Dorong Sektor UMKM Masuk ke Sektor Formal
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (0.13)   |   COMPOSITE 6289.65 (-10.34)   |   DBX 1346.19 (-0.83)   |   I-GRADE 181.205 (-0.24)   |   IDX30 507.3 (-1.52)   |   IDX80 137.13 (-0.74)   |   IDXBUMN20 404.453 (-2.76)   |   IDXESGL 139.923 (-0.24)   |   IDXG30 143.928 (-0.44)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-0.73)   |   IDXQ30 145.336 (-0.08)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-0.72)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.38)   |   IDXV30 137.088 (-1.88)   |   INFOBANK15 1041.31 (6.61)   |   Investor33 435.377 (-0.06)   |   ISSI 184.679 (-0.96)   |   JII 634.506 (-5.6)   |   JII70 224.071 (-1.58)   |   KOMPAS100 1224.8 (-3.59)   |   LQ45 952.541 (-3.31)   |   MBX 1705.32 (-3.11)   |   MNC36 322.487 (-0.35)   |   PEFINDO25 325.966 (-1.13)   |   SMInfra18 310.375 (-2.65)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-0.14)   |  

Prioritas Kemkop dan UKM 2021

Dorong Sektor UMKM Masuk ke Sektor Formal

Jumat, 22 Januari 2021 | 19:50 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk memperbesar kapasitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar berkontribusi dalam ekspor nasional, Kementerian Koperasi (Kemkop) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tahun 2021 mendorong UMKM masuk ke sektor formal.

Selain itu, mendorong pengelolaan UMKM berkoperasi/berkelompok dalam skala ekonomis, hingga mengembangkan UMKM berbasis komoditi unggulan. Termasuk dengan meningkatkan UMKM ke ekosistem digital.

“Program-program strategis tersebut merupakan prioritas Kemkop dan UKM untuk mendukung UMKM naik kelas dan go global. Dengan program tersebut diharapkan UMKM lebih mudah masuk ke dalam rantai pasok global dan pasar ekspor,” kata Teten Masduki.

Menteri Koperasi dan UKM ini mengatakan hal itu pada acara Webinar Nasional bertajuk Penguatan Sektor UMKM dalam Mengakselerasi Upaya Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi, Jumat (22/1/2021).

Teten mengatakan, dalam kondisi penurunan potensi ekspor saat ini, khususnya akibat adanya pandemi, diperlukan terobosan-terobosan agar ekspor produk-produk Indonesia tidak hanya dipertahankan, namun bisa terus ditingkatkan.

Dalam acara yang diselenggerakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang itu, Teten juga menegaskan, Jepang merupakan mitra penting dalam perdagangan internasional.

Hubungan diplomatik sudah terjalin sejak penghujung era 1950-an. Indonesia selalu mengalami surplus dalam perdagangan dengan Jepang.

Jepang adalah negara kedua mitra dagang terbesar Indonedia setelah Tiongkok dengan pangsa pasar ekspor dari Indonesia sekitar 10%.

Menurut Teten, sesuai data Atase Perdagangan Indonesia di Tokyo tahun 2020, potensi ekspor produk Indonesia ke Jepang selama ini berupa produk pangan olahan, hortikultura/pertanian, spare part otomotif, furnitur, dan energi terbarukan. “Peluang inilah ingin kita ambil agar dimanfaatkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air,” ujar Teten.

Teten optimistis, forum webinar yang diselenggarakan KBRI dan PPI Jepang dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM di Indonesia untuk belajar hingga meningkatkan daya saing produknya sehingga dapat segera masuk ke pasar Jepang maupun negara lainnya.

Teten juga mengajak PPI Jepang sebagai salah satu mitra strategis Pemerintah Indonesia untuk bahu-membahu memberdayakan dan mempromosikan produk-produk UMKM Indonesia.

"Saya ingin setelah Saudara-saudari menyelesaikan studi di Jepang, segeralah kembali ke tanah air, ambil bagian mendekatkan 64 juta pelaku UMKM dan 97% tenaga kerja dengan berbagai inovasi dan teknologi unggul," ucap MenKopUKM.

Pemulihan Ekonomi UMKM

Pada kesempatan itu, Teten juga menekankan, pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 harus dimulai dengan memulihkan UMKM dan koperasi di dalam negeri. Sebab, 99% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM dan menyerap 97% tenaga kerja.

Oleh karena itu, pada 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan dalam rangka percepatan pemulihan UMKM dan koperasi dari dampak pandemi. Stimulus yang diberikan berupa subsidi bunga KUR dan nonKUR, KUR super Mikro, insentif pajak, tambahan modal kerja koperasi melalui LPDB-KUMKM, dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Dari hasil Survei Dampak Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terhadap UMKM yang dirilis Lembaga Demografi - LPEM FEB UI menunjukan, program-program UMKM tersebut dirasakan manfaatnya oleh para pelaku UMKM.

"Mayoritas responden menggunakan dana program bantuan pemerintah untuk pembelian bahan baku (34%) dan pembelian barang modal (33%)," pungkas Teten.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ekonom: BRI Jalankan Sistem Meritokrasi Secara Baik

BRI dinilai mengedepankan profesionalitas, dan kinerja.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Ketua Kadin Nilai Positif Komposisi Direksi BRI

BRI mengakomodasi direksi dari jajaran internal, kelompok milenial, dan kaum perempuan.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Bongkar Muat Peti Kemas Pelindo I Tumbuh 6,35%

Peningkatan bongkar muat peti kemas ini lebih banyak didorong perdagangan domestik.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Bonus Demografi Harus Diikuti Peningkatan Kualitas SDM

Hasil Sensus Penduduk 2020 mencatat mayoritas penduduk Indonesia didominasi oleh generasi Z dan milenial.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Kampanyekan Sunnydays, Tango Drink Ajak Milenial Terus Bergerak dan Berkreasi

Tango Drink merupakan produk susu dalam kemasan botol pertama yang bekerja sama dengan Kedai Kopi Kulo.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Minim Kesempatan Kerja, Penyebab Pergeseran Penduduk ke Luar Jawa Lambat

Sebanyak 151,59 juta penduduk atau 56,10 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa.

EKONOMI | 22 Januari 2021

TwoSpaces Dukung Gaya Hidup Baru Lewat Hunian Terintegrasi

Kebutuhan ruang untuk tinggal dan bekerja yang terintegrasi dalam satu tempat telah menjadi kebutuhan yang mulai dicari banyak orang.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Bursa Eropa Dibuka Turun karena Buruknya Data Ekonomi

Pan-European Stoxx 600 ambles 0,7% pada awal perdagangan.

EKONOMI | 22 Januari 2021

ANTM dan BRIS Jawara Saham yang Banyak Ditransaksikan

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan frekuensi 134.964 kali.

EKONOMI | 22 Januari 2021

Pendapatan TaniHub Group Melonjak 639%

4 tahun sejak didirikan, TaniHub Group tidak pernah berhenti bergerak meningkatkan kesejahteraan petani lokal dengan akses pasar dan keuangan.

EKONOMI | 22 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS