Logo BeritaSatu

Implementasi RCEP Dukung Upaya Pemulihan Ekonomi Indonesia

Kamis, 21 Januari 2021 | 18:16 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP), memberikan harapan bagi masyarakat internasional bahwa perdagangan bebas tetap menjadi arah yang tepat untuk ekonomi dunia. Sebabnya, RCEP bisa dijadikan sebagai stimulus tambahan pascapandemi karena berpotensi meningkatkan perdagangan dan juga investasi di negara anggota.

Namun demikian, manfaat RCEP tidak akan bisa didapatkan Indonesia secara maksimal, bila tidak dilakukan perubahan secara mendasar, berupa program penguatan daya saing di berbagai sektor. Implementasi RCEP bisa menjadi salah satu jalan dalam upaya pemulihan perekonomian Indonesia pada 2021.

"Indonesia sejatinya bisa memainkan peran yang cukup dominan dalam RCEP jika mampu meningkatkan daya saing. Salah satunya dengan menyetak tenaga kerja terampil dan profesional yang sesuai dengan tuntutan perkembangan industri dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital," kata Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Prof Dr Djisman S Simandjuntak, dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (21/1/2021).

Djisman mengatakan, tahun 2021 sangat mungkin menjadi momentum pemulihan akibat dampak pandemi Covid-19. Karena itu pertumbuhan baru sesudah 2021 juga harus disiapkan dari sekarang. Pembangunan yang berpusatkan berdasarkan kesehatan, investasi yang besar dalam modal manusia, yaitu pendidikan dan pelatihan, perlunya katalisasi kewirausahaan, serta investasi infrastruktur, termasuk infrastuktur digital menjadi sangat penting.

"Kita perlu dekarboniasasi, serius menangani investasi yang sifatnya dekarbonisasi seperti renewable energi, kita perlu membangun brand Indonesia maju, yang sudah banyak jadi buah bibir, Indonesia yang terbuka, connected, decarbonized,” ujar Djisman.

Terkait pembangunan modal manusia, Djisman menekankan pentingnya keuntungan bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, bonus demografi hanya bisa terwujud jika generasi muda Indonesia bisa menikmati pendidikan dan kesehatan yang baik.

Memang dalam kondisi saat ini membuka kembali persekolahan dengan pola pembelajaran tatap muka cukup berisiko. Namun dengan perkembangan teknologi digital, pola pendidikan hybrid, perpaduan tatap muka dengan aktivitas pembelajaran online bisa menjadi salah satu solusi.

"Kami di Prasetiya Mulya sudah membangun hybrid classes. Di mana peserta didik bisa ikut pendidikan secara fisik, namun sebagian besar mengikuti online. Jadi kita gilir,” jelas Djisman

Saat ini, kata Djisman, digitalisasi menjadi satu keniscayaan untuk membangun daya saing manusia Indonesia. "Digital connectivity harus bisa menjangkau seluas mungkin di wilayah Indonesia dan sebanyak mungkin seluruh masyarakat Indonesia demi membangun human capital yang jauh lebih baik," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

NPL KUR Diproyeksi Tidak Lebih 1,5% pada Akhir 2022

Kemenko Perekonomian mencatat kredit bermasalah (NPL) gross kredit usaha mikro (KUR) sampai medio September 2022 terjaga di level 1,03%.

EKONOMI | 28 September 2022

Bursa AS Berguguran, Imbal Hasil ke Level Tertinggi 1 Dekade

Bursa AS Wall Street ditutup di zona merah setelah imbal hasil obligasi atau Treasury tenor 10 tahun terus naik ke level tertinggi.

EKONOMI | 28 September 2022

Bursa Eropa Bervariasi Sikapi Pasar Obligasi Inggris

Bursa Eropa ditutup bervariasi karena kenaikan harga komoditas dan ketidakpastian pasar obligasi Inggris.

EKONOMI | 28 September 2022

Prudential Syariah Luncurkan Kanal Sharia Knowledge Centre

Prudential Syariah meluncurkan Sharia Knowledge Centre (SKC) sebagai inisiatif perseroan untuk membantu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.

EKONOMI | 27 September 2022

OJK Tegaskan Batas Maksimal Bunga Fintech 0,4% Per Hari

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan, tingkat bunga pinjaman fintech lending sebesar 0,4% per hari digunakan untuk pinjaman konsumtif dengan tenor pendek.

EKONOMI | 27 September 2022

Bank Ganesha Gandeng Rupiah Cepat Salurkan Kredit Rp 100 Miliar

Bank Ganesha menggandeng PT Kredit Utama Fintech Indonesia dengan produk peer to peer lending pada aplikasi Rupiah Cepat.

EKONOMI | 27 September 2022

Luncurkan Versi Pro, Saham Rakyat Targetkan 1 Juta Investor di 2023

Aplikasi Saham Rakyat sudah diunduh oleh total lebih dari 100.000 pengguna di Play Store dan App Store.

EKONOMI | 27 September 2022

Kaesang Pangarep: 70% Uang Saya Diinvestasikan di Saham

Kaesang Pangarep rupaya lebih mempercayakan uang yang dimilikinya untuk diinvestasikan di saham ketimbang ditabung. 

EKONOMI | 27 September 2022

Startup Ingin Dapat Modal dari Merah Putih Fund? Ini 4 Syaratnya

Untuk bisa mendapatkan pendanaan dari Merah Putih Fund. Pertama, startup tersebut pendirinya 100% atau seluruhnya harus orang Indonesia.

EKONOMI | 27 September 2022

Ekosistem BUMN Bisa Bantu Startup Berkembang Secara Sustainable

Wamen  BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, tantangan utama yang dihadapi dunia startup adalah ketika ingin masuk ke tahap scalability.

EKONOMI | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
NPL KUR Diproyeksi Tidak Lebih 1,5% pada Akhir 2022

NPL KUR Diproyeksi Tidak Lebih 1,5% pada Akhir 2022

EKONOMI | 13 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings