Bidik Industri Tumbuh Persen, Menperin: Vaksinasi Kunci Pendorong

Bidik Industri Tumbuh Persen, Menperin: Vaksinasi Kunci Pendorong

Kamis, 14 Januari 2021 | 10:39 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, ada dua kunci utama dalam upaya membangkitkan kinerja industri nasional pada tahun ini, yakni melalui program vaksinasi Covid-19 dan penerapan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Langkah strategis ini juga dapat dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

“Dimulainya vaksinasi bisa menjadi kunci pendorong dalam pemulihan industri di Tanah Air,” kata Agus di Jakarta, Kamis (14/1/2020). Program vaksinasi tersebut akan ditopang oleh serangkaian kebijakan yang telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu.

Agus menegaskan, pihaknya berkomitmen memacu kembali daya saing industri nasional melalui empat jurus jitu. Pertama, menjaga produktivitas industri selama pandemi melalui kebijakan pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (Iomki). Ada pun, sebanyak 18.527 Iomki telah diberikan kepada perusahaan industri untuk mampu melindungi pekerjaan bagi 5,16 juta orang tenaga kerja.

Kedua, peningkatan kemampuan industri dalam negeri dalam mendukung penanganan Covid-19, khususnya industri farmasi untuk penyediaan obat-obatan dan alat kesehatan. Ketiga, pengoptimalan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Keempat adalah melanjutkan program substitusi impor 35%, yang dilaksanakan secara simultan dengan peningkatan utilisasi produksi, mendorong pendalaman struktur industri, dan peningkatan investasi,” tuturnya.

Melalui berbagai program dan kebijakan tersebut, Menperin optimistis, industri manufaktur di tanah air akan tumbuh positif mendekati 4% pada2021. Sebelumnya, di triwulan III-2020, pertumbuhan industri manufaktur mengalami kontraksi 4,31% dan pada triwulan II-2020 juga terkontraksi 6,19%.

‘‘Industri manufaktur pada 2021 diperkirakan kembali pada titik positif. Seluruh sub sektor manufaktur akan kembali bergairah, dengan asumsi pandemi sudah bisa dikendalikan dan aktivitas ekonomi kembali pulih. Kami memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur pada 2021 akan tumbuh hampir 4%,” paparnya.

Menurut Agus, optimisme tersebut salah satunya didasarkan pada perbaikan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang terus berada di level ekspansif. Pada Desember 2020, PMI Manufaktur Indonesia berada di level 51,3 atau naik dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang berada di posisi 50,6.

Angka indeks di atas 50 ini diartikan mengalami ekspansi, sedangkan di bawah 50 berarti kontraksi. PMI Manufaktur Indonesia di level 51,3 ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia selama HIS Markit melakukan survei di negara-negara industri.

“Selama dua bulan berturut-turut, PMI Manufaktur Indonesia masuk ke fase ekspansif. Tentu ini ada beberapa alasan, salah satunya keyakinan dari pelaku industri bahwa dari data-data yang ada sudah mulai adanya reborn dari konsumsi domestik, juga adanya signal bahwa vaksin akan hadir. Ini yang menumbuhkan confidence tinggi dari pelaku industri untuk mendorong proses produksinya," jelas Agus.

Di samping itu, Bank Indonesia mencatat kegiatan usaha di industri pengolahan mulai menunjukkan sinyal ekspansi. Kinerja industri ini diprediksi terus membaik pada kuartal I-2021.

Geliat ekspansi itu tecermin dalam Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI BI) pada kuartal IV-2020 yang mencapai 47,29 persen. Capaian itu jauh lebih tinggi dari dua kuartal sebelumnya yang menyentuh angka 45,64 dan 44,91 persen.

Dari sisi nilai investasi, lanjut Menteri AGK, investasi di sektor industri periode Januari-September lalu juga meningkat 37% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019. “Selain itu ekspor produk manufaktur juga mengalami peningkatan signifikan. Kondisi inilah yang membawa harapan bagi pemulihan ekonomi pada 2021,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vaksinasi Mandiri Swasta Bantu Percepat Distribusi

Kadin Indonesia mengusulkan kepada pemerintah untuk memberi akses vaksin mandiri bagi swasta guna mendorong percepatan vaksinasi secara nasional.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Pertahankan Operation Excellence, Elnusa Petrofin Perkuat Kualitas dan Integritas Pekerja

PT Elnusa Petrofin berupaya mempertahankan operation excellence dalam mengemban tugas pendistribusian BBM ke pelosok negeri.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Emas Antam Turun Rp 10.000 Per Gram

Harga per 250 gram Rp 224,015 juta.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Awal Sesi, Rupiah Menguat Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.075-Rp 14.090 per dolar AS.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Awali Perdagangan IHSG di Teritori Positif

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 7,8 poin (0,07%) menjadi 6.443.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Bursa Asia Beragam Jelang Data Perdagangan Tiongkok Desember

Di Jepang, Nikkei 225 naik pada awal perdagangan.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Harga Minyak Ambles Dibayangi Penurunan Stok AS dan Kasus Covid-19

Harga minyak mentah Brent turun 53 sen menjadi US$ 56,05 per barel.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Penguatan IHSG Akan Tertahan, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG pada perdagagan hari ini akan berada di kisaran 6.358 sampai 6.492.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Harga Emas Menguat Dipicu Kekhawatiran Inflasi karena Stimulus

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, naik US$ 10,7 atau 0,58% menjadi US$ 1.854,90 per ounce.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Bisnis Konstruksi Terdampak Covid, Tryst Indonesia Tekan Biaya Produksi

PT Tryst Indonesia, salah satu yang bergerak di bidang konstruksi merasakan betul dampak Covid-19.

EKONOMI | 14 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS