Pulihkan Industri TPT, Asosiasi Minta Pemerintah Prioritaskan Bahan Baku Lokal
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Pulihkan Industri TPT, Asosiasi Minta Pemerintah Prioritaskan Bahan Baku Lokal

Kamis, 14 Januari 2021 | 16:27 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk memulihkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang menghadapi tekanan berat dalam beberapa tahun terakhir akibat gempuran produk impor, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (Apsyfi), dan Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) menekankan pentingnya memperkuat integrasi hulu dan hilir pada industri tekstil melalui penggunaan bahan baku dalam negeri.

Selain itu, ketiga asosiasi juga menilai perlunya meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri di seluruh rantai nilai untuk mendukung target Kementerian Perindustrian (Kemperin) untuk substitusi impor 35 persen.

"Kita harus mengembalikan kejayaan industri tekstil seperti dulu. Permasalahan kita selama ini, impor terlalu tinggi karena adanya beberapa kebijakan yang pro-impor. Kami sangat senang Kementerian Perindustrian mencanangkan target 35 persen substitusi impor. Ini sangat kita dukung, dan terlihat bahwa pebisnis, asosiasi dan pemerintah sudah satu visi,” kata Sekretaris Jenderal Apsyfi, Redma Gita Wirawasta dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (14/1/2021).

Ketiga asosiasi ini juga meminta kementerian dan lembaga pemerintah lainnya untuk mendukung target dan visi Presiden untuk mengurangi importasi yang tidak diperlukan, dan memprioritaskan penggunaan bahan baku dan barang yang sudah diproduksi dalam negeri.

"Kalau Kementerian Perindustrian sudah jelas, targetnya seperti itu. Tetapi kami juga meminta dukungan dari kementerian lain seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan kementerian teknis lainnya dan lembaga lain untuk mendukung visi ini,” kata Redma.

Ketiga asosiasi ini juga meminta agar segera diterbitkannya revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 77 tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil untuk tidak memberikan izin API-U (angka pengenal impor untuk perusahaan importir yang materi impornya termasuk kategori umum), tidak mengimpor produk tekstil melalui Pusat Logistik Berikat (PLB) dan Kawasan Berikat.

Usulan selanjutnya adalah memproses secara hukum ratusan perusahaan API-P (angka pengenal impor untuk perusahaan pabrik/produsen yang mengimpor mesin-mesin produksi perusahaan) bodong dan pelanggar API-U yang telah membanjiri pasar dengan produk impor yang telah merusak industri TPT nasional, sehingga menghambat investasi.

"Kami juga berharap agar pemerintah segera mengimplementasikan safeguard di sektor garmen dengan besaran bea masuk yang cukup untuk membendung impor, dan memulihkan kondisi industri yang terkena injury dari banjirnya impor. Selanjutnya mendorong pengenaan trade remedies lanjutan yang akan diajukan di 2021,” kata Redma.

Evaluasi Perjanjian Perdagangan
Redma menambahkan, ketiga asosiasi juga meminta agar perjanjian dagang yang sudah dilakukan untuk dievaluasi agar bisa memberikan manfaat bagi sektor industri manufaktur, khususnya sektor TPT. Pembentukan perjanjian perdagangan harus dilakukan secara cermat dan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian dengan indikator surplus neraca perdagangan yang lebih besar.

"Di sini kita bukan anti perjanjian dagang, tetapi yang kami inginkan setiap kita melakukan perjanjian dagang, itu harus dihitung lebih cermat. Misalkan FTA (Free Trade Agreement) Asean dengan Tiongkok, itu merupakan salah satu faktor mengapa industri kita mulai terpuruk akibat banjirnya impor. Karena di situ bea masuknya langsung nol, dan kita langsung head to head dengan Tiongkok. Jadi kita ingin ke depan kalau melakukan perjanjian dagang, itu dilakukan dan dianalisa dengan cermat agar dapat memberikan dampak yang positif bagi perekonomian nasional,” papar Redma.

Sementara itu, terkait impor unprosedural melalui impor borongan, undername, under invoice (harga dan volume), transhipment dan pelarian HS, ketiga asosiasi meminta adanya pembenahan dan perbaikan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu).

"Kami pun mendukung proses hukum atas pelanggaran yang saat ini diusut oleh Kejaksaan Agung (Kasus Batam dan Jawa Timur). Proses hukum yang berlangsung dapat diperluas penyidikannya terhadap perusahaan yang melakukan hal serupa, karena modus ini sifatnya masif dan dilakukan oleh ratusan perusahaan importir tekstil dan logistik,” ujarnya.

Redma juga berharap agar pemerintah dapat mengakomodir usulan dan masukan terkait rancangan Peraturan Pemerintah tentang Implementasi UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Bidang Perindustrian dan Perdagangan.

"Usulan kami pada intinya mengusulkan perubahan mindset dari kebijakan yang selalu memberikan fasilitas kemudahan impor menjadi kebijakan yang memberikan kemudahan dan fasilitas bagi perkembangan industri dalam negeri. Usulan yang sama pada Rancangan Peraturan Pemerintah lainnya terkait bidang lingkungan hidup dan ketenagakerjaan sudah kami sampaikan pada instansi pemerintah terkait,” ujar Redma.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Menguat, PDB Jerman Terkontraksi 5%

Indeks Soxx600 Eropa naik 0,43%, DAX Jerman naik 0,45%, FTSE Inggris naik 0,36%, CAC Prancis naik 0,32%, FTSE MIB Italia naik 0,31%.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Investor Asing Borong Saham Rp 2 T, BRI dan Astra Terbanyak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,11% ke kisaran 6.428,3 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (14/1/2021).

EKONOMI | 14 Januari 2021

Rupiah Stabil di Kisaran Rp 14.050

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Kamis (14/1/2021), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.050.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Bursa Asia Mixed, Tiongkok Kembali Laporkan Korban Jiwa Covid-19

Indeks Nikkei 225 naik 0,85%, indeks komposit Shanghai turun 0,91%, Hang Seng Hong Kong naik 0,93%, ASX 200 Australia naik 0,43%, dan Kospi Korsel naik 0,05%.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Di Bawah Tekanan Ambil Untung, IHSG Ditutup Melemah Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,11% ke kisaran 6.428,3 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (14/1/2021).

EKONOMI | 14 Januari 2021

Studi: Pembayaran Contactless Makin Diminati, 82% UKM Adopsi Teknologi Digital

Pelaku usaha yang paham teknologi (52%) memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk berinvestasi di teknologi keamanan dan pencegahan penipuan.

EKONOMI | 14 Januari 2021

OVO Hadirkan Akses Pembayaran Asuransi Proteksi Sepeda

Produk asuransi Proteksi Sepeda ini diterbitkan oleh Asuransi Takaful Umum melalui Qoala Insurtech.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Perluas Distribusi, Meccaya Siapkan Official Store 88

Kehadiran toko resmi atau official store di platform e-commerce memberikan jaminan keamanan dan kualitas produk bagi konsumen.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Mulai 17 Januari, Jasa Marga Akan Naikkan Tarif di Sejumlah Ruas Tol

Dengan penyesuaian ini, ada tarif yang naik dan ada juga yang turun.

EKONOMI | 14 Januari 2021

350.000 UMKM Telah Tergabung Dalam Ekosistem Digital BRI

Sepanjang 2020, tercatat sebanyak 350.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dinaungi BRI, telah tergabung dalam ekosistem digital.

EKONOMI | 14 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS