Ini 4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dipenuhi dengan Pinjaman Online
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini 4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dipenuhi dengan Pinjaman Online

Senin, 25 Januari 2021 | 23:20 WIB
Oleh : JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini, banyak perusahaan fintech yang berlomba-lomba menyediakan layanan pinjaman online terpercaya untuk masyarakat Indonesia. Jumlah aplikasi yang tersedia tidak sedikit dan beragam.

Sebagai produk pinjaman dengan suku bunga yang relatif tinggi dan tenor yang tidak terlalu panjang, pinjaman online idealnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan darurat dan mendesak saja.

Jika dipaksakan untuk memenuhi hal yang tidak terlalu penting, apalagi bersifat konsumtif, bukan tidak mungkin cicilan pinjaman online akan memberi beban terlalu berat bagi keuangan. Bahkan jika salah perhitungan, fasilitas pinjaman online bisa menjadi bumerang bagi keuangan Anda.

Selain kebutuhan mendesak, ada empat hal yang sebaiknya tidak dipenuhi menggunakan layanan pinjaman online. Dengan ini, keuangan Anda tetap stabil dan tidak sampai kewalahan melunasi cicilannya. Berikut daftarnya sebagaimana dikutip dari keterangan yang diterima Beritasatu.com, Senin (25/1/2021):

Membayar Uang Muka Pembelian Kendaraan

Banyak orang yang rela mengajukan kredit mobil dengan tenor yang lumayan panjang demi membeli kendaraan pribadi. Tentunya, agar kontrak kredit tersebut bisa berjalan, Anda harus lebih dulu membayar sejumlah uang sebagai uang muka.

Karena kredit kendaraan biasanya berjalan dalam jangka waktu yang cukup panjang, bisa sampai bertahun-tahun, jangan pernah membayar uang muka pembeliannya dengan pinjaman online, termasuk untuk membeli sepeda motor. Pasalnya, beban keuangan Anda nantinya akan menjadi terlalu berat karena harus melunasi cicilan kredit kendaraan dan pinjaman online sekaligus.

Dalam hitungan mentahnya mungkin Anda merasa mampu untuk melunasi cicilan keduanya dengan lancar. Namun, tidak ada yang tahu kapan masalah keuangan akan tiba menghampiri. Agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan, pastikan untuk membayar uang muka pembelian kendaraan dengan uang tunai. Kecuali jika Anda benar-benar membutuhkannya untuk kegiatan produktif atau meningkatkan penghasilan secara signifikan.

Menambah Biaya DP Pembelian Rumah

Harga rumah sendiri biasanya jauh lebih mahal ketimbang mobil. Jika memaksakan diri untuk menggunakan pinjaman online dalam membayar DP pembelian rumah, beban keuangan Anda nantinya akan menjadi jauh lebih berat.

Biasanya, DP pembelian rumah berjumlah sekitar 10 sampai 25% dari harga jualnya. Jika rumah yang Anda incar dibanderol dengan harga 100 juta, maka uang muka yang harus Anda siapkan adalah 10 juta hingga 25 juta. Jika dicicil dengan pinjaman online selama 10 bulan, cicilan paling kecil yang harus Anda bayar adalah Rp 1 jutaan. Ditambah dengan cicilan rumah, bukan mustahil tagihan kredit yang harus dilunasi tiap bulan mencapai 2 digit.

Jika sudah begitu, apakah Anda yakin kebutuhan lain yang tidak kalah pentingnya dapat terpenuhi seluruhnya? Bagaimana jika tiba-tiba muncul pengeluaran tak terencana atau ancaman PHK dan penghasilan terpangkas? Kalau hal tersebut sampai terjadi, rumah impian yang susah payah Anda beli akan disita karena cicilannya macet, dan Anda tetap terbebani dengan cicilan pinjaman online.

Melunasi Cicilan Kartu Kredit atau Pinjaman Lainnya

Syarat pengajuan pinjaman online sangat mudah dan bisa didapatkan dalam hitungan jam saja. Namun, saat menggunakannya untuk menutupi beban utang lainnya, Anda hanya akan memperpanjang masalah keuangan dan tidak akan pernah bisa menyelesaikannya.

Untuk menyiasatinya, lebih baik untuk mengajukan keringanan pada penyedia layanan pinjaman, seperti menurunkan tingkat suku bunga atau memperpanjang tenornya. Dengan begitu, cicilan akan menjadi lebih ringan dan lebih berpotensi untuk dilunasi hingga tuntas.

Berbelanja Produk Konsumtif

Berbelanja kebutuhan konsumtif seperti produk branded dengan pinjaman online merupakan sesuatu yang patut dihindari. Kebiasaan ini bisa memicu gaya hidup yang terlalu boros. Jika dibiarkan terlalu lama, sudah pasti kondisi keuangan Anda akan menjadi sangat kacau karena beban pinjaman online terlalu besar hanya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak jelas manfaatnya.

Memenuhi Kebutuhan Pokok atau Harian
Hal terakhir yang tidak seharusnya Anda penuhi dengan pinjaman online adalah kebutuhan pokok atau kebutuhan harian. Karena sejatinya, kebutuhan ini harus mampu Anda penuhi tanpa perlu mengajukan bantuan pinjaman dari pihak lain, apalagi lembaga keuangan.

Jika sampai menggantungkan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan pokok, berarti ada yang salah dengan cara Anda mengelola keuangan atau gaya hidup Anda. Solusinya, sebaiknya Anda pangkas pengeluaran yang tidak terlalu penting atau berusaha mencari penghasilan tambahan agar mampu memenuhi segala kebutuhan harian Anda.

Sebenarnya, tak ada yang bisa melarang Anda memanfaatkan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan apa saja. Tetapi pastikan beban cicilan yang dimiliki tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan Anda. Dengan begitu, keuangan tidak akan sampai tergerus terlalu dalam hanya untuk melunasi tagihan utang hingga berisiko tidak mampu memenuhi kebutuhan lain yang tidak kalah pentingnya.



Sumber: PR


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Industri Gelas Kaca Targetkan Pertumbuhan 5%

Asosiasi Gelas Kaca Indonesia (APGI) menargetkan pertumbuhan 5% tahun ini, ditopang harga gas murah, US$ 6 per mmbtu, dan kelancaran proses vaksinasi Covid-19.

EKONOMI | 25 Januari 2021

SPIL Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kalsel dan Sulbar

SPIL menaruh perhatian besar kepada para korban bencana di Kalsel dan Sulbar.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Hipmi Buka Jalur Ekspor Produk UMKM ke Pasar Australia

Hipmi menggandeng House of Indonesia (HOI) Sydney dalam rangka pembukaan akses ekspor produk UMKM ke Negeri Kangguru.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Baznas Luncurkan Buku "Jejak Kemandirian Peternak Mustahik"

Baznas luncurkan buku "Jejak Kemandirian Peternak Mustahik" yang berisikan tentang gambaran perjalanan serta profil program Balai Ternak Baznas.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Tajur Surya Abadi Luncurkan Menara Kedua Royal Heights Apartment

Royal Heights Apartment memberikan casback lebih tinggi dari deposito di masa tunggu pembangunan.

EKONOMI | 25 Januari 2021

RFB Catat Kinerja Positif di Masa Pandemi

RFB mampu meningkatkan volume transaksi dan tercatat sebagai perusahaan pialang berjangka teraktif di BBJ.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Tertekan Kekhawatiran Meluasnya Kasus Covid-19, IHSG Anjlok di Bawal Level 6.300

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/1/2021), ditutup anjlok di bawah level psikologis 6.300.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Gubernur BI Yakin Prospek Ekonomi Domestik Semakin Membaik

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 sebesar 4,8 persen hingga 5,8 persen

EKONOMI | 25 Januari 2021

Realisasi Anggaran Kemhub Capai 95,58%

Angka serapan anggaran tersebut, masih di bawah target yang ditetapkan bersama Kemhub dan Komisi V DPR.

EKONOMI | 25 Januari 2021

Dongkrak Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Siapkan Rp 372,3 T

Anggaran Rp 372,3 triliun disiapkan pemerintah guna mendongkrak daya beli masyarakat dan memulihkan ekonomi nasional.

EKONOMI | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS