Harga Minyak Jatuh karena OPEC+ Tunda Keputusan Produksi
Logo BeritaSatu

Harga Minyak Jatuh karena OPEC+ Tunda Keputusan Produksi

Selasa, 5 Januari 2021 | 08:24 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Chicago, Beritasatu.com - Harga minyak melemah dari level tertinggi beberapa bulan dalam perdagangan yang berfluktuasi Senin (4/1/2021) karena bursa saham AS turun hampir 2% di tengah kekhawatiran pandemi Covid-19 dan hasil pemilihan putaran kedua di Georgia.

Pasar minyak mengurangi kerugian sebelumnya setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal OPEC +, pada Senin tidak dapat memutuskan apakah akan meningkatkan produksi pada bulan Februari atau tidak. OPEC+ akan melakukan pertemuan kembali pada Selasa (5/1/2021).

Minyak mentah berjangka Brent turun 50 sen, atau 1,0% menjadi US$ 51,30 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,85%, atau 90 sen ke US$ 47,62 per barel.

Di awal sesi, pergerakan kedua acuan berfluktuasi naik dan turun US$ 1 per barel dengan WTI mencapai level tertinggi sejak Februari dan Brent tertinggi sejak Maret.

Sementara S&P 500 dan Dow juga turun dari level rekor tertinggi pada perdagangan pertama tahun ini karena Presiden Donald Trump melakukan perjalanan ke Georgia dalam upaya menjaga Senat AS di tangan Partai Republik.

OPEC + akan meningkatkan produksi sebesar 500.000 barel per hari (bpd) bulan ini, tetapi beberapa anggota mempertanyakan urgensi peningkatan itu karena meningkatnya pandemi Covid-19.

"Peluncuran vaksin belum sesukses di sebagian besar dunia dan itu bukan pertanda baik jika akan menaikkan produksi minyak sebesar 500.000 barel per hari lagi pada Februari,” kata analis pasar di OANDA Edward Moya, di New York.

Di Eropa, Inggris melakukan penguncian nasional guna menekan varian baru Covid-19. Sementara Jerman sedang mempertimbangkan apakah akan mengizinkan penundaan dalam pemberian dosis kedua vaksin Covid-19 sehingga minimnya pasokan bisa teraatasi.

Di Timur Tengah, ketegangan mendukung harga minyak setelah Pengawal Revolusi Iran menyita sebuah kapal tanker berbendera Korea Selatan di perairan Teluk. Selain itu, Iran melanjutkan pengayaan uranium di fasilitas nuklir bawah tanah.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Asia Pasifik Anjlok Mengekor Kejatuhan Wall Street

Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,47%, sedangkan indeks Topix hilang 0,34%.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Harga Emas Naik 2,7% di Hari Pertama Perdagangan 2021

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, melonjak US$ 51,5 atau 2,72% menjadi US$ 1.946,60 per ounce.

EKONOMI | 5 Januari 2021

IHSG Diprediksi Menguat, Pantau Saham Berbasis Metal Mining dan CPO

IHSG pada perdagagan hari ini akan berada di kisaran 6.060 sampai 6.151.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Awali Perdagangan 2021, Wall Street Dilanda Aksi Jual Saham

Dow Jones Industrial Average ditutup ambles 382,59 poin atau 1,3%, ke 30.223,89.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Bursa Eropa Menguat pada Perdagangan Pertama 2021

Pan-European Stoxx 600 ditutup naik 0,7%.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Wijaya Karya Bidik Kontrak Rp 15 Triliun di 2021

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) membidik Kontrak Dihadapi atau Order Book pada 2021 sebesar Rp 15,52 triliun.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Masa Perdagangan Rights Issue PUT VI Bank Banten Berakhir

Senin kemarin (4/1/2021) merupakan hari terakhir tebus HMETD BEKS dengan pencapaian lebih kurang 60 pct dari jumlah maksimum saham yang akan dicatatkan.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Pemerintah Fokus pada Pengembangan Inovasi dan Kreativitas

Kementerian Koperasi dan UKM akan meningkatkan strategi pendampingan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada tahun 2021.

EKONOMI | 4 Januari 2021

Bursa Derivatif Diminta Optimalkan Sistem Perdagangan Digital

Terbitnya kontrak derivatif melalui bursa komoditi dinilai mampu menjadi instrumen mitigasi risiko nilai tukar dalam perdagangan ekspor dan impor.

EKONOMI | 4 Januari 2021

BNI Smartfarming Dukung Ketahanan Pangan Nasional

BNI telah menyalurkan KUR di sektor pertanian sebanyak Rp 7,21 triliun serta menyentuh lebih dari 285.000 petani di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 4 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS