BEI Implementasikan IDX Industrial Classification
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (0.2)   |   COMPOSITE 6359.21 (11.43)   |   DBX 1342.2 (24.41)   |   I-GRADE 184.288 (-0.3)   |   IDX30 516.126 (-0.7)   |   IDX80 138.807 (-0.33)   |   IDXBUMN20 408.536 (-2.89)   |   IDXESGL 142.044 (-0.25)   |   IDXG30 145.076 (0.14)   |   IDXHIDIV20 455.222 (-0.88)   |   IDXQ30 147.857 (-0.01)   |   IDXSMC-COM 298.089 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (-1.32)   |   IDXV30 136.649 (-0.85)   |   INFOBANK15 1071.96 (1.29)   |   Investor33 444.599 (-0.31)   |   ISSI 184.85 (-0.31)   |   JII 633.797 (-1.51)   |   JII70 223.435 (-0.51)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.94)   |   LQ45 967.658 (-1.31)   |   MBX 1728.33 (-1.73)   |   MNC36 329.04 (-0.3)   |   PEFINDO25 326.697 (0.91)   |   SMInfra18 315.108 (-1.73)   |   SRI-KEHATI 378.138 (-0.15)   |  

BEI Implementasikan IDX Industrial Classification

Senin, 25 Januari 2021 | 15:20 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan IDX Industrial Classification (IDX-IC) sebagai klasifikasi industri baru penganti Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA). Implementasi ini dilakukan bertepatan dengan pemberlakuan Surat Edaran BEI Nomor: SE-00003/BEI/01-2021 perihal Tampilan Informasi Perusahaan Tercatat pada Kolom Remarks dalam Jakarta Automatic Trading System (JATS).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono W Widodo, mengatakan seiring dengan berkembangnya perekonomian Indonesia yang ditandai tumbuhnya perusahaan tercatat dalam dengan bidang usaha baru, maka pengembangan atas klasifikasi perusahaan tercatat BEI penting untuk dilakukan.

"Selain itu, BEI juga merasa perlu untuk menyelaraskan praktik klasifikasi perusahaan tercatat dengan global practice yang ada," kata Laksono, dalam Konferensi Pers Peluncuran IDX Industrial Classification (IDX-IC), Senin (25/1/2021).

Dia menjelaskan, secara prinsip JASICA melakukan klasifikasi berdasarkan aktivitas kegiatannya, sedangkan IDX-IC melakukan
klasifikasi berdasarkan eksposur pasar atas barang dan jasa yang diproduksi. Selain itu, struktur klasifikasi IDX-IC dirancang memiliki empat tingkat klasifikasi, yaitu: Sektor, Sub-sektor, Industri, dan Sub-industri.

Dengan struktur klasifikasi yang lebih dalam, maka IDX-IC dapat mengelompokkan jenis perusahaan tercatat yang
lebih homogen. IDX-IC memiliki 12 Sektor, 35 Sub-sektor, 69 Industri, dan 130 sub-industri. Kode klasifikasi IDX-IC yang terdiri dari 4 digit dapat menunjukkan secara sekaligus 4 tingkat klasifikasi IDX-IC. Digit pertama menunjukkan sektor dan dituliskan dengan abjad (A-Z).

Selanjutnya, digit kedua menunjukkan sub-sektor, lalu digit ketiga menunjukkan Industri, dan digit keempat menunjukkan sub-industri. Digit kedua hingga keempat akan dituliskan dengan angka 1 sampai 9.

Adapun, metode penentuan klasifikasi perusahaan tercatat dalam IDX-IC didasarkan pada pendapatan terbesar yang terefleksi dalam laporan keuangan, baik dari laporan keuangan auditan maupun laporan tahunan. Evaluasi berkala atas klasifikasi untuk masing-masing perusahaan tercatat akan dilakukan setiap tahun mulai bulan April dan akan efektif pada Juli 2021.

"Untuk perusahaan yang baru tercatat, maka penentuan klasifikasi akan menggunakan dokumen prospektus dan akan efektif sejak perusahaan tersebut mulai tercatat di BEI. Setiap perubahan klasifikasi prrusahaan tercatat akan diumumkan melalui website IDX idx.co.id," ujar Laksono.

Selain itu, untuk dapat memperlihatkan kinerja sektor, BEI juga meluncurkan 11 Indeks Sektoral IDX-IC. Indeks Sektoral IDX-IC dihitung menggunakan metode market capitalization weighted sejak hari dasarnya pada tanggal 13 Juli 2018 dengan nilai awal 1.000. Indeks Sektoral IDX-IC nantinya akan menggantikan 10 Indeks Sektoral saat ini yang mengacu pada JASICA. Untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis dan memberikan waktu penyesuaian, maka Indeks Sektoral yang mengacu pada JASICA tersebut akan tetap disediakan oleh BEI sampai dengan 30 April 2021.

Dia menambahkan, implementasi IDX-IC diharapkan dapat membawa manfaat bagi perusahaan tercatat dalam melakukan perbandingan performa dengan perusahaan-perusahaan lain yang semakin homogen. Bagi investor, IDX-IC diharapkan dapat dijadikan panduan untuk melakukan analisis yang lebih akurat dan detail terkait perbandingan sektoral yang lebih relevan dalam menentukan keputusan investasi.

"Penyempurnaan klasifikasi ini juga dapat memberikan peluang bagi manajer investasi untuk penciptaan produk baru seperti Reksa Dana maupun Exchange Traded Fund (ETF) berbasis sektor yang pada akhirnya juga dapat memperluas basis investor di pasar modal Indonesia," tutur Laksono.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Anggaran Kemhub Dipotong Rp 12 Triliun untuk Vaksinasi Covid-19

Anggaran Kementerian Perhubungan 2021 akan dipotong sekitar Rp 12,44 triliun dan dialihkan penggunaannya untuk program pengadaan vaksin dan vaksinasi Covid-19.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Perluas Pasar Indonesia, Garmin Gandeng Shopee

Garmin berkomitmen memperluas jangkauan pasar Indonesia lewat penjualan online.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Grab Buka Pendaftaran Pendampingan UMKM #TerusUsaha Akselerator

Grab kembali membuka pendaftaran program pelatihan dan pendampingan bagi ratusan UMKM di Indonesia.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Peraturan Tarif Batas Maskapai Perlu Dievaluasi

Sejumlah maskapai, khususnya berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC), menjual tiket di bawah ketentuan tarif batas bawah (TBB).

EKONOMI | 25 Januari 2021

Jokowi Targetkan Bank Syariah Indonesia Beroperasi Februari

Pengembangan ekonomi syariah tidak hanya dijalankan oleh negara-negara berpenduduk mayoritas muslim.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini di Menguat

Shanghai SE composite di Tiongkok naik 20,6 poin (0,56%) mencapai 3.627.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Siang Ini Rupiah Tertekan Saat Mata Uang Asia Menguat

Transaksi rupiah siang ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.044-Rp 14.056 per dolar AS.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Jeda Siang, IHSG Hilang 84 Poin ke 6.219

Sebanyak 85 saham naik, 393 saham melemah dan 138 saham stagnan.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Juni, Revitalisasi TPA Sampah di Lombok Tengah Ditargetkan Rampung

Permasalahan sampah dapat ditangani melalui dua aspek yakni struktural dan non-struktural.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Emas Antam Naik ke Rp 958.000 Per Gram

Pecahan 100 gram sebesar Rp 90,012 juta.

EKONOMI | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS