Logo BeritaSatu

Minim Kesempatan Kerja, Penyebab Pergeseran Penduduk ke Luar Jawa Lambat

Jumat, 22 Januari 2021 | 16:52 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah menilai, lambatnya pergeseran penduduk dari pulau Jawa ke pulau lain sangat terkait dengan potensi ekonomi dan juga kurangnya fasilitas dasar serta kesempatan kerja. Program transmigrasi dilihat masyarakat sudah tidak menarik, sehingga ada keengganan dari penduduk di Pulau Jawa untuk melakukan transmigrasi.

Berdasarkan data Sensus Penduduk 2020, dari total penduduk Indonesia pada September 2020 yang sebanyak 270,20 juta jiwa, sebanyak 151,59 juta penduduk atau 56,10 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Pergeserannya terlihat sangat lambat, di mana pada tahun 2000, jumlah penduduk yang tinggal di Pulau Jawa mencapai 59,1 persen, di 2010 57,5 persen, dan pada 2020 hanya turun tipis menjadi 56,10 persen.

"Program transmigrasi terlihat belum mampu mendorong masyarakat untuk pindah ke luar Pulau Jawa. Kenapa? Ada banyak faktor. Tapi utamanya karena tidak adanya kepastian dari sisi ekonomi. Misalnya di sana mau kerja apa? Selain itu, infrastruktur dasar di luar Jawa seperti sekolah dan rumah sakit juga masih minim, sehingga membuat masyarakat lebih memilih untuk tetap tinggal di Pulau Jawa,” kata Rusli Abdullah saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (22/1/2021).

Bila pemerintah ingin adanya pergeseran penduduk yang lebih besar dari Pulau Jawa, menurut Rusli harus ada pembenahan dari sisi fasilitas dasar seperti sekolah dan rumah sakit. Kesempatan kerja juga harus lebih banyak dibuka di luar Jawa.

"Pemerintah harus memastikan bahwa pelayanan dasar dan akses ke ekonomi atau pekerjaan itu merata, semua sama. Misalnya pelayanan kesehatan di puskesmas Pulau Jawa harus sama dengan puskesmas di daerah luar Jawa. Dengan begitu orang akan lebih tertarik untuk pindah,” kata Rusli.

Meskipun pembangunan infrastruktur pada era Jokowi sudah cukup banyak dilakukan di luar pulau Jawa, menurut Rusli pusat-pusat kegiatan ekonomi juga harus dibangun di sekitar infrastruktur tersebut. Dengan begitu akan tercipta lebih banyak kesempatan kerja.

“Setelah infrastruktur dibangun, pekerjaan rumahnya adalah harus ada aktivitas ekonomi yang ditumbuhkan di sekitar infrastruktur tersebut,” kata Rusli.

Dengan lebih banyaknya penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa, padahal luas geografisnya hanya sekitar 7 persen dari seluruh wilayah Indonesia, Rusli melihat ada beberapa dampak yang akan dan sudah timbul, mulai dari persaingan kerja yang makin ketat, hingga dampak ke lingkungan.

"Dari sisi ekonomi, akan ada over supply tenaga kerja. Kemudian tingkat kriminalitas juga makin kompleks, dan juga dampak ke lingkungan bisa makin rusak. Misalnya saja di Jakarta, untuk kebutuhan minim banyak yang membuat sumur bor. Ini bisa semakin mempercepat penurunan tanah di Jakarta atau Jawa,” kata Rusli.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ekonomi Indonesia 2023 Diyakini Tak Segelap Perkiraan

Sri Adiningsih mengatakan, ekonomi Indonesia sebetulnya punya modal yang baik untuk menghadapi kondisi tahun 2023 yang dikatakan banyak pihak akan lebih gelap.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Pemerintah Diminta Hapus Pembayaran Subsidi Bunga Obligasi Rekap Eks BLBI

Hardjuno Wiwoho meminta pemerintah fokus pada upaya penghapusan pos pembayaran subsidi bunga obligasi rekap eks BLBI.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Penunjukkan Mantan Petinggi Google dan Tokopedia untuk Rebranding Fazz

Fazz kini punya dua eksekutif senior yang ditunjuk untuk melaksanakan rebranding perusahaan.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Mendesak

Burhanuddin Muhtadi mengatakan, responden yang menginginkan pengendalian harga-harga kebutuhan pokok dalam survei betul-betul dominan mencapai 42,9%.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Terapkan Praktik Tambang Baik, PPA Diapresiasi ESDM

PT Putra Perkasa Abadi (PPA) mendapatkan penghargaan pemegang Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) terbaik dari Kementerian ESDM.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Tidak Hanya MBR, Kelas Menengah Butuh Stimulus Perumahan

Kebijakan dan stimulus perumahan terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dinilai perlu diperluas untuk kelas menengah.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Danone Indonesia Fokus Keberlanjutan Lingkungan dan Sosial

Danone Indonesia fokus mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan dan sosial dalams setiap tahap bisnisnya.

EKONOMI | 1 Oktober 2022

Sandiaga Uno Minta ASEAN Tourism Forum 2023 Dimatangkan

Sandiaga Uno terkesima dengan inovasi layanan akomodasi kekinian di pinggiran Yogyakarta menjelang perhelatan ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023.

EKONOMI | 1 Oktober 2022

Arab Saudi Sediakan Ratusan Ribu Peluang Kerja bagi Warga Indonesia

Afriansyah Noor, mengatakan, Arab Saudi membuka kesempatan bagi 200.000 pekerja dari Indonesia untuk bekerja di negeri itu.

EKONOMI | 1 Oktober 2022

KSP: Masih Banyak yang Salah Memahami Garis Kemiskinan Bank Dunia

Bank Dunia menaikkan garis kemiskinan ekstrem dari US$1,9 menjadi US$2,15 per kapita per hari.

EKONOMI | 1 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tragedi Kanjuruhan, Presiden FIFA Bahkan Gagal Paham

Tragedi Kanjuruhan, Presiden FIFA Bahkan Gagal Paham

NEWS | 2 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings