Bonus Demografi Harus Diikuti Peningkatan Kualitas SDM
Logo BeritaSatu

Bonus Demografi Harus Diikuti Peningkatan Kualitas SDM

Jumat, 22 Januari 2021 | 18:02 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (Core), Yusuf Rendy Manilet menilai, bonus demografi yang saat ini tengah dinikmati Indonesia layaknya dua sisi mata uang yang bisa menjadi kesempatan besar, namun bisa pula menjadi masalah bila tidak dimanfaatkan dengan baik.

Berdasarkan data Sensus Penduduk 2020, dari total penduduk Indonesia pada September 2020 yang sebanyak 270,20 juta jiwa, penduduk usia produktif atau usia kerja dari 15-64 tahun meningkat dari 53,39 persen menjadi 70,72 persen.

Hasil Sensus Penduduk 2020 juga mencatat mayoritas penduduk Indonesia didominasi oleh Generasi Z (lahir tahun 2013 dan seterusnya, perkiraan usia sekarang sampai dengan 7 tahun) dan Generasi Milenial (lahir tahun 1981-1996, perkiraan usia sekarang 24-39 tahun). Adapun proporsi Generasi Z sebanyak 27,94 persen dan Generasi Milenial sebanyak 25,87 persen dari total populasi Indonesia.

"Dengan penduduk usia produktif yang mencapai 70,72 persen, ini bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena sebetulnya Indonesia masih membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi lagi,” kata Yusuf Rendy saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (22/1/2021).

Namun dikatakan Rendy, bonus demografi ini bisa menjadi bencana apabila Sumber Daya Manusia (SDM) atau penduduk usia kerja tersebut tidak memiliki kualitas yang baik. Karenanya, berbagai pembenahan harus dilakukan saat ini juga. Salah satunya terkait dengan sistem pendidikan yang selama ini belum mampu menjawab tantangan dunia kerja.

"Bila usia produktif ini tidak bisa terserap di dunia kerja, akhirnya malah banyak pengangguran. Jadi memang kapasitas SDM-nya harus ditingkatkan. Selain itu, pemerintah juga perlu lebih fokus pada sub-sektor yang bisa menyerap pekerja dalam jumlah banyak seperti industri manufaktur,” kata Rendy.

SP2020 juga mencatat, jumlah penduduk laki-laki di Indonesia sebanyak 136,66 juta orang, atau 50,58 persen dari penduduk Indonesia. Sementara, jumlah penduduk perempuan di Indonesia sebanyak 133,54 juta orang, atau 49,42 persen dari penduduk Indonesia. Rasio jenis kelamin penduduk Indonesia sebesar 102, yang artinya terdapat 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di Indonesia pada tahun 2020.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah menilai, lebih banyaknya penduduk laki-laki ketimbang perempuan seharusnya juga bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mendorong perekonomian. Sebab dari perspektif budaya timur, laki-laki lebih punya kesempatan untuk bekerja lebih lama.

"Walaupun hubungannya jauh, jumlah penduduk laki-laki yang lebih banyak ini juga bisa mendorong ekonomi Indonesia lebih baik lagi. Tetapi ini juga sangat bergantung pada kualitas SDM-nya,” kata Rusli.

Sementara itu, dalam kurun waktu 2010-2020, laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,25 persen poin per tahun. Terdapat perlambatan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,24 persen jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk pada periode 2000-2010 yang sebesar 1,49 persen.

Menurut Rusli, laju pertumbuhan penduduk yang melambat ini juga bisa menjadi tanda keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Namun di sisi lain, kondisi ini juga bisa terjadi karena faktor banyaknya penduduk yang menunda pernikahan, atau memilih untuk memiliki sedikit anak lantaran kondisi ekonomi yang semakin sulit.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kampanyekan Sunnydays, Tango Drink Ajak Milenial Terus Bergerak dan Berkreasi

Tango Drink merupakan produk susu dalam kemasan botol pertama yang bekerja sama dengan Kedai Kopi Kulo.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Minim Kesempatan Kerja, Penyebab Pergeseran Penduduk ke Luar Jawa Lambat

Sebanyak 151,59 juta penduduk atau 56,10 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa.

EKONOMI | 22 Januari 2021

TwoSpaces Dukung Gaya Hidup Baru Lewat Hunian Terintegrasi

Kebutuhan ruang untuk tinggal dan bekerja yang terintegrasi dalam satu tempat telah menjadi kebutuhan yang mulai dicari banyak orang.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Bursa Eropa Dibuka Turun karena Buruknya Data Ekonomi

Pan-European Stoxx 600 ambles 0,7% pada awal perdagangan.

EKONOMI | 22 Januari 2021

ANTM dan BRIS Jawara Saham yang Banyak Ditransaksikan

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan frekuensi 134.964 kali.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Pendapatan TaniHub Group Melonjak 639%

4 tahun sejak didirikan, TaniHub Group tidak pernah berhenti bergerak meningkatkan kesejahteraan petani lokal dengan akses pasar dan keuangan.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Dolar Perkasa, Rupiah dan Mata Uang Asia Ditutup Terkoreksi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.120- Rp 14.205 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Januari 2021

396 Saham Anjlok, IHSG Hilang 106 Poin ke 6.307

Sementara indeks LQ-45 turun 19,6 poin (1,95%) ke level 991,5.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Universal BPR Dapuk Rhenald Kasali sebagai Brand Ambassador

Sebagai brand ambassador, Rhenald Kasali akan mengedukasi masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih bank dan mendukung BPR.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Desember, Uang Beredar Naik 12,4% Jadi Rp 6.900 Triliun

Tagihan bersih kepada pemerintah pusat meningkat, dari 66,5% (yoy) menjadi 66,9% (yoy) pada Desember 2020.

EKONOMI | 22 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS