu tahun terakhir ini, inovasi yang diciptakan eFishery telah membantu pembudidaya dalam meningkatkan produksi sebesar 26% dan pendapatan mereka meningkat hingga 45%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Pebisnis Optimistis Pendapatan Meningkat Tahun Depan

Pelaku bisnis Indonesia optimistis pendapatan meningkat pada 2021, seiring membaiknya ekonomi nasional.

EKONOMI | 22 Desember 2020

ExxonMobil Gelar Edukasi Pelumasan Mesin di Industri Listrik

ExxonMobil dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menggelar webinar tentang edukasi pelumasan di industri listrik.

EKONOMI | 22 Desember 2020

Ketum Kadin Nilai Tepat Pengangkatan Sandiaga dan Lutfi Sebagai Menteri

Rosan Roeslani menilai tepat keputusan Jokowi mengangkat Sandiaga Uno sebagai menparekraf dan Muhammad Lutfi sebagai menteri perdagangan.

EKONOMI | 22 Desember 2020

Ketum Kadin Nilai Tepat Pengangkatan Sandiaga dan Lutfi Sebagai Menteri

Rosan Roeslani menilai tepat keputusan Jokowi mengangkat Sandiaga Uno sebagai menparekraf dan Muhammad Lutfi sebagai menteri perdagangan.

EKONOMI | 22 Desember 2020

BPOM Sita Kosmetik Ilegal di Jakarta dan Jabar

BPOM menyita ribuan produk kosmetik ilegal senilai Rp 11 miliar lebih di Jakarta dan Jawa Barat

EKONOMI | 22 Desember 2020

BNI Andalkan Digitalisasi Dukung Pemulihan UMKM

Untuk segmen UMKM, BNI menyiapkan paket program digitalisasi menyeluruh.

EKONOMI | 22 Desember 2020

Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Ini Profil Wahyu Sakti Trenggono

Wahyu Sakti Trenggono menggantikan posisi Edhy Prabowo yang ditangkap KPK karena dugaan kasus korupsi ekspor benih lobster.

EKONOMI | 22 Desember 2020

Muhammad Lutfi Kembali Pimpin Kementerian Perdagangan

Lutfi yang belum lama menjabat sebagai Dubes RI untuk Amerika Serikat (AS) ditunjuk Presiden Jokowi menggantikan posisi Agus Suparmanto.

EKONOMI | 22 Desember 2020

Arief Muhammad Bagikan Tips Sukses Punya Bisnis UMKM

Sukses memulai karier dengan mengelola akun media sosial, Arief Muhammad kini mulai merambah bisnis kuliner dan pakaian.

EKONOMI | 22 Desember 2020

ASDP Catat 138.700 Orang Tinggalkan Jawa Menuju Sumatera

ASDP memperkirakan trafik penumpang dan kendaraan masih akan ramai mengalir hingga akhir pekan ini.

EKONOMI | 22 Desember 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS