Kawasan Industri dan Rumah Tapak Bangkit Lebih Cepat
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Kawasan Industri dan Rumah Tapak Bangkit Lebih Cepat

Rabu, 6 Januari 2021 | 15:12 WIB
Oleh : Imam Muzakir / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid -19 yang belum berakhir dan masih tinggi di Indonesia, berdampak kegiatan ekonomi, termasuk juga sektor properti. Konsultan properti Colliers International Indonesia menilai bahwa tahun 2021 ini sektor industri dan rumah tapak akan bangkit lebih dahulu, dibandingkan sektor properti lainnya, seperti perkantoran, apartemen, ritel dan hotel.


“Perkiraan kami yang akan pulih lebih dahulu adalah sektor industri, karena berhubungan dengan produksi barang dan juga teknologi informasi. Setelah industri adalah Landed house yang akan menjadi sektor bangkit,” kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan virtua;, di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Menurutnya, sektor industri ini terus alami peningkatan ditengah pandemi Covid-19. Karena kawasan ini terkait masalah pergerakan barang dan jasa. Bila pergerakan kawasan industri tumbuh maka pergerakan ekonomi juga akan terdongkrak, termasuk juga properti karena. Bisnis makanan masih bertahan dan masih akan berkembang ke depan di kawasan industri, suplai bahan bangunan, termasuk juga otomotif.

“Jadi kawasan industri akan kembali pulih lebih cepat, karena terkait pergerakan barang, baik untuk properti, otomotif dan juga makanan, dan ini menandakan ekonomi akan bangkit,” kata dia.
Kawasan industri berhubungan dengan Teknologi Informasi ( IT) seperti data centre (pusat data) karena akan terus berekspansi. E-commerce juga akan menopang kawasan industri, karena membutuhkan gudang dan menjadi pusat distribusi.

“Justru yang konsisten dan tidak terpengaruh Pandemi Covid-19 adalah industri makanan. Karena industri ini karena merupakan kebutuhan pokok yang terus diperlukan,” kata Ferry.

Selain kawasan industri, kata Ferry yang bakal bangkit di tahun ini yang lebih cepat adalah sektor perumahan. Terutama rumah landed alias tapak. Rumah tapak ini lebih merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan hajat hidup orang banyak.

“Dibandingkan dengan apartemen, rumah tapak ini permintaan masih cukup tinggi, terutama orang yang ingin mencari tempat tinggal (end user) bukan untuk investasi,” katanya.

Berbeda dengan sektor apartemen, dimana kebanyakan orang membeli dalam rangka investasi dan mencari capital gain atau mencari keuntungan. Maka banyak investor yang lebih wait and see untuk sektor apartemen ini dan berbeda dengan rumah tapak masih tetap di cari karena untuk di tempat dan mayoritas menggunakan KPR (kredit pemilikan rumah).

Ferry juga berharap kebijakan pemerintah sektor properti terutama hunian ini di permudah, seperti suku bunga KPR, dimana saat ini BI rate juga sudah menurunkan suku bunga sampai 4% sektor properti dan diharapkan juga perbankan untuk menurunkan suku bunga KPR, agar sektor hunian ini bisa lebih cepat lagi bangkitnya.
“Banyak orang yang menahan untuk membeli rumah biasanya, masih ada khawatir, terutama soal pekerjaannya, ditengah kondisi seperti ini, nah ketika sudah aman, biasanya mereka kembali bangkit dan membeli rumah,” kata dia.

Harga hunian yang saat ini masih menjadi favorit adalah diantara Rp 500 jutaan hingga Rp 2 miliar. karena untuk rumah diatas Rp2 miliar masih sangat berat bagi masyarakat karena situasi belum aman.

Sedangkan untuk sektor perkantoran, Ritel dan Hotel, masih cukup berat dan butuh waktu yang cukup lama. Menurut Ferry, kebijakan pemerintah melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mempengaruhi kinerja dari para pelaku usaha tak terkecuali juga para pengusaha ritel.

“Kebijakan PSBB oleh pemerintah berdampak langsung pagi pengunjung dan juga pendapatan para peritel di mall, bahkan mereka banyak yang tutup karena tidak mampu untuk membayar sewa dan sepinya pengunjung,” kata Ferry.

Bahkan sepanjang 2020, okupansi ritel mengalami penurunan yang cukup drastis, terutama di daerah Jabodetabek. Untuk daerah Jakarta misalnya, untuk kawasan Central Business District (CBD) okupansi turun dari 83,5% pada tahun 2019 menjadi 80,7% pada tahun 2020. Sementara untuk daerah yang mengalami penurunan cukup tinggi adalah daerah Bogor yang penurunannya mencapai 20%.

“Kita bisa lihat di beberapa wilayah Jakarta, di CBD misalnya 83,5% tahun lalu turun 80,7%. Penurunan ini angkanya tidak terlalu tinggi tapi dari salesnya sangat berpengaruh. Di Bogor penurunannya paling signifikan bisa sampai 20%,” ujarnya.

Khusus daerah di DKI Jakarta, penurunan okupansi ini dikarenakan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov). Adanya PSBB tersebut mempengaruhi minat masyarakat untuk masuk atau berbelanja di mal.

“Meski mall dibuka, tetapi ada larangan PSBB, maka orang takut untuk pergi ke mall dan peritel butuh adanya keramaian agar pulih, kalau sepi tetap akan merugi dan tentu dampaknya penutupan,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Garuda Indonesia Sepakati Restrukturisasi Utang dengan AP I, AP II dan Pertamina

Garuda mendapatkan perpanjangan waktu pembayaran kewajiban biaya operasional terhadap AP 1, AP 2 dan Pertamina selama tiga tahun.

EKONOMI | 6 Januari 2021

Pemerintah Tetapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mulai 11-25 Januari 2020

Untuk menekan peningkatan kasus Covid-19, pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat.

EKONOMI | 6 Januari 2021

WMU Incar Dana IPO Hingga Rp 1,18 Triliun

Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 5,9 miliar saham dengan harga IPO yang dipatok di kisaran Rp 142-200 per saham.

EKONOMI | 6 Januari 2021

Kemperin Pacu Produktivitas IKM Tahu Tempe Lebih Higienis

Kemperin aktif mendorong produsen tahu dan tempe.

EKONOMI | 6 Januari 2021

CIMB Niaga Tambahkan Fitur Travel Concierge di OCTO Mobile

Dengan fitur tersebut, para pengguna dapat merencanakan perjalanan lebih mudah karena tiket pesawat bisa diperoleh langsung melalui OCTO Mobile.

EKONOMI | 6 Januari 2021

Jokowi: Indonesia Investment Authority Dibentuk Bulan Ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah telah membentuk Indonesia Investment Authority, yang merupakan lembaga investasi milik pemerintah.

EKONOMI | 6 Januari 2021

Presiden Jokowi Minta Perizinan Lahan Food Estate Dipercepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah yang menjadi lokasi pembangunan food estate untuk mempercepat pengurusan izin.

EKONOMI | 6 Januari 2021

Presiden: Investasi Jadi Kunci Utama Pemulihan Ekonomi

Kepala Negara secara tegas mengingatkan jajaran Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) jangan sampai menghambat arus masuk investasi.

EKONOMI | 6 Januari 2021

Bangkitkan Sektor UMKM, Pegadaian Gandeng Iwapi

Kerja sama juga akan berfokus pada penyediaan layanan tabungan emas dan fasilitas pembiayaan bagi para anggota Iwapi.

EKONOMI | 6 Januari 2021

Siang Ini Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah siang ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 13.912-Rp 13.919 per dolar AS.

EKONOMI | 6 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS