Minim Kesempatan Kerja, Penyebab Pergeseran Penduduk ke Luar Jawa Lambat
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Minim Kesempatan Kerja, Penyebab Pergeseran Penduduk ke Luar Jawa Lambat

Jumat, 22 Januari 2021 | 16:52 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah menilai, lambatnya pergeseran penduduk dari pulau Jawa ke pulau lain sangat terkait dengan potensi ekonomi dan juga kurangnya fasilitas dasar serta kesempatan kerja. Program transmigrasi dilihat masyarakat sudah tidak menarik, sehingga ada keengganan dari penduduk di Pulau Jawa untuk melakukan transmigrasi.

Berdasarkan data Sensus Penduduk 2020, dari total penduduk Indonesia pada September 2020 yang sebanyak 270,20 juta jiwa, sebanyak 151,59 juta penduduk atau 56,10 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Pergeserannya terlihat sangat lambat, di mana pada tahun 2000, jumlah penduduk yang tinggal di Pulau Jawa mencapai 59,1 persen, di 2010 57,5 persen, dan pada 2020 hanya turun tipis menjadi 56,10 persen.

"Program transmigrasi terlihat belum mampu mendorong masyarakat untuk pindah ke luar Pulau Jawa. Kenapa? Ada banyak faktor. Tapi utamanya karena tidak adanya kepastian dari sisi ekonomi. Misalnya di sana mau kerja apa? Selain itu, infrastruktur dasar di luar Jawa seperti sekolah dan rumah sakit juga masih minim, sehingga membuat masyarakat lebih memilih untuk tetap tinggal di Pulau Jawa,” kata Rusli Abdullah saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (22/1/2021).

Bila pemerintah ingin adanya pergeseran penduduk yang lebih besar dari Pulau Jawa, menurut Rusli harus ada pembenahan dari sisi fasilitas dasar seperti sekolah dan rumah sakit. Kesempatan kerja juga harus lebih banyak dibuka di luar Jawa.

"Pemerintah harus memastikan bahwa pelayanan dasar dan akses ke ekonomi atau pekerjaan itu merata, semua sama. Misalnya pelayanan kesehatan di puskesmas Pulau Jawa harus sama dengan puskesmas di daerah luar Jawa. Dengan begitu orang akan lebih tertarik untuk pindah,” kata Rusli.

Meskipun pembangunan infrastruktur pada era Jokowi sudah cukup banyak dilakukan di luar pulau Jawa, menurut Rusli pusat-pusat kegiatan ekonomi juga harus dibangun di sekitar infrastruktur tersebut. Dengan begitu akan tercipta lebih banyak kesempatan kerja.

“Setelah infrastruktur dibangun, pekerjaan rumahnya adalah harus ada aktivitas ekonomi yang ditumbuhkan di sekitar infrastruktur tersebut,” kata Rusli.

Dengan lebih banyaknya penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa, padahal luas geografisnya hanya sekitar 7 persen dari seluruh wilayah Indonesia, Rusli melihat ada beberapa dampak yang akan dan sudah timbul, mulai dari persaingan kerja yang makin ketat, hingga dampak ke lingkungan.

"Dari sisi ekonomi, akan ada over supply tenaga kerja. Kemudian tingkat kriminalitas juga makin kompleks, dan juga dampak ke lingkungan bisa makin rusak. Misalnya saja di Jakarta, untuk kebutuhan minim banyak yang membuat sumur bor. Ini bisa semakin mempercepat penurunan tanah di Jakarta atau Jawa,” kata Rusli.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

TwoSpaces Dukung Gaya Hidup Baru Lewat Hunian Terintegrasi

Kebutuhan ruang untuk tinggal dan bekerja yang terintegrasi dalam satu tempat telah menjadi kebutuhan yang mulai dicari banyak orang.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Bursa Eropa Dibuka Turun karena Buruknya Data Ekonomi

Pan-European Stoxx 600 ambles 0,7% pada awal perdagangan.

EKONOMI | 22 Januari 2021

ANTM dan BRIS Jawara Saham yang Banyak Ditransaksikan

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan frekuensi 134.964 kali.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Pendapatan TaniHub Group Melonjak 639%

4 tahun sejak didirikan, TaniHub Group tidak pernah berhenti bergerak meningkatkan kesejahteraan petani lokal dengan akses pasar dan keuangan.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Dolar Perkasa, Rupiah dan Mata Uang Asia Ditutup Terkoreksi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.120- Rp 14.205 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Januari 2021

396 Saham Anjlok, IHSG Hilang 106 Poin ke 6.307

Sementara indeks LQ-45 turun 19,6 poin (1,95%) ke level 991,5.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Universal BPR Dapuk Rhenald Kasali sebagai Brand Ambassador

Sebagai brand ambassador, Rhenald Kasali akan mengedukasi masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih bank dan mendukung BPR.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Desember, Uang Beredar Naik 12,4% Jadi Rp 6.900 Triliun

Tagihan bersih kepada pemerintah pusat meningkat, dari 66,5% (yoy) menjadi 66,9% (yoy) pada Desember 2020.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Petani Plasma Kelapa Sawit Minta Pemerintah Batalkan Kenaikan Bea Keluar Ekspor CPO

Pemerintah harus batalkan kenaikan bea keluar ekspor CPO atau menurunkan tarif pungutan ekspor CPO agar petani sawit bias hidup sejahtera.

EKONOMI | 22 Januari 2021

APPKSI Minta Pemerintah Batalkan kenaikan Bea Ekspor CPO

Penerapan BK ini akan menekan kembali harga Tandan Buah Segar (TBS) petani.

EKONOMI | 22 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS