Biogas, Solusi Alternatif untuk Penuhi Kebutuhan Elpiji Nasional
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-3.13)   |   COMPOSITE 6429.76 (-15.87)   |   DBX 1210.46 (11.26)   |   I-GRADE 190.638 (-1.65)   |   IDX30 545.485 (-2.49)   |   IDX80 146.318 (-0.39)   |   IDXBUMN20 442.834 (-4.13)   |   IDXESGL 150.48 (-0.37)   |   IDXG30 147.901 (0.18)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-1.35)   |   IDXQ30 155.036 (-1.18)   |   IDXSMC-COM 294.681 (-0.93)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-2.63)   |   IDXV30 149.629 (-0.27)   |   INFOBANK15 1097.88 (-13.34)   |   Investor33 466.613 (-2.11)   |   ISSI 189.631 (-0.56)   |   JII 670.82 (-2.11)   |   JII70 234.975 (-1.14)   |   KOMPAS100 1301.99 (-5.65)   |   LQ45 1014.85 (-3.65)   |   MBX 1779.94 (-7.55)   |   MNC36 344.694 (-1.75)   |   PEFINDO25 341.155 (-4.29)   |   SMInfra18 331.858 (0.18)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.89)   |  

Biogas, Solusi Alternatif untuk Penuhi Kebutuhan Elpiji Nasional

Kamis, 14 Januari 2021 | 16:56 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam kurun waktu 5 tahun belakangan ini, tingginya konsumsi elpiji dalam negeri yang tidak sebanding dengan produksi elpiji nasional yakni hanya mencapai sekitar 25 persen, membuat Pemerintah harus mencari solusi alternatif untuk mensubstitusi kebutuhan tersebut.

Dewan Pembina Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Luky A Yusgiantoro, menyatakan pentingnya penggunaan biogas sebagai bahan substitusi elpiji yang bermanfaat bagi keamanan energi, sekaligus memberikan solusi bagi masalah sampah organik di dalam negeri.

"Komposisi biogas mirip dengan gas alam. Bedanya, biogas dihasilkan dari bahan-bahan organik seperti kotoran hewan dan limbah pertanian,” ungkap Luky di Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Faktanya, diantara negara-negara anggota ASEAN, Indonesia menghasilkan sampah kota terbesar. Jumlahnya mencapai 64 juta ton per tahun, dimana 60 persen dari jumlah tersebut berasal dari sampah organik. Oleh sebab itu, sering dijumpai dalam pemberitaan media mengenai polusi sungai yang diakibatkan oleh kotoran sapi atau sampah organik lainnya dan berujung protes dari masyarakat yang terdampak.

"Indonesia memiliki masalah dalam pengelolaan limbah, khususnya di daerah terpencil dimana sampah organik berasal. Masalah ini menjadi perhatian bagi beberapa institusi seperti United Nations Development Programme, Hivos dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Untuk itu, kami berharap dapat segera dipecahkan pengembangan biogas karena tidak terlalu membebani fiskal bagi pemerintah,” jelas Luky.

Lebih lanjut, Luky berpendapat, ada kementerian yang akan ditunjuk sebagai penanggungjawab program pengembangan biogas. "Kementerian yang ditunjuk sebagai penanggungjawab nanti bersama kementerian-kementerian terkait dan pemerintah daerah dapat memetakan seluruh potensial yang ada untuk dapat dijadikan master plan dan regulasi teknis secara lengkap,” jelasnya.

Selain itu, regulasi teknis dapat mendorong peran penting sektor publik dan swasta dalam proses pengembangan biogas, dimana saat ini peran tersebut masih bias. Menurutnya dalam menyiapkan master plan tersebut, Indonesia dapat berkolaborasi dengan berbagai institusi dan negara asing khususnya negara-negara penghasil biogas terbesar termasuk Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

"Hal ini dapat menarik investor lebih banyak lagi, transfer pengetahuan, dan mempercepat pembangunan teknologi. Tanpa aksi dari hal-hal tersebut, pembangunan biogas di Indonesia akan mengalami stagnasi di tengah ketersediaan elpiji yang menurun dan tantangan bagi daerah terpencil dalam menangani sampah organik,” tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

API Minta Buruh TPT Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid-19

Kalangan buruh TPT dinilai masyarakat bawah yang sangat produktif.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Indonesia Investment Authority Segera Beroperasi Akhir Q1 2021

Presiden Joko Widodo telah mengirim nama-nama calon dewan pengawas (Dewas) SWF ke DPR.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Pulihkan Industri TPT, Asosiasi Minta Pemerintah Prioritaskan Bahan Baku Lokal

Asosiasi menilai perlunya meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri di seluruh rantai nilai untuk mendukung target substitusi impor 35 persen.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Bursa Eropa Menguat, PDB Jerman Terkontraksi 5%

Indeks Soxx600 Eropa naik 0,43%, DAX Jerman naik 0,45%, FTSE Inggris naik 0,36%, CAC Prancis naik 0,32%, FTSE MIB Italia naik 0,31%.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Investor Asing Borong Saham Rp 2 T, BRI dan Astra Terbanyak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,11% ke kisaran 6.428,3 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (14/1/2021).

EKONOMI | 14 Januari 2021

Rupiah Stabil di Kisaran Rp 14.050

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Kamis (14/1/2021), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.050.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Bursa Asia Mixed, Tiongkok Kembali Laporkan Korban Jiwa Covid-19

Indeks Nikkei 225 naik 0,85%, indeks komposit Shanghai turun 0,91%, Hang Seng Hong Kong naik 0,93%, ASX 200 Australia naik 0,43%, dan Kospi Korsel naik 0,05%.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Di Bawah Tekanan Ambil Untung, IHSG Ditutup Melemah Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,11% ke kisaran 6.428,3 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (14/1/2021).

EKONOMI | 14 Januari 2021

Studi: Pembayaran Contactless Makin Diminati, 82% UKM Adopsi Teknologi Digital

Pelaku usaha yang paham teknologi (52%) memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk berinvestasi di teknologi keamanan dan pencegahan penipuan.

EKONOMI | 14 Januari 2021

OVO Hadirkan Akses Pembayaran Asuransi Proteksi Sepeda

Produk asuransi Proteksi Sepeda ini diterbitkan oleh Asuransi Takaful Umum melalui Qoala Insurtech.

EKONOMI | 14 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS