Kemdag Pastikan Stok Kedelai Cukup untuk Industri Tahu dan Tempe
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemdag Pastikan Stok Kedelai Cukup untuk Industri Tahu dan Tempe

Jumat, 1 Januari 2021 | 16:40 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemdag), Suhanto memastikan stok kedelai cukup untuk kebutuhan industri tahu dan tempe nasional. Karenanya, Kemdag menjamin tahu dan tempe tetap tersedia di masyarakat.

Sebelumnya, Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) menyatakan akan melakukan penyesuaian harga tahu dan tempe dengan harga kedelai impor. Menanggapi hal tersebut, Kemdag melakukan koordinasi dengan Gakoptindo dan memperoleh informasi bahwa harga kedelai impor di tingkat perajin mengalami penyesuaian dari Rp 9.000/kg pada November 2020 menjadi Rp 9.300-9.500/kg pada Desember 2020 atau sekitar 3,33 persen sampai 5,56 persen.

"Kementerian Perdagangan terus mendukung industri tahu tempe Indonesia. Dengan penyesuaian harga, diharapkan masyarakat akan tetap dapat mengonsumsi tahu dan tempe yang diproduksi oleh perajin,” kata Suhanto dalam keterangan resminya, Jumat (1/1/2021).

Suhanto menyampaikan, berdasarkan data Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo), saat ini para importir selalu menyediakan stok kedelai di gudang importir sekitar 450.000 ton. Apabila kebutuhan kedelai untuk para anggota Gakoptindo sebesar 150.000 -160.000 ton/bulan, maka stok tersebut seharusnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan 2-3 bulan mendatang

Dikatakan Suhanto, pada Desember 2020 harga kedelai dunia tercatat sebesar US$ 12,95/bushels, naik 9 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat US$ 11,92/bushels. Berdasarkan data The Food and Agriculture Organization (FAO), harga rata-rata kedelai pada Desember 2020 tercatat sebesar US$ 461 /ton, naik 6 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat US$ 435/ton.

Menurut Suhanto, faktor utama penyebab kenaikan harga kedelai dunia diakibatkan lonjakan permintaan kedelai dari Tiongkok kepada Amerika Serikat selaku eksportir kedelai terbesar dunia. Pada Desember 2020 permintaan kedelai Tiongkok naik dua kali lipat, yaitu dari 15 juta ton menjadi 30 juta ton. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kontainer di beberapa pelabuhan Amerika Serikat, seperti di Los Angeles, Long Beach, dan Savannah sehingga terjadi hambatan pasokan terhadap negara importir kedelai lain termasuk Indonesia.

"Untuk itu perlu dilakukan antisipasi pasokan kedelai oleh para importir karena stok saat ini tidak dapat segera ditambah mengingat kondisi harga dunia dan pengapalan yang terbatas. Penyesuaian harga dimaksud secara psikologis diperkirakan akan berdampak pada harga di tingkat importir pada Desember 2020 sampai beberapa bulan mendatang,” tandas Suhanto.

Suhanto berharap importir yang masih memiliki stok kedelai untuk dapat terus memasok secara kontinu kepada anggota Gakoptindo dengan tidak menaikan harga. Berdasarkan data BPS, harga rata-rata nasional kedelai pada Desember 2020 sebesar Rp 11.298/kg. Harga ini turun 0,37 persen dibanding November 2020 dan turun 8,54 persen dibandingkan Desember 2019.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Beritasatu TV Raih Anugerah Jurnalistik KAI 2021

Beritasatu TV meraih juara 1 Anugerah Jurnalistik KAI 2021.

EKONOMI | 28 September 2021

Setelah Kasus Evergrande, Tiongkok Dihantam Krisis Energi

Setelah kasus gagal bayar Evergrande, kali ini Tiongkok mengalami krisis energi.

EKONOMI | 28 September 2021

Analis Prediksi LPKR Raih Pra-Penjualan Rp 4,2 Triliun

Analis memprediksi PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) sanggup meraih pra-penjualan Rp 4,2 triliun.

EKONOMI | 28 September 2021

IHSG Rawan Terkoreksi, Simak Saham Pilihannya

Support IHSG berada di 5.996, 5.982 dan level resisten berada di 6.170, 6.263.

EKONOMI | 28 September 2021

Awal Sesi, Rupiah dan Mata Uang Asia Terkoreksi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.257-Rp 14.270 per dolar AS.

EKONOMI | 28 September 2021

Awali Perdagangan IHSG di Sekitar Garis Datar

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 2,0 poin (0,05%) menjadi 6.125.

EKONOMI | 28 September 2021

KSPSI: Hampir 100% Buruh di Bekasi Sudah Divaksin

KSPSI dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menggenjot vaksinasi Covid-19 gratis bagi para buruh.

EKONOMI | 28 September 2021

Presiden Tanam Mangrove Bersama Masyarakat di Riau dan Kepri

Presiden Jokowi akan menanam mangrove di Provinsi Riau dan Provinisi Kepulauan Riau (Kepri).

EKONOMI | 28 September 2021

Bursa Asia Pasifik Turun karena Imbal Hasil Obligasi 10 Tahun Naik

Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,32%, sementara indeks Topix melemah 0,38%.

EKONOMI | 28 September 2021

IHSG Berpeluang Melemah, Simak Saham PIlihannya

IHSG pada perdagangan hari ini akan berada di kisaran 6.050-6.150.

EKONOMI | 28 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# SBY


# PKI



TERKINI
Ketua DPD RI: Oligarki Penyebab Ketidakadilan Sosial

Ketua DPD RI: Oligarki Penyebab Ketidakadilan Sosial

NASIONAL | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings