Faisal Basri: Tantangan UMKM Tak Melulu Soal Modal
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 479 (-2)   |   COMPOSITE 5975 (-12)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1396 (-0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-0)   |   IDX30 473 (-1)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1245 (-7)   |   IDXBUMN20 361 (0)   |   IDXCYCLIC 739 (-1)   |   IDXENERGY 741 (2)   |   IDXESGL 130 (-0)   |   IDXFINANCE 1328 (1)   |   IDXG30 133 (0)   |   IDXHEALTH 1274 (2)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 965 (0)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 739 (-6)   |   IDXPROPERT 876 (-4)   |   IDXQ30 136 (-0)   |   IDXSMC-COM 280 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (0)   |   IDXTECHNO 3334 (15)   |   IDXTRANS 1040 (3)   |   IDXV30 127 (0)   |   INFOBANK15 957 (-1)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 408 (-1)   |   ISSI 176 (-0)   |   JII 579 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1135 (-3)   |   LQ45 890 (-2)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1594 (-3)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 303 (-1)   |   PEFINDO25 295 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (0)   |   SRI-KEHATI 342 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Faisal Basri: Tantangan UMKM Tak Melulu Soal Modal

Rabu, 13 Januari 2021 | 21:19 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Langkah pemerintah yang berencana membentuk holding UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dinilai tak akan cukup untuk mengatasi masalah di sektor usaha tersebut, baik saat pandemi maupun pasca-pandemi Covid-19.

"Saat ini ada tujuh jenis kesulitan usaha yang dialami UMKM," kata ekonom senior, Faisal Basri, dalam webinar nasional yang mengusung tema Kajian: Rencana Akuisisi/Holding Perusahaan Sehat dalam kaitan Ekosistem dan Integrasi Data UMKM, Rabu (13/1/2021).

Menurut Faisal Basri, berdasarkan data BPS, 29,3 persen pelaku UMKM memandang masalah yang dihadapi masalah utamanya adalah permodalan. Namun, meski begitu tambahnya permodalan bukanlah satu-satunya masalah. UMKM juga mengalami masalah dalam hal pemasaran yaitu 21,1 persen. Kemudian, masalah lainnya yaitu bahan baku 20,7 persen.

"Tak hanya itu, ada masalah juga yang mengalami masalah yang terkait energi sebanyak 9,1 persen. Sebanyak 5,4 persen pelaku UMKM juga mengaku mengalami masalah terkait dengan keterampilan. Lalu, terkait upah sebesar 3,8 persen dan transportasi 2,3 persen," imbuhnya.

Sementara jika dilihat dari skema holdingisasi, kata Faisal Basri, masalah UMKM yang disasar satu-satunya adalah permodalan. Padahal, UMKM tidak hanya butuh bantuan finansial, tapi juga hal lainnya. Apalagi, permodalan pasti menjadi masalah yang umum dialami pengusaha kecil maupun besar.

"Kalau ditanya pertama kali masalahnya modal memang dalam banyak survei. Memang membutuhkan pembiayaan untuk berinvestasi, tumbuh dan menciptakan lapangan kerja baru, untuk berkembang. Tapi kita juga menyadari bahwa UMKM membutuhkan lebih dari sekadar pembiayaan untuk berkembang. Mereka juga butuh akses informasi, pasar, teknologi untuk menjadi lebih produktif, efisien dan lebih tangguh," kata Faisal.

Selain itu, UMKM juga membutuhkan akses ke sumber daya yang dapat membantu memperkuat kesejahteraan mereka dan akses untuk memperoleh pelatihan. Serta, dukungan pemerintah untuk melakukan inovasi-inovasi. Pasalnya, inovasi merupakan kata kunci untuk dapat bertahan pasca pandemi Covid-19. Karena di masa pandemi ini, ketahanan jutaan UMKM diuji, tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Sehingga, dukungan non-finansial dapat membantu mereka memastikan pemulihan yang kuat.

"Ini pascacovid lagi-lagi isunya bukan keuangan semata. Nah kemudian kita bagaimana mau tidak mau memulai transformasi digital UMKM, ini yang dibutuhkan. Jadi terlalu sederhana membantu UMKM itu dengan membentuk holdingisasi ini," tegasnya.

Untuk itu, rencana holding terkait urusan UMKM yang terdiri atas tiga perusahaan pelat merah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai perusahaan induk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) imbau Faisal perlu dipertimbangkan matang-matang.

"Rencana pemerintah untuk membentuk holding UMKM justru bertentangan dengan gagasan memajukan UMKM secara totalitas. Karena seolah-olah persoalan UMKM hanya keuangan atau modal. Padahal, UMKM juga memerlukan akses pasar, inovasi, akses teknologi, dan lainnya," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Anak Usaha PLN Luncurkan Layanan Digital PJB Access

PJB Access sebagai sebuah platform digital business to business (B2B) menawarkan 5 layanan.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Itama Ranoraya Catat Kenaikan Laba Bersih Hingga 80%

Perseroan menegaskan, tidak ada keterkaitan antara hasil revisi pencatatan dengan realisasi pencapaian kinerja.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Kemdag Optimalkan Peran UMKM Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah

Mendag mengatakan, setiap tahunnya ada sekitar 1 juta jemaah umrah dan 221.000 jemaah haji dari Indonesia.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Angkasa Pura II Targetkan Trafik Penumpang Tumbuh 27%

Angkasa Pura menjalankan tiga program yang juga bertujuan untuk mendorong bergairahnya sektor penerbangan nasional.

EKONOMI | 13 Januari 2021

AP II Optimistis Vaksinasi Dukung Pemulihan Industri Penerbangan

Angkasa Pura II menetapkan 2021 sebagai periode pemulihan bisnis.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Kepala BP2MI Tanamkan Pemahaman Ideologi Pancasila bagi Para CPNS

Kepala BP2MI Benny Rhamdani memberikan pembekalan pemantapan ideologi Pancasila kepada 120 orang Calon PNS.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Pembenah Skill Mismatch di Pasar Kerja Perlu Koordinasi Triple Helix

Tingginya angka pengangguran akibat pandemi Covid-19 harus dijadikan kesempatan untuk segera membenahi skill mismatch di pasar kerja.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Jokowi Vaksin Covid-19, IHSG Tembus Level Psikologis 6.400

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), menembus level psikologis 6.400 pada penutupan perdagangan Rabu (13/1/2021).

EKONOMI | 13 Januari 2021

Vaksinasi Dimulai, Ekonomi Tidak Bisa Langsung Pulih

Aviliani, mengatakan, vaksinasi Covid-19 yang telah dimulai hari ini, Rabu (13/1/2021) tidak serta merta akan membuat ekonomi Indonesia kembali pulih.

EKONOMI | 13 Januari 2021

Daihatsu Kuasai 17,3% Pasar Otomotif Sepanjang 2020

Daihatsu berhasil meningkatkan pangsa pasar (market share) mereka sebesar 0,3% menjadi 17,3%.

EKONOMI | 13 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS