Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Reformasi Sistem Perlindungan Sosial
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Reformasi Sistem Perlindungan Sosial

Selasa, 5 Januari 2021 | 13:43 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun, Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas/Kementerian PPN) mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo untuk menyusun ulang sistem perlindungan sosial. Upaya ini juga dilakukan untuk menekan kemiskinan ekstrem hingga ke level 0%.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyampaikan, reformasi sistem perlindungan sosial ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat dengan mengintegrasikan program-program yang sudah berjalan agar menjadi lebih efektif, di mana salah satu hal yang paling disoroti adalah terkait database.

“Pertama mengenai ketepatan data dengan digital base, sehingga penyampaiannya dan tingkat akurasinya tinggi,” kata Suharso saat menyampaikan keterangan pers melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (5/1/2021).

Langkah kedua, Bappenas akan membuat beberapa program-program bantuan sosial yang selama ini berada di berbagai kementerian atau lembaga untuk disusun kembali agar menjadi lebih efektif dan bisa dipadukan.

"Kita satu padukan, kita kumpulkan untuk menjadi hanya beberapa program strategis dalam rangka bantuan sosial. Jadi bantuan-bantuan sosial itu supaya efektif, bagaimana caranya program-program yang tersedia di berbagai kementerian dan lembaga itu kita uji kembali mengenai kesahihannya sampai tingkat seperti apa,” paparnya.

Diakui Suharso, salah satu pelajaran berharga yang diperoleh dari adanya pandemi Covid-19 ini terkait bagaimana masyarakat bisa dibantu melalui program-program bantuan sosial yang selama ini sudah dilakukan pemerintah.

“Kita menyadari bahwa memang ada hal yang perlu diperbaiki dalam hal data, ketepatan dari orang yang berhak dan orang-orang yang tidak berhak. Jadi data adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari dan menjadi faktor terpenting di dalam melaksanakan perlindungan sosial melalui program-program bantuan sosial,” ungkapnya.

Menurut Suharso, ada dua hal yang terkait dengan sistem perlindungan sosial. Pertama, bantuan sosial yang sifatnya pemberian oleh pemerintah kepada masyarakat atau warga negara tertentu dengan persyaratan tertentu tanpa mereka harus membayar iuran. Kedua adalah jaminan sosial, di mana ada manfaat yang diperoleh setiap anggota masyarakat, sepanjang mereka ikut serta membayar iuran.

“Tetapi kita tahu persis, tidak semua warga punya tingkat kemampuan yang sama dalam hal jaminan sosial dan juga dalam hal memperoleh atau tidak memperoleh bantuan sosial. Jadi ke depan ini akan kita susun kembali, kita rancang kembali hal-hal yang sudah kita laksanakan hari ini untuk kita integrasikan sedemikian rupa,” kata Suharso.

Ditegaskan Suharso, tujuan dari sistem perlindungan sosial adalah untuk menurunkan tingkat kemiskinan, terutama pada tingkat yang paling bawah yaitu extreme poverty.

Extreme poverty kita itu sekitar 2,5% sampai 3%, dan tadi diarahkan Bapak Presiden sampai dengan tahun 2024, diharapkan itu bisa menjadi 0%. Bagaimana caranya? Yaitu dengan memfokuskan program-program bantuan sosial sedemikian rupa dengan sasaran-sasaran kelompok masyarakat yang masuk dalam basket kelompok rentan dan miskin kronis, sehingga dengan demikian penurunan kemiskinan akan bisa kita capai," ujarnya.

Menurut data Bappenas, jumlah warga sangat miskin masih berada di kisaran angka 2,5% hingga 3% dari total jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 9,78% atau sekitar 26 juta orang, meningkat 0,56 persentase poin terhadap September 2019 dan meningkat 0,37 persentase poin terhadap Maret 2019. Garis kemiskinan pada Maret 2020 tercatat sebesar Rp 454.652/kapita/bulan

Menurut Bank Dunia, garis kemiskinan ekstrem (extreme poverty) ada di pengeluaran US$ 1,9 per kapita per hari, sehingga jumlah penduduk miskin di Indonesia sebesar 12,4 juta orang atau 4,6% dari populasi pada tahun 2018.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Investasi LG, Momentum RI Jadi Pemain Industri Kelas Dunia

Minggu lalu (30/12), LG Energy Solution mengumumkan investasi senilai US$ 9,8 miliar atau sekitar Rp142 triliun.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Jokowi Targetkan Hilangkan Kemiskinan Ekstrem di 2024

Menurut data Bappenas, jumlah warga sangat miskin masih berada di kisaran angka 2,5% hingga 3% dari total jumlah penduduk Indonesia.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Siang Ini Rupiah Melemah Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Transaksi rupiah siang ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 13.900-Rp 14.925 per dolar AS.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Waskita dan Terregra Asia Bangun Proyek Energi Terbarukan Rp 12,5 T

Terregra Asia Energy akan terus melakukan research and development untuk memberikan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan EBT.

EKONOMI | 6 Januari 2021

Kebutuhan Atas Data Center di Asia Pasifik Melonjak

Pertumbuhan pasar data center global akan terus melesat dengan pertumbuhan tercepat terjadi di Kawasan Asia Pasifik.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini di Tak Berdaya

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 155,0 (0,57%) mencapai 27.103 poin.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Sesi Siang, IHSG Naik 13 Poin ke 6.118

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 119.569 miliar saham senilai Rp 9,469 triliun.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Presiden Optimistis Perekonomian Nasional di 2021 Akan Bangkit

2020 yang merupakan tahun penuh tantangan yang berhasil dilewati.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Cegah Permainan Kuota, Pelaku Usaha Minta Mendag Terapkan Tarif Impor

Penerapan tarif akan membuat negara mendapatkan pemasukan dana juga dapat menghapus praktik pemburu rente.

EKONOMI | 5 Januari 2021

Airlangga: Vaksinasi Covid-19 Bisa Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi 5%

Vaksin Covid-19 akan menjadi salah satu game changer yang akan mewujudkan target perekonomian nasional.

EKONOMI | 5 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS