Vaksinasi Dimulai, Ekonomi Tidak Bisa Langsung Pulih
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

Vaksinasi Dimulai, Ekonomi Tidak Bisa Langsung Pulih

Rabu, 13 Januari 2021 | 16:33 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritsatu.com - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani, mengatakan, vaksinasi Covid-19 yang telah dimulai hari ini, Rabu (13/1/2021) tidak serta merta akan membuat ekonomi Indonesia kembali pulih. Pasalnya ada banyak penduduk yang harus divaksin untuk mencapai kekebalan komunitas.

Karena proses vaksinasi yang masih membutuhkan waktu, Aviliani memprediksi ekonomi Indonesia di 2021 tidak akan bisa tumbuh sekitar 5% seperti yang ditargetkan pemerintah. Meskipun akan ada perbaikan ekonomi, namun pertumbuhannya diprediksi hanya sekitar 3% sampai 4%.

“Walaupun sudah ada vaksin, tetapi kalau kita lihat dengan adanya varian baru di Inggris, kemudian banyaknya yang harus divaksin, itu butuh waktu sekitar sembilan bulan. Jadi kalau kita lihat mungkin pertumbuhan ekonomi di 2021 tidak akan 5% seperti di 2019, kemungkinan antara 3% sampai 4%,” kata Aviliani dalam webinar “Meningkatkan Daya Saing Bangsa di 2021”, Rabu (13/1/2021).

Karena proses vaksinasi membutuhkan waktu, Aviliani melihat perusahan atau sektor usaha juga tidak akan langsung beroperasi 100%, sehingga tidak akan langsung terjadi penyerapan tenaga kerja.

“Adanya vaksinasi juga tidak otomatis membuat tenaga kerja langsung terserap di perusahaan. Angka kemiskinan juga tidak akan langsung berkurang begitu saja,” kata Aviliani.

Berbeda dengan krisis tahun 1998 dan 2008, Aviliani mengatakan dalam pandemi Covid-19 ini, UMKM menjadi sektor yang paling terdampak akibat adanya berbagai pembatasan untuk mengurangi p-penyebaran Covid-19. Sehingga Aviliani melihat 2021 masih akan jadi tahun yang penuh tantangan.

“Di pandemi ini, yang terdampak duluan itu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kalau perusahan mungkin masih punya daya tahan karena masih punya uang cadangan. Tetapi kalau UMKM, begitu tiga bulan tidak produksi, mereka langsung bermasalah,” kata Aviliani.

Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P. Roeslani mengatakan bahwa vaksinasi dan juga Undan-undang Cipta Kerja akan menjadi game changer pemulihan ekonomi Indonesia. Namun dampak dari vaksinasi terhadap percepatan pemulihan ekonomi menurutnya sangat bergantung pada kecepatan vaksinasi itu dilakukan.

Rosan menyampaikan, bila vaksinasinya lebih banyak dilakukan di kuartal I atau kuartal II, harapannya pemulihan ekonomi bisa lebih cepat. Tetapi apabila vaksinasi tersebut lebih banyak dilakukan di kuartal III dan IV, maka upaya pemulihan ekonomi akan lebih berat. Pelaku usaha pun tentunya akan mengubah rencana bisnisnya.

Sementara itu Presiden Joko Widodo usai divaksinasi menegaskan, vaksinasi Covid-19 adalah upaya yang sangat penting untuk keluar dari pandemi Covid-19.

“Vaksinasi Covid-19 ini penting kita lakukan untuk memutus rantai penularan virus Corona ini dan memberikan perlindungan kesehatan kepada kita dan keselamatan, keamanan bagi kita semuanya, masyarakat Indonesia, dan membantu percepatan proses pemulihan ekonomi,” kata Jokowi.

Presiden juga kembali mengingatkan agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan).

“Meskipun telah dilaksanakan vaksinasi, saya ingin mengingatkan kembali tentang pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan. Ini tetap terus kita lakukan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” pesan Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Daihatsu Kuasai 17,3% Pasar Otomotif Sepanjang 2020

Daihatsu berhasil meningkatkan pangsa pasar (market share) mereka sebesar 0,3% menjadi 17,3%.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Naik 65%, Pengguna LinkAja Capai 61 Juta

Di tengah pandemi Covid-19, LinkAja berhasil meningkatkan jumlah penggunanya.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Pecah Rekor, Harga 1 Bitcoin Tembus Rp 563 Juta

Melonjaknya harga bitcoin didorong oleh banyaknya investor yang menjadikan aset kripto sebagai alternatif investasi.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Naik 65%, Pengguna LinkAja Capai 61 Juta

Pengguna LinkAja kini menjadi lebih dari 61 juta pengguna, di mana 73% pengguna berada di area tier 2 dan 3.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Rupiah Menguat Tipis ke Rp 14.075

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Rabu (13/1/2021), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.075.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Efek Samping Positif Vaksinasi Nasional Terasa di IHSG

Pasar menyambut positif program vaksinasi Covid-19 nasional. IHSG menguat 0,52% ke kisaran 6.428,6 pada akhir sesi pertama.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Ketua Kadin Berharap Vaksinasi Covid-19 Bisa Pulihkan Ekonomi RI

Rosan berada di Istana Merdeka sebagai perwakilan pengusaha yang mengikuti vaksinasi Covid-19 secara gratis.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Kawasan Pedestrian Labuan Bajo Rampung, Integrasi Wisata Flores Perlu Dioptimalkan

Animo warga desa cukup tinggi agar wilayahnya dikunjungi wisatawan.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Manfaatkan Air Hujan, Padat Karya Absah Kempupera TA 2021 Cakup 273 Lokasi

Kempupera terus melanjutkan pembangunan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (Absah) untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

EKONOMI | 13 Januari 2021

Kempupera Telah Mulai Pelelangan Dini untuk Bangun Infrastruktur

Kempupera telah lakukan pelelangan untuk percepat pembangunan infrastruktur.

EKONOMI | 13 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS