Ekonomi Syariah Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Ekonomi Syariah Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Selasa, 19 Januari 2021 | 17:30 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Sepanjang tahun 2020, meski di masa pandemi Covid-19, ekonomi syariah berhasil mencatatkan pertumbuhan positif. Bahkan, dalam kondisi perlambatan perekonomian, ekonomi syariah telah menjadi sumber pertumbuhan baru yang bisa membantu dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Artinya ekonomi syariah ini dapat menjadi sumber pertumbuhan baru dan membantu dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional. Ekonomi syariah kini menjadi primadona baru, di Indonesia, khususnya industri perbankan syariah,” kata Ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi pada webinar Syariah Economic Outlook: Ekonomi Syariah Indonesia 2021 dengan tema “Mewujudkan Ekonomi dan Keuangan Syariah sebagai Energi Baru dalam Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional”, Selasa (19/1/2021).

Indonesia, tambahnya butuh nafas baru dalam menggerakkan roda perekonomian. Hal itu akan digapai salah satunya melalui integrasi tiga bank syariah milik BUMN (BNI Syariah, BRI Syariah dan Bank Syariah Mandiri)yang merupakan wujud inisiatif pemerintah untuk membangkitkan industri syariah, yang selama ini dianggap sebagai raksasa tidur. “Dengan nilai aset yang mencapai sekitar Rp 240 triliun dan melayani lebih dari 14,9 juta nasabah, Bank Syariah Indonesia akan berupaya menjawab berbagai tantangan pengembangan ekonomi dan industri keuangan syariah,” ucapnya.

Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN Nawal Nely mengatakan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, sebagai entitas hasil merger tiga bank syariah milik negara bisa membantu mempercepat perwujudan multiplier effect bagi ekonomi nasional.

Melalui merger, diharapkan skala cakupan dan layanan perbankan syariah bisa semakin menjangkau masyarakat. Apalagi, nantinya Bank Syariah Indonesia akan beroperasi dengan mengandalkan keberadaan 1.200 cabang dan 20.000 lebih pekerja yang tersebar di seluruh Tanah Air.

“Diharapkan dalam peta perbankan di Indonesia BSI akan menduduki ranking 7 atau 8 berdasarkan skala asetnya. Secara global, Bank Syariah Indonesia akan menjadi satu dari top 10 global bank yang islami. Kemudian efisiensi biaya terhadap pendapatan secara kolektif, normally akan membaik jika skala aset perbankan syariah ini disatukan. Harapannya adanya konsolidasi, rasio biaya terhadap pendapatan ini bisa menurun ke 45%-50%,” ujar Nawal.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana berharap, ke depannya Bank Syariah Indonesia dapat memfasilitasi seluruh kebutuhan pelaku industri di ekosistem ekonomi syariah. Selain itu, bank hasil merger ini diharap membantu peningkatan share asset perbankan syariah yang kini berada di angka 6,51% dibanding total aset perbankan nasional.

“Kami lihat tantangan dalam jangka pendek adalah bagaimana perbankan kita bisa melakukan pemulihan sektor rill dan konsolidasi bisnis untuk mengatasi pandemi. Kami juga akan address supaya nanti perbankan mempunyai daya tahan untuk menyerap cadangan sebagai dampak dari restrukturisasi kredit yang masih berlangsung. Kemudian perbankan digital tidak boleh kita abaikan karena nasabah maunya perbankan kita melakukan transaksi dengan digital,” ujar Heru.

Menurut Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahardjo, empat fokus pengembangan ekonomi syariah telah ada dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024, yakni pengembangan industri halal, keuangan, dana sosial, dan perluasan kegiatan usaha syariah.

“Potensi perbankan syariah ini memang jangka menengah-panjang. Pada level menengah harus mengambil zakat yang kuat untuk masyarakat keluar dari garis kemiskinan. Pemanfaatan wakaf juga diperkirakan memiliki potensi besar. Berbagai upaya muncul untuk pengembangan wakaf,” ujar Ventje.

Pada kesempatan yang sama, Peneliti Senior Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah UI Banjaran Surya Indrastomo berkata, perbankan syariah bisa menjadi pusat pertumbuhan dengan berbagai inisiatif yang sudah ada. Perbankan syariah juga diharap turut mempromosikan research & development di bidang keuangan melalui investasi ke lembaga riset.

“Selama ini OJK dan BI sudah sangat luar biasa untuk mendorong research and development (R&D), mungkin Bank Syariah Indonesia bolehlah memiliki lembaga penelitian independen sendiri atau memberi dukungan terhadap R&D. Lalu, tugas besar Bank Syariah Indonesia untuk bisa menarik likuiditas yang besar dari Timur Tengah dengan aksi korporasi seperti pembukaan cabang atau menjadi salah satu backbone untuk mendukung sukuk insurance sampai Dubai sehingga dana yang abandon di sana mampu mendorong perekonomian Indonesia,” imbaunya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Walau Pandemi, Peserta BPJamsostek Tetap Peroleh Imbal Hasil di Atas Deposito

Selama Pandemi Covid-19, Kinerja BPJamsostek tetap bagus.

EKONOMI | 19 Januari 2021

Menghidupkan UMKM Sebagai 'Engine' Pertumbuhan Ekonomi

UMKM memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga perlu didorong agar bangkit kembali pasca terpuruk akibat pandemi.

EKONOMI | 19 Januari 2021

Bank Mandiri-Grab Kerja Sama Permudah Akses Keuangan

Bank Mandiri akan mengembangkan sejumlah produk dan layanan keuangan pada platform Grab, di antaranya adalah pengembangan sistem dan teknologi pembayaran.

EKONOMI | 19 Januari 2021

Kemkop dan UKM Dukung Peningkatan Daya Saing UMKM melalui Kemitraan dengan Usaha Besar

Kemkop dan UKM dukung peningkatan daya saing UMKM melalui kemitraan dengan usaha-usaha besar di Tanah Air.

EKONOMI | 19 Januari 2021

Joe Biden Dilantik, Ini Dampaknya untuk Ekonomi Indonesia

Pelaku usaha menilai era Joe Biden akan lebih menjanjikan untuk pertumbuhan dan peningkatan relasi ekonomi Indonesia - AS dibandingkan era Donald Trump.

EKONOMI | 19 Januari 2021

Menkop dan UKM Tingkatkan Kerja Sama di 5 Destinasi Super Prioritas

Kemkop dan UKM bersama Kemperekraf berkomitmen untuk konsisten mengembangkan potensi di lima Destinasi Super Prioritas.

EKONOMI | 19 Januari 2021

Genjot Pendapatan, AP II Cari Pengelola Tunggal Iklan Outdoor

AP II akan membuka kerja sama pengelolaan iklan outdoor di 13 cabang bandara selama 10 tahun.

EKONOMI | 19 Januari 2021

Ini 5 Tantangan Ekonomi Syariah di 2021

Perlu strategi khusus untuk membuat pangsa pasar keuangan syariah menjadi lebih besar, setidaknya mencapai 20%.

EKONOMI | 19 Januari 2021

Ini 5 Saham Pilihan Investor Asing Hari Ini

PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 55,5 miliar. Saham INKP naik 2,2% ke Rp 12.775.

EKONOMI | 19 Januari 2021

Rupiah Relatif Stabil di Rp 14.050

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Selasa (19/1/2021), terpantau menguat tipis ke kisaran Rp 14.050.

EKONOMI | 19 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS