Geser AS, Tiongkok Penerima Investasi Asing Terbesar Dunia Saat Pandemi
Logo BeritaSatu

Geser AS, Tiongkok Penerima Investasi Asing Terbesar Dunia Saat Pandemi

Senin, 25 Januari 2021 | 05:52 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Shanghai, Beritasatu.com - Perekonomian Tiongkok sepanjang 2020 mendatangkan banyak investasi asing langsung (foregin direct investment/FDI) daripada negara lain di dunia, menggeser Amerika Serikat (AS) dari daftar posisi teratas.

Tiongkok mendatangkan US$ 163 miliar investasi asing dibandingkan AS sebanyak US$ 134 miliar. Demikian data Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan dalam sebuah laporan yang dirilis Minggu (24/1/2021). Sementara pada 2019, AS menerima investasi asing sebesar US$ 251 miliar dan investasi asing di Tiongkok mencapai US$ 140 miliar.

Laporan tersebut menyatakan bahwa investasi asing langsung merosot di dunia karena pandemi Covid-19. Secara global, investasi asing anjlok 42% pada 2020 menjadi US$ 859 miliar, atau lebih rendah 30% dari krisis keuangan 2009. Ukuran ekonomi memperhitung investasi di suatu negara yang dilakukan orang-orang dan bisnis di negara lain, seperti pembangunan pabrik atau pembukaan kantor satelit.

Negara-negara maju terpukul lebih dalam pada 2020 daripada negara-negara berkembang. Investasi di AS turun 49%, sedikit di bawah rata-rata negara maju 69%. Investasi asing langsung di negara-negara berkembang turun 12%. Adapun FDI di Tiongkok naik tipis 4%.

Uni Eropa mengalami penurunan FDI sebesar dua pertiga, menurut laporan itu. Adapun Inggris tidak menerima arus investasi asing baru. Inggris sangat terpukul akibat pandemi corona.

Tiongkok berhasil mengendalikan sebagian besar virus corona melalui pembatasan ketat tahun lalu, meski menjadi negara pertama yang terkena penyakit mematikan itu.

Lockdown, pengujian massal awal, dan peralatan pelindung diri yang berlimpah telah menekan angka kematian di negara itu.

Sejak dimulainya pandemi, kasus Covid-19 di Tiongkok kurang dari 100.000 dengan 4.800 kematian, menurut data Universitas Johns Hopkins. Sementara AS yang memiliki populasi jauh lebih kecil, memiliki hampir 25 juta kasus dan lebih 400.000 kematian.

Meski Tiongkok melampaui AS dalam investasi asing langsung pada 2020, total saham investasi asing tetap jauh lebih besar di AS daripada di Tiongkok, menurut data yang dikumpulkan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD).

Data ekonomi lain juga menunjukkan bahwa Tiongkok mampu menanggulangi pandemi lebih baik daripada negara lain. Beijing awal bulan ini melaporkan pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) 2020 sebesar 2,3%, dan menjadi satu-satunya ekonomi besar yang melaporkan tingkat pertumbuhan tahunan positif.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu dirilis satu hari sebelum Presiden Tiongkok Xi Jinping akan menyampaikan pidato di pertemuan virtual Forum Ekonomi Dunia (WEF). Presiden Joe Biden diperkirakan tidak akan menghadiri acara tersebut.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dubes Heri Akhmadi Dorong UMKM Berinovasi di Tengah Pandemi

Pelaku UMKM harus memanfaatkan peluang dari perjanjian perdagangan dan investasi Indonesia-Jepang yang akan semakin terbuka.

EKONOMI | 24 Januari 2021

Citilink Imbau Penumpang Terapkan Validasi Surat Hasil Tes Covid Lewat E-Hac

Bagi calon penumpang yang telah melakukan tes Covid-19, nantinya faskes akan mengirim hasil tes yang menyatakan negatif ke eHAC penumpang.

EKONOMI | 24 Januari 2021

Mengabdi Tanpa Pamrih, Alumni IPB Bantu Rumah untuk Keluarga Kasim Arifin

Menjalani masa KKN di Waimital dan tinggal bersama rakyat di Pulau Seram itu selama 15 tahun.

NASIONAL | 24 Januari 2021

Kemperin Apresiasi Polri Usung Teknologi 4.0

Kemperin dukung upaya kementerian dan lembaga yang menerapkan teknologi industri 4.0 dalam menopang aktivitasnya agar lebih produktif dan efisien.

EKONOMI | 24 Januari 2021

Keluarga Penumpang SJ-182 Perlu Didampingi Pengacara Spesialis Penerbangan

Dalam peristiwa kecelakan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, terdapat hak-hak ahli waris korban yang harus diperhatikan.

EKONOMI | 24 Januari 2021

Pemberian Insentif Dinilai Tak Cukup Buat Tarik Investasi

Keinginan pemerintah untuk menarik investasi besar sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di tahun ini dinilai tidak akan mudah.

EKONOMI | 24 Januari 2021

2021, LPDB-KUMKM Akan Gandeng Lebih Banyak Koperasi Syariah

LPDB-KUMKM akan menggandeng lebih banyak koperasi syariah di tahun 2021.

EKONOMI | 24 Januari 2021

Percepat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah, Dibutuhkan Kerja Sama Semua Pihak

Pertumbuhan keuangan syariah tetap tinggi, bahkan lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

EKONOMI | 23 Januari 2021

Terpilih Jadi Ketua Umum MES, Erick Thohir: Bismillah, Ini Amanah

Erick ingin membuktikan bahwa kondisi pandemi ini justru menjadi momentum bagi ekonomi syariah untuk bangkit dan memiliki daya tahan lebih baik.

EKONOMI | 23 Januari 2021

AEI Harap Implementasi Penurunan Harga Gas Merata

Masih banyak perusahaan belum mendapatkan manfaat dari penurunan harga gas ini.

EKONOMI | 23 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS