Minim, Akses UMKM ke Pasar Global
Logo BeritaSatu

Minim, Akses UMKM ke Pasar Global

Senin, 18 Januari 2021 | 12:29 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus menggenjot berbagai strategi untuk meningkatkan peran usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang tak hanya di skala nasional, namun juga internasional. Untuk itu, BUMN tengah mendorong sejumlah perusahaan BUMN untuk melakukan pembinaan pada UMKM agar siap memasarkan produk ke luar negeri.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, UMKM Indonesia perlu dipersiapkan sebelum dibawa ke pasar global, agar nantinya bisa sesuai dengan selera pasar internasional. Misalnya saja, apa yang sedang tren, ke mana saja pasar potensial per klaster, dan membuka ceruk-ceruk pasar baru di luar negeri sesuai klasternya sebagai contoh furnitur, fashion, perhiasan dan sebagainya.

Langkah tersebut menurutnya perlu mendapat perhatian pasalnya peran UMKM sangat signifikan dalam mengelola perekonomian nasional. Di mana, dengan jumlah 64 juta lebih pelaku UMKM telah memegang 79% struktur ekonomi Indonesia dan 97% penyerapan tenaga kerja nasional. Sehingga memberikan kontribusi sebesar 64% ke PDB. Namun sayangnya tingkat ekspornya baru 14,7% dan yang paling krusial keterkaitan dalam global value chain dalam produk internasional hanya 6,3%.

“Kita ingin peran UMKM Indonesia diperkuat tidak hanya tingkatkan tenaga kerja, kontribusi ke PDB, namun bisa masuk global value chain dan meningkatkan ekspor berkualitas dan menjangkau berbagai sektor dunia usaha,” kata pria yang akrab disapa Tiko itu saat memberikan sambutan pada webinar “Kebangkitan UMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional”, Senin (18/1/2021).

Acara ini merupakan kerja sama Majalah Investor dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi dan UKM, serta didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), PT Telkom (Persero) Tbk, PT Askrindo (Persero), PT Jamkrindo (Persero), PT PP (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Lebih lanjut, Tiko menjelaskan, dari berbagai kajian dan survei yang dilakukan ada tiga hal yang akan didorong dalam menghadapi masalah UMKM. Pertama, peningkatan kompetensi usaha. Salah satunya dijawab melalui pendirian Rumah Kreatif Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang saat ini telah berjumlah 245 di seluruh Indonesia dan menjangkau 350.000 unit UMKM dan juga UMKM Expo(rt) BRIlian Preneur yang sudah digelar dua kali.

Kedua, akselerasi akses keuangan. Antara lain, melalui rencana pembentukan perusahaan holding terkait pembiayaan dan pemberdayaan ultramikro. Menurut rencana, holding ini akan terdiri atas tiga perusahaan BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebagai perusahaan induk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Di mana, perusahaan holding ini akan menyasar 57 juta nasabah ultra mikro (UMi). Adapun hingga saat ini masih ada 30 juta nasabah UMI yang belum memiliki akses keuangan formal.

Adapun tiga tujuan utama sinergi ini, jelasnya ditujukan untuk mengefisienkan biaya cost of fund sehingga ekspansi usaha bisa dilakukan dengan biaya lebih murah, cost user atau cost to acquire a customer dapat lebih murah, dan sinergi digitalisasi dan platform optimalisasi pemberdayaan dan satu data. Hal ini diharapkan bisa menjadi sumber data nasional yang menjangkau puluhan juta pelaku UMKM

Ketiga, penciptaan ekosistem dan perluasan pasar. Hal ini dicapai melalui platform Pasar Digital (PaDi) UMKM yang resmi diluncurkan Agustus 2020 untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM. “UMKM ini merupakan hedging ekonomi yang sangat besar dan sangat mempengaruhi tenaga kerja dan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, kami di BUMN fokus untuk tingkatkan effort untuk tingkatkan kapasitas dan akses keuangan dan pasar bagi perusahaan UMKM. Setelah pandemi Covid ini kami yakin peranan BUMN untuk meningkatkan akses UMKM bisa dipertajam terutama dengan adanya integrasi ultramikro,” ungkap Tiko.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pembentukan Holding BUMN Mikro Bangkitkan Sektor UMKM

Integrasi BUMN pada holding ini diharap menciptakan efisiensi biaya dana dan memperluas jaringan.

EKONOMI | 18 Januari 2021

Dirut BRI Sebut Penyaluran Kredit Tembus Rp 1.000 T Bisa Dicapai

BRI yang fokus pada segmen UMKM mendapat kuota KUR Rp 152 triliun pada 2021.

EKONOMI | 18 Januari 2021

Rupiah Terdepresiasi ke Kisaran Rp 14.070 Per Dolar

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Senin (18/1/2021), terpantau melemah ke kisaran Rp 14.070.

EKONOMI | 18 Januari 2021

Sesi I, IHSG Berbalik Menguat 0,5% ke 6.407,7

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,54% ke kisaran 6.407,7 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (18/1/2021).

EKONOMI | 18 Januari 2021

Jokowi Minta Pengusaha Besar Gandeng UMKM

Jokowi menegaskan usaha besar tidak boleh hanya mementingkan perusahaannya sendiri. Para pelaku usaha besar harus melihat lingkungan sekitarnya.

EKONOMI | 18 Januari 2021

Kebangkitan UMKM Kunci Pemulihan Ekonomi

Kebangkitan UMKM dan juga koperasi merupakan kunci pemulihan ekonomi, terutama kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja.

EKONOMI | 18 Januari 2021

Grab Financial Group Kantongi Pendanaan Seri A Lebih Dari US$300 Juta

Grab Financial Group (GFG) telah berhasil meraih pendaan seri A yang dipimpin oleh perusahaan manajemen aset asal Korea Selatan, Hanhwa Asset Management.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Telkom Ajak Netflix untuk Berikan Layanan Terbaik kepada Masyarakat Indonesia

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda di Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berupaya maksimal mendukung produktivitas

EKONOMI | 18 Januari 2021

UMKM Harus Naik Kelas Setelah Kerja Sama dengan Perusahaan Besar

Kemitraan strategis antara perusahaan besar dengan UMKM akan terus dikembangkan dengan prinsip saling menguntungkan dan meningkatkan daya saing.

EKONOMI | 18 Januari 2021

Presiden: Kerja Sama UMKMā€“Usaha Besar Harus Berkelanjutan

Presiden berharap BKPM mengawasi secara saksama kontrak kerja sama antara UMKM dan usaha besar agar berlangsung secara berkelanjutan.

EKONOMI | 18 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS