Logo BeritaSatu

Industri Gelas Kaca Targetkan Pertumbuhan 5%

Senin, 25 Januari 2021 | 22:59 WIB
Oleh : Harso Kurniawan / HK

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Gelas Kaca Indonesia (APGI) menargetkan pertumbuhan 5% tahun ini, ditopang harga gas murah, US$ 6 per mmbtu, dan kelancaran proses vaksinasi Covid-19. Selain itu, ekspor tahun ini prospektif, sehingga dapat mendorong pertumbuhan industri tahun ini.5

Ketua Umum APGI Henry Susanto mengatakan, tahun lalu, industri gelas kaca ambruk 10%, akibat pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di dalam negeri dan lockdown di luar negeri. “Selain itu, daya beli masyarakat turun, akibatnya sebagian kehilangan mata pencarian atau pemotongan gaji karyawan,” ujar dia, belum lama ini.

Henry menerangkan, vaksinasi Covid-19 akan menghidupkan industri pariwisata, seperti hotel, restauran, dan kafetaria (horeka) dan industri hiburan. Pabrik-pabrik akan bebas berjalan dan pasar/toko akan bebas dibuka, sehingga dapat menyerap produk industri. “Lapangan kerja akan terbuka dan penganguran akan berkurang yang akan meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar dia.

Mengenai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang saat ini diterapkan pemerintah, Henry menilai, hal itu tidak terlalu menggangu produksi pabrik-pabrik. Sebab, pabrik masih dapat beroperasi dengan mengantongi izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan menerapkan protokol kesehatan.

Meski begitu, dia menilai, pembatasan operasional toko dan pasar pada awal PPKM membuat permintaan menjadi berkurang, sehingga banyak barang menumpuk di gudang. “Saat ini, utilisasi kemasan dari gelas sekitar 75%, setelah sempat turun ke 50% pada saat PSBB kuartal I dan meningkat kuartal III dan IV-2020,” ungkap dia.

Henry menjelaskan, prospek ekspor tahun ini cerah, terutama ke Amerika Serikat (AS). Alasannya, AS mengenakan tarif BM tinggi ke produk Tiongkok akibat perang dagang. “Ini membuka market gelas kita di AS, sedangkan di Asean, kami diuntungkan AFTA dan jaraknya dekat,” ujar dia.

Selain itu, lanjut Henry, penurunan harga gas membuat harga kemasan gelas kaca Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional dan dapat meningkatkan nilai ekspor. “Rintangan ekspor sekarang adalah lockdown di beberapa negara tujuan ekspor Indonesia dan kelangkaan kontainer,” kata dia.

Henry mengatakan, negara tujuan ekspor keemasan gelas Indonesia adalah negara-negara Asean, AS, Australia, dan Papua Nugini (PNG). Sementara itu, pasar ekspor baru kemasan gelas adalah negara-negara di Asia selatan, seperti India, Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.

Januari- Oktober 2020, ekspor gelas kaca mencapai US$ 128,5 juta atau setara 235.500 ton, turun dari periode sama 2019 sebesar US$ 138,2 juta atau setara 247.723.504 ton.

Henry berharap pemerintah dapat menjaga daya saing industri berupa biaya energi dan tenaga kerja yang kompetitif. Selain itu, pemerintah diminta menumbuhkan dan melengkapi industri antara, sehingga industri kaca bukan hanya menjadi tukang jahit saja. APGI juga meminta pemerintah dapat menjaga biaya logistik dalam negeri dan ekspor ke luar negri, serta menjaga ketersediaan kontainer untuk ekspor.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ekonom IAEI Sebut Indonesia Mampu Atasi Ancaman Resesi

Ekonom dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Munifah Syanwani menilai Indonesia akan mampu melewati tahun resesi ekonomi.

EKONOMI | 26 November 2022

Terapkan ESG, BRI Raih Peringkat Tertinggi di ASRRAT 2022

BRI berhasil meraih penghargaan platinum rank di ASRRAT 2022. BRI tahun lalu juga meraih peringkat tertinggi di ajang yag sama.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Negara Besar Resesi, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,72%

Presiden Jokowi menyebut ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,72 persen pada kuartal ketiga di tengah resesi yang dialami sejumlah negara besar di dunia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi Ungkap Syarat Indonesia Jadi 5 Besar Negara Terkuat di 2045

Presiden Jokowi menyampaikan syarat mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang masuk dalam lima besar ekonomi terkuat di dunia pada 2045.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Tidak Mungkin Bersaing dengan Negara Lain kalau Jalannya Becek

Presiden Jokowi mengungkap alasannya terus membangun infrastruktur di luar Pulau Jawa. Infrastruktur akan membuka titik-titik ekonomi baru Indonesia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Hilirisasi, Bahlil Ingin Indonesia Jadi Acuan Harga Timah Dunia

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia setop ekspor timah pada 2023.

EKONOMI | 26 November 2022

Ini 10 Perusahaan Teknologi dengan Jumlah PHK Terbesar

Menurut data layoffs.fyi, terdapat 137.492 karyawan dari 859 perusahaan teknologi di seluruh dunia yang di-PHK pada 2022.

EKONOMI | 26 November 2022

Wall Street Menguat dalam Sepekan di Tengah Minimnya Sentimen

Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik pada hari Jumat (25/11/2022). Indeks-indeks acuan Wall Street mencatat kinerja positif selama minggu ini.

EKONOMI | 26 November 2022

BEI Targetkan 57 Perusahaan Melantai di Bursa pada 2023

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan perusahaan yang melakukan penawaram umum saham perdana (IPO) pada 2023 sebanyak 57 perusahaan

EKONOMI | 26 November 2022

Perluas Pasar Bank Digital, MNC Bank Gandeng Taspen

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank dipercaya PT Taspen (Persero) (TASPEN) menjadi mitra bayar digital pertama.

EKONOMI | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

Lionel Messi dan Enzo Fernandez Angkat Kembali Pamor Argentina

SEMESTA BOLA 2022 | 1 jam yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE