APPKSI Minta Pemerintah Batalkan kenaikan Bea Ekspor CPO
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

APPKSI Minta Pemerintah Batalkan kenaikan Bea Ekspor CPO

Jumat, 22 Januari 2021 | 12:50 WIB
Oleh : Hotman Siregar / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan baru-baru ini menaikkan tarif ekspor sawit. Berdasarkan PMK No 191/PMK 05/2020, pungutan ekspor CPO dengan harga di bawah atau sama dengan US$670 per ton dikenai tarif US$55 per ton. Tarif ini akan dinaikkan US$15 per ton setiap kenaikan harga CPO US$25 per ton.

Pungutan dana perkebunan atas ekspor sawit dan bea keluar merupakan dua pungutan yang dikenakan atas ekspor kelapa sawit, crude palm oil, dan produk turunannya. Besaran tarif Dana Perkebunan atas Ekspor Sawit dikenakan berdasarkan harga crude palm oil.

Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi minyak sawit mentah untuk penetapan bea keluar pada periode Januari 2021 sebesar US$ 951,86/ton. Harga referensi ini meningkat US$ 81,09 atau 9,31% dibandingkan dengan harga Desember 2020 yang dipatok US$870,77/ton.

"Saat ini harga referensi CPO telah jauh melampaui threshold US$750/ton. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK (bea keluar) CPO sebesar US$74/ton untuk periode Januari 2021,” ujar Ketua Umum Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia (APPKSI) AM Muhammadyah di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Menurutnya, bea keluar CPO untuk Januari 2021 merujuk pada Kolom 6 Lampiran II Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 166/PMK.010/2020 sebesar US$74/ton. Nilai tersebut jauh meningkat dibandingkan dengan bea keluar CPO untuk periode Desember 2020 sebesar US$33/ton.

Penerapan BK ini akan menekan kembali harga Tandan Buah Segar (TBS) petani. Pasalnya, dalam struktur penetapan harga TBS petani yang ditetapkan setiap minggu dipengaruhi pajak ekspor dan pungutan ekspor.

“Pajak ekspor dan pungutan ekspor itu masuk dalam biaya pengurang harga TBS yang diterima petani. Istilah umumnya biaya produksi yang diterapakan oleh Perusahaan perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) yang menjadi penerima TBS dari pengepul TBS," katanya.

Belum lagi, tambah dia, persoalan petani yang tidak bisa menjual TBS-nya langsung ke PKS–PKS terutama petani rakyat yang tidak bermitra dengan perusahaan sawit mana pun. Akibat Keterbatasan kapasitas produksi pada PKS menyebabkan hasil penen TBS petani tidak dapat diolah secara maksimal. Akibatnya petani mengalami kerugian karena harus menjual ke pengepul TBS yang membeli TBS di bawah harga yang ditetapkan oleh Disbun

"Kami mengusulkan kepada pemerintah supaya bea keluar sawit sementara dinolkan atau ditunda terlebih dahulu agar tidak menjadi beban tambahan yang menyebabkan tertekannya harga di tingkat petani," kata Muhammadyah.

Kenaikan tarif pungutan ekspor CPO sudah cukup dan tidak perlu ditambah dengan penaikan bea keluar. Pasalnya, kenaikan pungutan ekspor tersebut saja sudah akan menekan harga tandan buah segar (TBS) petani dan karena memang berkat pungutan ekspor inilah harga TBS petani terjaga melalui induatri biodiesel.

Sementara itu, jika bea keluar yang merupakan penerimaan negara yang masuk ke dalam kas negara dinaikan tarifnya maka Penaikan bea keluar sawit akan menekan permintaan ekspor secara signifikan, di mana permintaan ekspor akan turun dan harga CPO menjadi rendah dan produksi CPO nasional pun menurun, yang akhirnya juga akan berpengaruh pada penurunan jumlah pungutan ekspor CPO yang digunakan untuk mensubsidi industri biodiesel.

Ia menambahkan, pungutan ekspor sawit merupakan keniscayaan untuk menyelamatkan industri biodiesel nasional. Pasalnya, sebanyak 9,5 juta ton CPO akan terbengkalai jika industri tersebut terbengkalai.

"Pembatalan kenaikan bea keluar atas ekspor kelapa sawit, crude palm oil, dan produk turunannya dimaksud agar agar pasar dapat mengunci harga bawah TBS petani di level Rp 2.100 per kilogram," jelasnya.

Sebagai catatan kenaikan harga CPO dan permintaan CPO di luar negeri sepanjang 2020 hingga saat ini ini mencapai level sebesar US$951,86/ton di Januari 2021 lebih disebabkan karena diberlakukannya protokol lockdown di negara produsen CPO, salah satunya Malaysia. Alhasil, produktivitas perkebunan kelapa sawit Negeri Jiran merosot lantaran kekurangan tenaga kerja untuk memanen kelapa sawit.

Artinya jika sudah tidak lagi lockdown di Malaysia maka kemungkinan harga CPO di tahun 2021 akan kembali menurun begitu pula harga TBS akan turun juga.

"Lalu apa yang akan diberikan oleh pemerintah jika harga CPO jatuh kembali karena selama ini saat harga CPO rendah tidak ada satu pun kebijakan pemerintah untuk membantu para stakeholder kelapa sawit," jelasnya.

Karena itu APPKSI mendesak pemerintah untuk membatalkan kenaikan bea keluar ekspor CPO atau menurunkan tarif pungutan ekspor CPO. Hal itu agar petani sawit bisa hidup sejahtera dan bias merasakan hasil kerja payah selama ini.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Di Tengah Aksi Jual Asing, 5 Saham Ini Justru Diborong

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 127,5 miliar. Saham BBCA naik 0,07% ke Rp 35.400.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Meski Pandemi, Kinerja Pelindo 1 Tahun 2020 Tetap Positif

Di tengah Pandemi Covid-19, kinerja Pelindo 1 posetif.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Rupiah Terdepresiasi Tipis ke Rp 14.010

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Jumat (22/1/2021), terpantau melemah ke kisaran Rp 14.010.

EKONOMI | 22 Januari 2021

BEI Luncurkan Produk dan Skema Baru Layanan Data

BEI setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, baik dari segi jumlah investor, kapitalisasi pasar, serta jumlah pelanggan data.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Investor Lepas Saham, IHSG Anjlok 1,5%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,5% ke kisaran 6.317,9 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (22/1/2021).

EKONOMI | 22 Januari 2021

Hutama Karya Optimistis Tol Pekanbaru-Bangkinan Selesai Sesuai Target

Pembangunan konstruksi Tol Pekanbaru–Bangkinang telah mencapai 56% dan ditargetkan selesai tahun ini.

EKONOMI | 22 Januari 2021

RUPSLB BRI Tunjuk Empat Direksi Baru

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), pada Kamis (21/1), menunjuk Empat direksi baru.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Perkuat Kinerja, BRI Tunjuk 3 Direksi Baru

Pergantian tersebut untuk memperkuat kinerja perseroan ke depan.

EKONOMI | 21 Januari 2021

Rupiah Stabil di Kisaran Rp 14.000

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Jumat (22/1/2021), terpantau melemah ke kisaran Rp 14.000.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Efek Biden Memudar, IHSG Dibuka Datar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,05% ke kisaran 6.417 pada awal perdagangan hari ini, Jumat (22/1/2021).

EKONOMI | 22 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS