Awali Perdagangan 2021, Wall Street Dilanda Aksi Jual Saham
Logo BeritaSatu

Awali Perdagangan 2021, Wall Street Dilanda Aksi Jual Saham

Selasa, 5 Januari 2021 | 06:00 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street turun pada hari pertama perdagangan 2021 Senin (4/5/2021) di tengah kekhawatiran kasus Covid-19 dan pemilihan putaran kedua Georgia.

Dow Jones Industrial Average ditutup ambles 382,59 poin atau 1,3%, ke 30.223,89 setelah sempat turun lebih 700 poin. Senin menandai pelemahan Dow pertama di awal tahun sejak 2016. S&P 500 merosot 1,5% menjadi 3.700,65. Nasdaq Composite turun 1,5%, mengakhiri 12.698,45. Baik Dow dan S&P 500 mencapai rekor tertinggi pada pembukaan sebelum berbalik melemah.

Pencapain itu adalah aksi jual satu hari terbesar sejak 28 Oktober untuk Dow dan S&P 500, sementara Nasdaq memiliki kinerja harian terburuk sejak 9 Desember.

Coca-Cola dan Boeing merupakan komponen Dow berkinerja terburuk, masing-masing turun 3,8% dan 5,3%. Saham real estat turun 3,2% memimpin penurunan S&P 500.

Penurunan Senin terjadi karena para investor cemas atas meningkatnya jumlah kasus virus corona di seluruh dunia dan dampaknya pada pemulihan ekonomi global.

Di Inggris Raya, Perdana Menteri Boris Johnson memberlakukan lockdown nasional untuk menekan penyebaran varian baru Covid-19. Warga hanya dapat meninggalkan rumah untuk keperluan penting, seperti bekerja yang tidak bisa dari rumah, dan berolahraga. Sebagian besar sekolah juga akan beralih ke pembelajaran jarak jauh, termasuk universitas.

“Saya benar-benar memahami perubahan ini membuat ketidaknyamanan dan tekanan pada jutaan orang adan orangtua di seluruh negeri,” kata Johnson.

“Masalahnya bukan karena sekolah tidak aman untuk anak-anak ... masalahnya adalah sekolah dapat menjadi sumber penularan, menyebar antarrumah tangga.”

Data yang dikumpulkan Universitas Johns Hopkins menunjukkan lebih 85 juta kasus Covid-19 telah dikonfirmasi secara global, termasuk 20,7 juta di AS dan 2,7 juta di Inggris.

Wall Street mengawasi Georgia saat negara bagian itu bersiap pemilihan putaran kedua Senat pada Selasa, yang dapat memberikan keunggulan mayoritas Demokrat di majelis.

Kepala strategi investasi Oppeneheimer John Stoltzfus, mengatakan S&P 500 bisa turun 10% jika kandidat Demokrat memenangkan pemilihan umum Georgia. “Jika Demokrat memiliki kendali atas Senat dan DPR, bahwa itu akan menjadi pertanda tidak baik untuk bisnis karena tarif pajak perusahaan kemungkinan naik secara substansial,” kata Stoltzfus.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Menguat pada Perdagangan Pertama 2021

Pan-European Stoxx 600 ditutup naik 0,7%.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Wijaya Karya Bidik Kontrak Rp 15 Triliun di 2021

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) membidik Kontrak Dihadapi atau Order Book pada 2021 sebesar Rp 15,52 triliun.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Masa Perdagangan Rights Issue PUT VI Bank Banten Berakhir

Senin kemarin (4/1/2021) merupakan hari terakhir tebus HMETD BEKS dengan pencapaian lebih kurang 60 pct dari jumlah maksimum saham yang akan dicatatkan.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Pemerintah Fokus pada Pengembangan Inovasi dan Kreativitas

Kementerian Koperasi dan UKM akan meningkatkan strategi pendampingan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada tahun 2021.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Bursa Derivatif Diminta Optimalkan Sistem Perdagangan Digital

Terbitnya kontrak derivatif melalui bursa komoditi dinilai mampu menjadi instrumen mitigasi risiko nilai tukar dalam perdagangan ekspor dan impor.

EKONOMI | 4 Januari 2021

BNI Smartfarming Dukung Ketahanan Pangan Nasional

BNI telah menyalurkan KUR di sektor pertanian sebanyak Rp 7,21 triliun serta menyentuh lebih dari 285.000 petani di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Bank Mandiri Siap Salurkan Bansos Rp 18,6 Triliun Tahun Ini

Bank Mandiri sudah terlibat dalam penyaluran Bansos sejak 2017.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Kekayaan Pribadi Perekayasa Laporan Keuangan Bisa Disita

Pelaku pasar berharap OJK dapat melakukan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang merugikan investor dan merusak citra pasar modal.

EKONOMI | 4 Januari 2021

AirNav Kelola 55.188 Pergerakan Pesawat selama Libur Natal dan Tahun Baru

Puncak pergerakan pesawat udara untuk arus libur Natal dan Tahun Baru terjadi pada tanggal 23 Desember 2020.

EKONOMI | 4 Januari 2021

BPS: November 2020, Penumpang Angkutan Udara Naik 33,43%

Jumlah penumpang angkutan udara, laut dan kereta api secara bulanan mengalami kenaikan.

EKONOMI | 4 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS