Kemtan Segera Tingkatkan Produksi Kedelai Lokal
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penuhi Kebutuhan Domestik

Kemtan Segera Tingkatkan Produksi Kedelai Lokal

Senin, 4 Januari 2021 | 17:43 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pertanian (Kemtan) berkomitmen segera meningkatkan produksi kedelai dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan domestik kedepannya agar bisa dipenuhi secara mandiri. Pasalnya, kebutuhan kedelai setiap tahunya makin bertambah. Di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya menekan impor kedelai yang hingga saat ini masih tinggi.

"Petani lebih memilih untuk menanam komoditas lain yang punya kepastian pasar. Tapi kami terus mendorong petani untuk melakukan budidaya. Program aksi nyatanya kami susun dan yang terpenting hingga implementasinya di lapangan," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) usai Rapat Koordinasi dan MoU pengembangan serta pembelian kedelai nasional di Kantor Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Jakarta, Senin (4/1/2021).

SYL menuturkan, Kemtan saat ini fokus melipatgandakan produksi atau ketersediaan kedelai dalam negeri. Produksi kedelai dalam negeri menurutnya harus bisa bersaing, baik kualitas maupun harganya melalui perluasan areal tanam dan mensinergikan para integrator, unit-unit kerja Kemtan serta pemerintah daerah.

"Hari ini kami sudah bertemu dengan jajaran Kemtan dan juga melibatkan integrator dan juga unit-unit kerja lain dari kementerian dan pemerintah daerah untuk mempersiapkan kedelai nasional kita lebih cepat. Kita bergerak cepat, sehingga produksi kedelai dalam negeri meningkat," imbuh SYL.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi menambahkan, faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga kedelai impor yakni ongkos angkut yang juga mengalami kenaikan. Waktu pengiriman impor kedelai dari negara asal yang semula ditempuh selama tiga minggu menjadi lebih lama yaitu enam hingga sembilan minggu.

Terkait harga kedelai saat ini yang mengalami kenaikan cukup signifikan sekitar 35 persen merupakan dampak pandemi Covid-19, utamanya produksi di negara-negara produsen seperti Amerika Serikat, Brasil, Argentina, Rusia, Ukraina dan lainnya.

Di kesempatan sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemdag), Suhanto juga menyampaikan, faktor utama penyebab kenaikan harga kedelai dunia diakibatkan lonjakan permintaan kedelai dari Tiongkok kepada Amerika Serikat selaku eksportir kedelai terbesar dunia.

Pada Desember 2020, permintaan kedelai Tiongkok naik dua kali lipat, yaitu dari 15 juta ton menjadi 30 juta ton. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kontainer di beberapa pelabuhan Amerika Serikat, seperti di Los Angeles, Long Beach, dan Savannah sehingga terjadi hambatan pasokan terhadap negara importir kedelai lain termasuk Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Perdagangan, pada Desember 2020 harga kedelai dunia tercatat sebesar US$ 12,95/bushels, naik 9 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat US$ 11,92/bushels. Berdasarkan data The Food and Agriculture Organization (FAO), harga rata-rata kedelai pada Desember 2020 tercatat sebesar US$ 461 /ton, naik 6% dibanding bulan sebelumnya yang tercatat US$ 435/ton.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Staycation Dorong Permintaan Apartemen Sewa

Pasar apartemen sewa diperkirakan akan pulih pada tahun 2021.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Harga Jual Kondominium Diproyeksikan Tetap Stabil

Sebanyak 30.000 unit kondominium akan serah terima di tahun 2021.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Kinerja Bisnis Hotel Mulai Membaik

Pelaku bisnis perhotelan melihat perbaikan pasar akan terus berlanjut hingga tahun 2021.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Startup Logistik Trawlbens Optimistis Kinerja Melesat di 2021

TrawlBens turut memajukan industri UKM.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Pemerintah Optimistis 2021 Jadi Tahun Pemulihan Ekonomi Nasional

Pemerintah memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 4,5%-5,5%. IHSG diharapkan mampu menyentuh level 6.800-7.000 pada akhir tahun ini.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Percepat Pemulihan UMKM, Perlu Dibangun Ekosistem Terintegrasi

Pembentukan ekosistem terpadu harus dilakukan karena selama ini pemberdayaan UMKM terkesan masih dilakukan parsial oleh banyak lembaga.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Sesi I, Ini 5 Saham Pilihan Asing Hari Ini

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 35,8 miliar. Saham BBCA naik 0,52% ke Rp 34.025.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Desember, Nilai Tukar Petani Naik 0,37%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Desember 2020 sebesar 103,25, naik 0,37% dibanding NTP bulan sebelumnya.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Rupiah Terus Menguat ke Rp 13.865

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Senin (4/1/2021), terpantau menguat ke kisaran Rp 13.865.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Sesi I, IHSG Menguat 1%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1% ke kisaran 6.038,8 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (4/1/2021).

EKONOMI | 4 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS