Logo BeritaSatu

Wijaya Karya Bidik Kontrak Rp 15 Triliun di 2021

Senin, 4 Januari 2021 | 23:37 WIB
Oleh : Muawwan / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) membidik Kontrak Dihadapi atau Order Book pada 2021 sebesar Rp 15,52 triliun. Target tersebut naik 6,27% dari Revisi Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020 sebesar Rp 14,61 triliun.

Target Kontrak Dihadapi terdiri dari target Kontrak Baru (New Contract) Rp 4,22 triliun dan Carry Over tahun 2020 sebesar Rp 11,30 triliun. Sedangkan target Kontrak Baru 2021 sebesar Rp 4,22 triliun atau naik 22,63% dari target Revisi Kontrak Baru 2020 sebesar Rp 3,44 triliun. Rencananya, komposisi perolehan Kontrak Baru 2021 berasal dari Pemerintah 44%, BUMN/BUMD 19%, dan swasta 37%.

Advertisement

"Dari komposisi tersebut, WEGE fokus pada proyek-proyek yang memiliki pendanaan yang kuat, jelas dan independen," jelas Direktur Utama WEGE Nariman Prasetyo dalam keterangan resminya, Senin (4/1/2020).

Sedangkan target Penjualan (termasuk Penjualan Joint Operation /JO) 2021 sebesar Rp 3,84 triliun naik 44,26% dari target Revisi RKAP 2020 sebesar Rp 2,66 triliun dengan target laba bersih mencapai Rp 231,67 miliar atau 67,26% naik dari target Revisi Laba Bersih 2020 Rp 138,51 miliar.

Untuk pengembangan bisnis di tahun 2021, perusahaan juga menggelontorkan Belanja Modal (Capital Expenditure) sebesar Rp 301,07 miliar yang diperuntukkan untuk Investasi Fixed Asset dan Pengembangan Usaha pada Bisnis Konsesi.

“WEGE Optimis target perusahaan 2021 dapat tercapai karena perusahaan memiliki pasar yang jelas dan independen dengan dukungan fundamental perusahaan yang sehat,” tegas Nariman.

Selain itu, kelangsungan bisnis perusahaan di tahun 2021 juga dapat berjalan baik karena WEGE memiliki proyek-proyek Carry Over sebesar Rp 11,30 triliun yang dapat dikerjakan di tahun ini.

Di tengah perlambatan perekonomian dunia dan risiko ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, WEGE optimis kondisi ekonomi Indonesia akan kembali pulih. Apalagi, menurut Nota Keuangan beserta RAPBN 2021, kondisi perekonomian nasional di tahun 2021 diperkirakan tumbuh 4,5 - 5,5%.

Faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah penanganan Covid-19 yang intensif, dukungan stimulus moneter dan fiskal, program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dalam rangka pemulihan ekonomi, serta pertumbuhan ekonomi global Indonesia yang berdampak pada membaiknya iklim investasi .

Menurut Nariman, untuk menghadapi kondisi ekonomi dan bisnis di tahun 2021, WEGE menerapkan berbagai strategi baik pada tingkatan operasional, pemasaran, maupun pengembangan dan strategi keuangan. Beberapa strategi tersebut antara lain world class standard di bidang implementasi QSHE, fokus pada kualitas, keselamatan, dan transformasi digital di semua fungsi. Kemudian masuk pasar premium, selektif memilih pelanggan/partner dan mengembangkan usaha backward.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Blibli Bayar Utang ke BCA dan BPTN Rp 5,5 T dari Dana IPO

Dari total dana IPO Blibli senilai Rp 7,74 triliun, sekitar 71,05% atau Rp 5,5 triliun untuk pelunasan utang ke bank.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Rupiah Hari Ini 6 Februari 2023 Anjok 100 Poin Lebih

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini Senin (6/2/2023) pagi melemah cukup dalam.

EKONOMI | 6 Februari 2023

IHSG Hari Ini 6 Februari 2023 Melemah di Awal Perdagangan

IHSG di BEI pada perdagangan hari ini Senin (6/2/2023) dibuka turun di tengah negatifnya bursa saham Amerika Serikat (AS).

EKONOMI | 6 Februari 2023

Harga Beras Naik, Bulog Polewali Mandar Gelontorkan 700 Ton Beras ke Pasar

Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengalami kenaikan sejak awal tahun 2023.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Investor Cermati Pertumbuhan Ekonomi, Pasar Obligasi Akan Menguat

Pasar obligasi di dalam negeri diproyeksi akan menguat terbatas di awal pekan, menyusul rencana pengumuman pertumbuhan ekonomi 2022.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Bursa Asia Mixed karena Laporan Pekerjaan AS dan Bunga Fed

Bursa Asia Pasifik beragam (mixed) pada Senin (6/2/2023) karena laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) lebih kuat dari perkiraan.

EKONOMI | 6 Februari 2023

GOTO Jajaki Jual Aset Non-Inti agar Cepat Hasilkan Cuan

PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tengah mengkaji menjual aset dalam bentuk investasi di saham perusahaan non-inti untuk mempercepat cuan.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Harga CPO Dipengaruhi Rencana Stop Ekspor Malaysia dan B35

Pergerakan harga CPO pada pekan ini akan bergantung sejumlah indikator penting di pasar CPO Malaysia dan program B35 di Indonesia.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Dana Asing Masih Deras, Harga SUN Pekan Ini Diprediksi Naik

Harga SUN diproyeksi kembali menguat pada pekan ini, seiring maraknya aliran dana asing (capital inflow) ke pasar surat berharga negara (SBN).

EKONOMI | 6 Februari 2023

Investor Pantau Rilis Pertumbuhan Ekonomi, Arah IHSG?

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia karena menjadi dasar gerak IHSG.

EKONOMI | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Balon Mata-mata Muncul di Wilayah Udara Kolombia

Balon Mata-mata Muncul di Wilayah Udara Kolombia

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE