Airlangga: Ketahanan Pasar Modal Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.21)   |   COMPOSITE 6251.05 (38.59)   |   DBX 1329.86 (16.32)   |   I-GRADE 180.794 (0.41)   |   IDX30 506.396 (0.9)   |   IDX80 136.709 (0.42)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.37)   |   IDXESGL 140.339 (-0.42)   |   IDXG30 143.133 (0.8)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.87)   |   IDXQ30 145.232 (0.1)   |   IDXSMC-COM 293.729 (3.96)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.07)   |   IDXV30 135.556 (1.53)   |   INFOBANK15 1043.56 (-2.24)   |   Investor33 435.417 (-0.04)   |   ISSI 183.035 (1.64)   |   JII 629.726 (4.78)   |   JII70 221.943 (2.13)   |   KOMPAS100 1220.71 (4.09)   |   LQ45 950.717 (1.82)   |   MBX 1696.63 (8.69)   |   MNC36 322.327 (0.16)   |   PEFINDO25 325.87 (0.1)   |   SMInfra18 306.901 (3.47)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.59)   |  

Airlangga: Ketahanan Pasar Modal Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Rabu, 30 Desember 2020 | 17:31 WIB
Oleh : Lona Olavia / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan apresiasi atas terjaganya stabilitas di Pasar Modal dalam menghadapi gejolak perekonomian. Pemerintah juga mengharapkan ketahanan Pasar Modal menjadi salah satu instrumen yang bisa mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja, vaksinasi Covid-19, dan resilient investor ritel, serta transparansi dan akuntabilitas maka pasar modal Indonesia dan ekonomi Indonesia akan semakin stabil dan pulih di 2021,” kata Airlangga dalam acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2020, Rabu (30/12/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) di pasar modal sepanjang 2020 telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menjaga daya tahan dan mengendalikan volatilitas Pasar Modal akibat gejolak perekonomian dampak pandemi Covid-19. Berbagai kebijakan tersebut juga selaras dengan upaya pemerintah dalam menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional.

“OJK telah mengeluarkan banyak kebijakan pre-emptive dan extraordinary untuk menjaga kepercayaan dan stabilitas pasar, memberikan ruang bagi sektor riil untuk bertahan dan menjaga fundamental lembaga jasa keuangan,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Selama periode Maret sampai dengan Desember 2020, OJK telah mengeluarkan 35 kebijakan Pasar Modal yang fokus pada tiga hal. Pertama, relaksasi bagi pelaku industri antara lain mengatur penyelenggaraan RUPS yang dapat dilakukan secara elektronik.

Kedua, pengendalian volatilitas dan menjaga kestabilan pasar modal dan sistem keuangan, antara lain dengan pelarangan short selling untuk sementara waktu dan diperbolehkannya buyback saham tanpa melalui RUPS oleh emiten.

Ketiga, kemudahan perizinan dan penyampaian dokumen serta pelaporan, antara lain dengan Implementasi Tanda Tangan Elektronik pada Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (Sprint) Modul Wakil Manajer Investasi dan Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana, dan kemudahan emiten/perusahaan publik serta pihak lain dalam menyampaikan laporan dan surat menyurat kepada OJK melalui SPE-IDX.

“Kebijakan OJK tersebut mampu meredam volatilitas dan menjaga stabilitas pasar dengan IHSG yang kembali menguat dan meningkatnya kepercayaan investor ritel terhadap Pasar Modal Indonesia di masa pandemi,” ungkap Wimboh.

Untuk informasi, hingga akhir tahun 2020, pasar saham kembali stabil dan berangsur pulih dengan IHSG pada 29 Desember kemarin ditutup di level 6.036,17 atau secara year to date terkoreksi 4,18% atau mengalami kenaikan sebesar 53,7% dibandingkan level terendahnya pada 24 Maret lalu.

Per 29 Desember 2020, jumlah investor Pasar Modal juga tercatat naik sebesar 56% dari 31 Desember 2019 sebesar 2,48 juta menjadi sebanyak 3,87 juta. Peningkatan jumlah invetor ini didominasi oleh investor domestik yang berumur di bawah 30 tahun yang mencapai sekitar 54,79% dari total Investor.

Selain itu, nilai pengelolaan investasi di Pasar Modal juga tetap meningkat. Hingga 28 Desember 2020, terdapat peningkatan NAB Reksa Dana sebesar 6,85% dari sebelumnya pada 30 Desember 2019 tercatat Rp542,2 triliun naik menjadi Rp579,33 triliun.

Secara akumulatif per 29 Desember 2020, jumlah Asset Under Management (AUM) Reksa Dana, Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Dana Investasi Real Estate (DIRE), KIK Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra), KIK Efek Beragun Aset (EBA), dan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) juga naik sebesar 2,28% dibandingkan posisi 30 Desember 2019 dari Rp 802,65 triliun menjadi Rp 820,98 triliun.

Jumlah total produk RDPT, KIK DIRE, KIK Dinfra, KIK EBA, dan KPD per 29 Desember 2020 sebanyak 597 dengan jumlah total nilai dana kelolaan Rp 249,92 triliun.

Di tahun 2020, OJK telah mengeluarkan surat Pernyataan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum untuk 169 emisi yang terdiri dari 48 Penawaran Umum Perdana Saham, 7 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk, 16 Penawaran Umum Terbatas, 45 Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk Tahap I, dan 53 Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk Tahap II, dengan total nilai hasil Penawaran Umum sebesar Rp 118,70 triliun.

Dari 169 aktivitas Penawaran Umum selama tahun 2020 tersebut, di antaranya merupakan 48 Emiten Efek bersifat Ekuitas baru dan 6 Emiten Efek Bersifat Utang dan atau sukuk baru



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kempupera: Penyaluran FLPP Rumah Subsidi 2020 Capai 106,59%

Pencapaian tersebut, setara dengan nilai Rp 11,23 triliun bagi 109.253 unit rumah.

EKONOMI | 30 Desember 2020

Puskas Baznas Terbitkan 73 Riset Zakat Sepanjang Tahun 2020

Baznas menerbitkan 73 riset berkaitan dengan pengelolaan zakat sepanjang tahun 2020.

EKONOMI | 30 Desember 2020

UPZ Bank Permata dan Baznas Kerja Sama Program Cash for Work

Ketua UPZ PT Permata Bank Syariah, Habibullah dalam siaran persnya, Rabu (30/12), mengatakan, pihaknya mengapresiasi kerja sama dengan Baznas ini.

EKONOMI | 30 Desember 2020

BLT Dana Desa Dipastikan Berlanjut di 2021

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah menyalurkan Rp 71,10 triliun dana desa, atau 99,95 persen dari pagu dana desa 2020

EKONOMI | 30 Desember 2020

Geliat E-Commerce Dorong Pertumbuhan Sektor Logistik

Indonesia dipandang sebagai negara besar di pasar e-commerce Asia dan sektor logistik.

EKONOMI | 30 Desember 2020

Dana Desa Sudah Tersalurkan 99,95%

Kemdes PDTT telah menyalurkan Rp 71,10 triliun dana desa, atau 99,95% dari pagu dana desa 2020 sebesar Rp 71,13 triliun.

EKONOMI | 30 Desember 2020

Sandi Sebut Vaksin Covid-19 Jadi Harapan Kebangkitan Sektor Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan awal 2021 menjadi momentum untuk memulihkan sektor pariwisata.

EKONOMI | 30 Desember 2020

Mandiri Institute: Belanja Masyarakat Membaik di tengah Pandemi Covid-19

Nilai belanja masyarakat dan tingkat kunjungan ritel serta restoran menunjukkan tren pemulihan sejak November 2020.

EKONOMI | 30 Desember 2020

LPS: Simpanan Masyarakat Tembus Rp 6.701 Triliun Per November

LPS catat simpanan masyarakat pada 110 bank umum per November 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,15% (MoM) menjadi Rp 6.701 triliun dari Rp 6.691 triliun.

EKONOMI | 30 Desember 2020

2021, RI Miliki Pusat Industri Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Dunia

Pengembangan industri baterai listrik terintegrasi merupakan langkah konkret sesuai dengan target Presiden Jokowi.

EKONOMI | 30 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS